Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Didampingi Tim Pengacara Universitas Mataram, Amaq Sinta: Semoga Tak Lagi Jadi Tersangka

Kompas.com - 16/04/2022, 15:41 WIB
Fitri Rachmawati,
Andi Hartik

Tim Redaksi

MATARAM, KOMPAS.com - Murtede alias Amaq Sinta (34) didampingi oleh penasihat hukum dari Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) Universitas Mataram.

Sebelumnya, Amaq Sinta yang merupakan warga Dusun Matek Maling, Desa Ganti, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), ditetapkan sebagai tersangka akibat perlawanannya membuat dua begal yang hendak merampas motornya tewas.

Amaq Sinta mengaku lega setelah menyerahkan kasusnya ke tim pengacara yang akan membantunya lepas dari jeratan hukum.

Baca juga: Cerita Amaq Sinta, Korban Begal yang Jadi Tersangka: Saya Ditebas, Saya Membela Diri

"Semoga saya tidak menjadi tersangka lagi," kata Amaq Sinta, Sabtu (16/4/2022).

Joko Jumadi, yang merupakan bagian dari tim penasihat hukum Amaq Sinta, meminta Amaq Sinta untuk tetap tenang dan menunggu kepastian hukum atas dirinya.

Joko menjelaskan, pendampingan itu sebagai upaya untuk mendapatkan kepastian hukum pada Amaq Sinta.

"Karena sebagian besar kasus-kasus serupa, sering menggantung dan kami berharap kasus Amaq Sinta bisa menjadi momentum perbaikan penanganan bagi masyarakat kecil seperti Amaq Sinta," kata Joko setelah selesai menyerahkan surat kuasa ke Kepolisian Daerah (Polda) NTB, Sabtu (16/4)2022).

Baca juga: Polda NTB Ambil Alih Kasus Begal yang Jadikan Korban sebagai Tersangka

Joko berharap, Polda NTB menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan atau SP3 terhadap status tersangka Amaq Sinta.

Yan Mangandar, penasihat hukum lainnya berharap semua pihak memahami posisi Amaq Sinta yang saat ini masih bimbang dengan statusnya sebagai tersangka.

"Amaq Sinta sangat bersyukur kita mendampingi karena sejak awal proses hukum dia kebingungan harus bertindak apa menghadapi hukum. Setelah tim pengacara menjelaskan padanya, itu cukup melegakan Amaq Sinta dan keluarga," kata Yan Mangandar.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda NTB, Kombes Pol Artanto yang dikonfirmasi, meminta agar menunggu. Artanto menyebut, pada Sabtu (16/4/2022) sore akan ada keterangan resmi dari Polda NTB terkait status tersangka yang disandang Amaq Sinta.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Hadapi Pilkada, Elit Politik di Maluku Diminta Tak Gunakan Isu SARA

Hadapi Pilkada, Elit Politik di Maluku Diminta Tak Gunakan Isu SARA

Regional
Diisukan Maju Pilkada Semarang dengan Tokoh Demokrat, Ini Kata Ade Bhakti

Diisukan Maju Pilkada Semarang dengan Tokoh Demokrat, Ini Kata Ade Bhakti

Regional
Korban Kasus Dugaan Pencabulan di Kebumen Bertambah Jadi 6 Orang Anak, 1 Positif Hamil

Korban Kasus Dugaan Pencabulan di Kebumen Bertambah Jadi 6 Orang Anak, 1 Positif Hamil

Regional
Sebelum Tewas, Wanita Tinggal Kerangka di Wonogiri Miliki Hubungan Asmara dengan Residivis Kasus Pembunuhan

Sebelum Tewas, Wanita Tinggal Kerangka di Wonogiri Miliki Hubungan Asmara dengan Residivis Kasus Pembunuhan

Regional
Pilkada Kota Semarang, Sejumlah Pengusaha dan Politisi Antre di PDI-P

Pilkada Kota Semarang, Sejumlah Pengusaha dan Politisi Antre di PDI-P

Regional
Beredar Video Mesum 42 Detik di Lapas, Kemenkumham Jateng Bentuk Tim Khusus

Beredar Video Mesum 42 Detik di Lapas, Kemenkumham Jateng Bentuk Tim Khusus

Regional
Dua Kali Menghamili Pacarnya, Polisi di NTT Dipecat

Dua Kali Menghamili Pacarnya, Polisi di NTT Dipecat

Regional
PDI-P Pemalang Buka Pendaftaran Bacalon Bupati, Anom Wijayantoro Orang Pertama Daftar

PDI-P Pemalang Buka Pendaftaran Bacalon Bupati, Anom Wijayantoro Orang Pertama Daftar

Regional
Tersangka Kasus Investasi Bodong Berkedok Jual Beli BBM di Kalsel Akhirnya Ditahan

Tersangka Kasus Investasi Bodong Berkedok Jual Beli BBM di Kalsel Akhirnya Ditahan

Regional
Setelah dari KPU, Gibran Rencanakan Pertemuan dengan Sejumlah Tokoh di Jakarta

Setelah dari KPU, Gibran Rencanakan Pertemuan dengan Sejumlah Tokoh di Jakarta

Regional
Lecehkan Istri Tetangganya, Pria di Kalsel Ditangkap

Lecehkan Istri Tetangganya, Pria di Kalsel Ditangkap

Regional
Empat Nama Ini Diminta Golkar Persiapkan Pilgub Jateng 2024

Empat Nama Ini Diminta Golkar Persiapkan Pilgub Jateng 2024

Regional
Pilkada Manggarai Timur, Petahana Siprianus Habur Daftar ke Demokrat

Pilkada Manggarai Timur, Petahana Siprianus Habur Daftar ke Demokrat

Regional
Seekor Buaya yang Kerap Teror Warga di Maluku Tengah Ditangkap

Seekor Buaya yang Kerap Teror Warga di Maluku Tengah Ditangkap

Regional
Kasus Dugaan Pemalsuan Nilai di FISIP Untan Berlanjut, Kinerja Tim Investigasi Diperpanjang

Kasus Dugaan Pemalsuan Nilai di FISIP Untan Berlanjut, Kinerja Tim Investigasi Diperpanjang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com