Kompas.com - 11/04/2022, 20:17 WIB

BENGKULU, KOMPAS.com - Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan organisasi kemahasiswaan tumpah ruah di depan kantor DPRD Provinsi Bengkulu untuk melakukan unjuk rasa pada Senin (11/4/2022) tepat pukul 13.00 WIB.

Perwakilan mahasiswa melakukan orasi secara bergantian. Setidaknya terdapat 5 tuntutan yang disampaikan para mahasiswa.

Pertama, menuntut Pemprov Bengkulu mencabut SK Gunernur Nomor 32A/BPKP/2020 yang berimplikasi kenaikan pajak atas Penggunaan Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) menjadi 10 persen dan menuntut gubernur menurunkannya menjadi 5 persen.

Kedua, mendesak Polda Bengkulu menindak tegas pelaku penimbunan BBM. Ketiga, mendesak pemerintah pusat menjamin ketersediaan bahan pokok.

Baca juga: Demo Mahasiswa di Bengkulu, Soroti Tingginya Konflik Agraria

Keempat, mendesak pemerintah segera menyelesaikan persoalan konflik agraria. Kelima, mendesak anggota DPRD Provinsi Bengkulu agar menyatakan sikap menolak wacana penundaan Pemilu atau menambah masa jabatan presiden 3 periode.

"Kami mendesak DPRD Provinsi Bengkulu menandatangani surat tuntutan kami dan menindaklanjutinya," ujar Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bengkulu dalam orasinya.

Puas bergantian orasi, membaca puisi, mahasiswa meminta 1/2 plus 1 anggota DPRD turun menemui mahasiswa untuk melakukan sidang di jalanan.

Awalnya hanya beberapa anggota DPRD yang menemui mahasiswa. Suasana sempat ricuh, terjadi aksi saling dorong dan mahasiswa berusaha menerobos pintu masuk kantor DPRD.

Polisi berhasil melakukan pendekatan persuasif untuk meredam amukan ribuan mahasiswa tersebut. Selain itu, polisi juga mengumandangkan lantunan sholawat untuk mendinginkan suasana.

Baca juga: Demo Tolak Presiden 3 Periode Ricuh, Kaca Kantor DPRD Palopo Pecah, 14 Orang Diamankan

Setelah itu, 26 anggota DPRD Provinsi Bengkulu akhirnya mau menemui mahasiswa, duduk bersama di atas aspal tempat mahasiswa berunjuk rasa.

Dari hasil perbincangan tersebut, akhirnya para anggota DPRD berjanji memenuhi tuntutan mahasiswa dan menindaklanjutinya.

Sekitar pukul 17.30 WIB, massa membubarkan diri dengan tertib.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelabuhan Paotere: Sejarah Singkat, Daya Tarik, dan Harga Tiket

Pelabuhan Paotere: Sejarah Singkat, Daya Tarik, dan Harga Tiket

Regional
Poster 'My Pertamina Apakah Solusi?' Sambut Kedatangan Erick Thohir di Unsoed

Poster "My Pertamina Apakah Solusi?" Sambut Kedatangan Erick Thohir di Unsoed

Regional
Gudang Logistik Perusahan di Pulau Seram Terbakar, Kerugian Diperkirakan Rp 4 Miliar

Gudang Logistik Perusahan di Pulau Seram Terbakar, Kerugian Diperkirakan Rp 4 Miliar

Regional
Mandiri Energi dari Desa Cilacap: Sudah Ada Pembangkit Tenaga Hidro, Warga Tolak Listrik PLN

Mandiri Energi dari Desa Cilacap: Sudah Ada Pembangkit Tenaga Hidro, Warga Tolak Listrik PLN

Regional
Hendi Senang, Kedatangan Presiden Jokowi dan Megawati Membuat Hotel-hotel di Semarang Penuh

Hendi Senang, Kedatangan Presiden Jokowi dan Megawati Membuat Hotel-hotel di Semarang Penuh

Regional
Selamatkan Alat Pancing yang Terjatuh, Pemuda di Bitung Malah Hanyut di Pantai

Selamatkan Alat Pancing yang Terjatuh, Pemuda di Bitung Malah Hanyut di Pantai

Regional
Perahu Terbalik Saat Cari Ikan di Laut, Kakek Ditemukan Tewas, Cucu 4 Tahun Hilang

Perahu Terbalik Saat Cari Ikan di Laut, Kakek Ditemukan Tewas, Cucu 4 Tahun Hilang

Regional
Terima 'Fee' Proyek Rp 2,9 Miliar, Dodi Reza Alex Noerdin Divonis 6 Tahun Penjara

Terima "Fee" Proyek Rp 2,9 Miliar, Dodi Reza Alex Noerdin Divonis 6 Tahun Penjara

Regional
43 Paket Kokain Tak Bertuan Ditemukan di Kepulauan Anambas, Pencarian Masih Terus Dilakukan

43 Paket Kokain Tak Bertuan Ditemukan di Kepulauan Anambas, Pencarian Masih Terus Dilakukan

Regional
2 Hari Demo Tolak Tambang di Bengkulu, Massa Bubar Setelah Dengar 'Voice Note' Gubernur

2 Hari Demo Tolak Tambang di Bengkulu, Massa Bubar Setelah Dengar "Voice Note" Gubernur

Regional
Penjual Ratusan Amunisi ke Oknum ASN Nduga Ditangkap

Penjual Ratusan Amunisi ke Oknum ASN Nduga Ditangkap

Regional
Satu Keluarga di Kotabaru Tewas Tersetrum, Sapinya Juga Ditemukan Mati

Satu Keluarga di Kotabaru Tewas Tersetrum, Sapinya Juga Ditemukan Mati

Regional
Salah Satu Penghasil Nikel Terbesar di Indonesia, Bupati Berharap Morowali Utara Jadi Kabupaten Terdepan

Salah Satu Penghasil Nikel Terbesar di Indonesia, Bupati Berharap Morowali Utara Jadi Kabupaten Terdepan

Regional
Survei CigMark: Kontribusi Ridwan Kamil Besar Jika Sebagai Cawapres, Bisa Jadi Kunci Kemenangan Pilpres

Survei CigMark: Kontribusi Ridwan Kamil Besar Jika Sebagai Cawapres, Bisa Jadi Kunci Kemenangan Pilpres

Regional
Anak yang Bunuh Ayah Tirinya di Aceh Tamiang Ditangkap, Pelaku Kesal Dibangunkan Saat Tidur

Anak yang Bunuh Ayah Tirinya di Aceh Tamiang Ditangkap, Pelaku Kesal Dibangunkan Saat Tidur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.