Kompas.com - 15/04/2022, 06:30 WIB

MATARAM, KOMPAS.com - Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengambil alih kasus begal yang terjadi di Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah, NTB.

Dalam kasus ini, polisi menetapkan korban begal, Amaq Sinta (34), sebagai tersangka karena membuat dua begal yang hendak mengambil motornya terbunuh. Selain itu, polisi juga telah mengamankan dua begal lainnya yang selamat dalam kejadian itu.

Polda NTB mengambil alih kasus tersebut pada Kamis (14/4/2022) setelah kasus tersebut memicu perhatian publik.

Baca juga: Cerita Amaq Sinta, Korban Begal yang Jadi Tersangka: Saya Ditebas, Saya Membela Diri

"Bahwa penanganan yang dilakukan di Polres Lombok Tengah pada hari ini sudah ditangani oleh Polda NTB, dilakukan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTB, " kata Kapolda NTB, Irjen Pol Djoko Poerwanto, dalam siaran persnya di Polda NTB, Kamis sore.

Djoko menjelaskan, pengambilalihan perkara tersebut sebagai rangkaian tindakan penyidikan untuk membuka kasus tersebut secara terang. Sehingga, penyidik bisa menentukan tersangka yang seharusnya.

"Beri kesempatan kami untuk membuat terang perkara pidananya dan menentukan tersangka dalam peristiwa tersebut dan akan kami sampaikan pada masyarakat," kata Djoko.

Baca juga: Korban Pembunuh 2 Begal untuk Membela Diri di Lombok Bebas, tapi Masih Berstatus Tersangka

Djoko menjelaskan, kasus yang sedang menjadi sorotan publik tersebut berawal dari informasi yang diterima Polres Lombok Tengah pada Minggu (10/4/2022) pukul 01.30 wita. Saat itu, di Jalan Raya Dusun Babila, Desa Ganti, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, terdapat dua orang tergeletak bersimbah darah.

Berdasarkan informasi awal tersebut, Polres Lombok Tengah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan menemukan fakta bahwa dua orang korban yang tewas adalah laki-laki  berinisial OWP (21) dan PE (30).

"Di TKP ditemukan barang bukti berupa sebuah pisau dengan panjang 30 sentimeter, dua kaus atau baju milik kedua korban, celana milik korban dan sebuah sepeda motor milik korban OWP," terang Kapolda.

Selanjutnya, polisi menyelidiki kasus tersebut.

Dalam kesempatan itu, Djoko juga membeberkan kronologi kejadian sebagaimana telah dihimpun oleh tim penyidik. Menurutnya, kejadian itu bermula pada Minggu (10/4/2022) dini hari saat Amaq Sinta, korban yang jadi tersangka, berkendara menggunakan sepeda motor berwarna merah. Dia lalu diadang oleh empat orang yang mengunakan dua buah sepeda motor.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bengkulu Diterjang Banjir dan Longsor, 1 Warga Hanyut Ditemukan Meninggal Dunia

Bengkulu Diterjang Banjir dan Longsor, 1 Warga Hanyut Ditemukan Meninggal Dunia

Regional
Korban Pembunuhan yang Dibuang ke Septic Tank Sempat Keluhkan Anaknya Rebutan Warisan

Korban Pembunuhan yang Dibuang ke Septic Tank Sempat Keluhkan Anaknya Rebutan Warisan

Regional
Soal Beasiswa Manakarra, Bupati Mamuju Tidak Hadiri Undangan Tim Etik Ombudsman RI

Soal Beasiswa Manakarra, Bupati Mamuju Tidak Hadiri Undangan Tim Etik Ombudsman RI

Regional
Jalan Nasional di Tanah Bumbu Kalsel Kembali Longsor, Hanya Roda Dua yang Bisa Melintas

Jalan Nasional di Tanah Bumbu Kalsel Kembali Longsor, Hanya Roda Dua yang Bisa Melintas

Regional
Arisan Bodong di Kudus, Kerugian Puluhan Korban Capai Rp 2 Miliar

Arisan Bodong di Kudus, Kerugian Puluhan Korban Capai Rp 2 Miliar

Regional
Jadi Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Ketua Panpel Arema FC Minta Maaf

Jadi Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Ketua Panpel Arema FC Minta Maaf

Regional
Gara-gara Dilarang Joget di Acara Organ Tunggal, Istri di Mesuji Tembak Suami, Ini Ceritanya

Gara-gara Dilarang Joget di Acara Organ Tunggal, Istri di Mesuji Tembak Suami, Ini Ceritanya

Regional
Ketika Abu Bakar Ba'asyir Nobar Film Perjuangan Jenderal Soedirman hingga Dapat Peci Berlogo Merah Putih

Ketika Abu Bakar Ba'asyir Nobar Film Perjuangan Jenderal Soedirman hingga Dapat Peci Berlogo Merah Putih

Regional
Rekonstruksi Kasus Satu Keluarga Dibuang ke 'Septic Tank', Pelaku Disoraki Warga

Rekonstruksi Kasus Satu Keluarga Dibuang ke "Septic Tank", Pelaku Disoraki Warga

Regional
Tragedi Kanjuruhan, Stadion Manahan Ikut Dievaluasi

Tragedi Kanjuruhan, Stadion Manahan Ikut Dievaluasi

Regional
Kapal Muatan Pasir Tenggelam di Sungai Mahakam, Pemilik Kapal Dicari, Diduga Terjebak di Kabin

Kapal Muatan Pasir Tenggelam di Sungai Mahakam, Pemilik Kapal Dicari, Diduga Terjebak di Kabin

Regional
Polisi Tangkap Penelantar Kucing hingga Mati di Pekanbaru

Polisi Tangkap Penelantar Kucing hingga Mati di Pekanbaru

Regional
Hilang 23 Hari, Pencarian 2 Penambang Emas di Hutan Bengkulu Masih Berlangsung

Hilang 23 Hari, Pencarian 2 Penambang Emas di Hutan Bengkulu Masih Berlangsung

Regional
Peserta Turnamen Ironman 70.3 dari Berbagai Negara Disambut Gendang Belek Saat Tiba di Lombok

Peserta Turnamen Ironman 70.3 dari Berbagai Negara Disambut Gendang Belek Saat Tiba di Lombok

Regional
Jembatan Siti Nurbaya di Padang: Daya Tarik, Fungsi, dan Nama

Jembatan Siti Nurbaya di Padang: Daya Tarik, Fungsi, dan Nama

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.