Kompas.com - 16/04/2022, 19:06 WIB

LOMBOK TENGAH, KOMPAS.com - Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat (NTB) menghentikan penyidikan terhadap Murtede alias Amaq Sinta, korban begal di Lombok Tengah yang menjadi tersangka.

"Jadi laporan polisi berkaitan dengan atau nomor polisi LP 137, untuk saat sekarang dilakukan penghentian penyidikan. Administrasi penyidikan berkaitan dengan penghentian penyidikan akan dilakukan segera oleh penyidik," ungkap Kapolda NTB Irjen Pol Djoko Poerwanto dalam jumpa pers di Mapolda NTB, Sabtu (16/4/2022).

Disampaikan Djoko, penghentian penyidikan tersebut ditetapkan berdasarkan hasil gelar perkara khusus yang menyimpulkan bahwa tidak terpenuhi unsur pidana atas tindakan yang dilakukan oleh Amaq Sinta. Dalam hal ini, Amaq Sinta melakukan pembelaan diri terhadap begal yang berusaha merampas motornya.

Baca juga: Cerita Amaq Sinta, Korban Begal yang Jadi Tersangka: Saya Ditebas, Saya Membela Diri

"Fakta yang disampaikan dalam gelar perkara khusus tadi adalah yang dilakukan oleh saudara M (Murtede alias Amaq Sinta) adalah perbuatan pembelaan terpaksa, sehingga pada saat ini tidak diketemukannya unsur perbuatan melawan hukum baik secara formil dan materil," kata Djoko.

Hukum formil yang dimaksud Djoko sebagaimana diatur dalam Pasal  49 ayat 1 KUHP, yang menyebutkan seseorang tidak dapat dihukum karena melakukan perbuatan pembelaan darurat untuk membela diri atau orang lain atau hartanya dari serangan atau ancaman yang melawan hukum.

Baca juga: Didampingi Tim Pengacara Universitas Mataram, Amaq Sinta: Semoga Tak Lagi Jadi Tersangka

Sementara hukum materil adalah perbuatan yang dilakukan oleh Amaq Sinta atas kematian dua begal yang menyerangnya.

Selain itu, Djoko menyampaikan, pihaknya menyimpulkan kasus tersebut dihentikan mengacu pada Pasal 30 Peraturan Kapolri nomor 6 tahun 2019 tentang Penyidikan Tindak Pidana.

Sebelumnya, dua sosok begal ditemukan tewas tergeletak di Jalan Raya Desa Ganti, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Minggu (10/4/2022).

Identitas begal yang tewas tersebut yakni P (30) dan OWP (21). Keduanya hendak merampas motor Amaq Sinta.

Dalam peristiwa itu, Amaq Sinta ditetap sebagai tersangka oleh pihak Polres Lombok Tengah. Selain itu, polisi juga menangkap dua pelaku begal lainnya, yakni W (32) dan H (17) yang merupakan rekan dari pelaku P dan OWP yang sudah tewas di lokasi.

Penetapan tersangka terhadap Amaq Sinta memicu respons publik. Sebab, dalam kasus ini, Amaq Sinta dalam posisi membela diri dari serangan begal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satpol PP Kota Semarang Temukan 6 Sapi Positif PMK Masih Dijual Bebas

Satpol PP Kota Semarang Temukan 6 Sapi Positif PMK Masih Dijual Bebas

Regional
1.571 KK Warga Bengkulu Terdampak Banjir, Permukiman Terendam, Jalan Tertutup Longsor

1.571 KK Warga Bengkulu Terdampak Banjir, Permukiman Terendam, Jalan Tertutup Longsor

Regional
Cerita Bripka Rahmat, Bangun Bengkel Kamtibmas Bantu Anak Putus Sekolah hingga Mantan Napi

Cerita Bripka Rahmat, Bangun Bengkel Kamtibmas Bantu Anak Putus Sekolah hingga Mantan Napi

Regional
PNS Gadai SK untuk Pinjaman ke Bank, Apakah Gaji Ke-13 Bakal Dipotong?

PNS Gadai SK untuk Pinjaman ke Bank, Apakah Gaji Ke-13 Bakal Dipotong?

Regional
Gunung Ile Lewotolok Kembali Meletus Disertai Gemuruh Kuat, Pos Pantau: Tetap Siaga

Gunung Ile Lewotolok Kembali Meletus Disertai Gemuruh Kuat, Pos Pantau: Tetap Siaga

Regional
Saatnya Mewujudkan Transportasi Umum yang Aman dari Pelecehan Seksual…

Saatnya Mewujudkan Transportasi Umum yang Aman dari Pelecehan Seksual…

Regional
Aturan Beli Pertalite Pakai Aplikasi Mypertamina, Kepala DKP Mataram: Tak Semua Nelayan Punya Ponsel Pintar

Aturan Beli Pertalite Pakai Aplikasi Mypertamina, Kepala DKP Mataram: Tak Semua Nelayan Punya Ponsel Pintar

Regional
Gibran Rakabuming Gratiskan Warga Nonton ASEAN Para Games 2022

Gibran Rakabuming Gratiskan Warga Nonton ASEAN Para Games 2022

Regional
Gubernur Sumbar Minta Dunia Internasional Berikan Kompensasi untuk Daerah Penjaga Hutan

Gubernur Sumbar Minta Dunia Internasional Berikan Kompensasi untuk Daerah Penjaga Hutan

Regional
Melihat Proses Pengolahan Sampah Plastik Jadi 3 Jenis BBM di Cilegon Banten

Melihat Proses Pengolahan Sampah Plastik Jadi 3 Jenis BBM di Cilegon Banten

Regional
5 Tragedi Orang Hilang di Hutan Baru-baru Ini, Guru hingga Anggota TNI

5 Tragedi Orang Hilang di Hutan Baru-baru Ini, Guru hingga Anggota TNI

Regional
7 Fakta Penemuan 10 Hektar Ladang Ganja di Cianjur

7 Fakta Penemuan 10 Hektar Ladang Ganja di Cianjur

Regional
Pakai Aplikasi Mypertamina Saat Beli BBM, Benarkah Subsidi Akan Tepat Sasaran?

Pakai Aplikasi Mypertamina Saat Beli BBM, Benarkah Subsidi Akan Tepat Sasaran?

Regional
Pembagian Waktu di Indonesia serta Daftar Provinsi yang Masuk Zona WIB, WIT, dan WITA

Pembagian Waktu di Indonesia serta Daftar Provinsi yang Masuk Zona WIB, WIT, dan WITA

Regional
Warga NTT Diminta Waspadai Dampak Gelombang Rossby, BPBD: Kami Keluarkan Surat Imbauan

Warga NTT Diminta Waspadai Dampak Gelombang Rossby, BPBD: Kami Keluarkan Surat Imbauan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.