Wanita yang Videonya Viral Melompat ke Laut Saat Kapal Berlayar Diduga Alami Gangguan Mental

Kompas.com - 11/04/2022, 08:02 WIB

KOMPAS.com - Kapolres Sumbawa Barat AKBP Heru Muslimin mengatakan, IS (59), perempuan yang menceburkan diri ke laut saat kapal berlayar menuju Pelabuhan Poto Tano, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, diduga mengalami gangguan mental.

Hal itu, kata Heru, berdasarkan keterangan suami korban, bernama Nasaruddin (61).

Wanita itu, sambungnya, memang sedang dalam perawatan kesehatan karena menderita gangguan mental. Keluarga hendak membawa perempuan itu berobat ke Sumbawa.

Baca juga: Kepanasan di Pesawat Selama 45 Menit Medan-Aceh Utara, Ganjar: seperti Sauna...

Kronologi kejadian

Diceritakan Heru, kejadian itu berawal saat KMP Nusa Sejahtera berangkat berlayar dar Pelabuhan Kayangan dengan tujuan Pelabuhan Poto Tano, Minggu (10/4/2022) sekitar pukul 07.35 Wita.

"Setelah menempuh perjalanan pelayaran sekitar 60 menit tepatnya di perairan laut Pulau Paserang, diketahui salah seorang penumpang perempuan IS tersebut secara tiba - tiba terjun ke laut dari atas Kapal," kata Heru saat dikonfirmasi, Minggu.

Baca juga: Video Viral Wanita Melompat ke Laut dari Kapal di Sumbawa Barat, Ini Penjelasan Polisi

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berawal dari Ejekan Saat Main Gaple, 2 Warga di Kalbar Saling Bacok

Berawal dari Ejekan Saat Main Gaple, 2 Warga di Kalbar Saling Bacok

Regional
Cerita Amye Un Terpilih Jadi Wakil Wali Kota Darwin Australia, Habiskan Rp 36 Juta Saat Kampanye

Cerita Amye Un Terpilih Jadi Wakil Wali Kota Darwin Australia, Habiskan Rp 36 Juta Saat Kampanye

Regional
Perwira TNI Kepala Rumah Sakit LB Moerdani Merauke Ditusuk Anggota hingga Meninggal

Perwira TNI Kepala Rumah Sakit LB Moerdani Merauke Ditusuk Anggota hingga Meninggal

Regional
Tiba di Bandung, Doni Salmanan: Saya Tidak Bisa Terlalu Banyak Bicara

Tiba di Bandung, Doni Salmanan: Saya Tidak Bisa Terlalu Banyak Bicara

Regional
Longsor di Kawasan Tambang di Maluku Timbun Satu Keluarga, 3 Orang Tewas

Longsor di Kawasan Tambang di Maluku Timbun Satu Keluarga, 3 Orang Tewas

Regional
Cerita di Balik Sapi Kurban Jokowi, Ada yang Dibeli dari Siswa SMP dan Sarjana Peternakan

Cerita di Balik Sapi Kurban Jokowi, Ada yang Dibeli dari Siswa SMP dan Sarjana Peternakan

Regional
Kepala Rumah Sakit LB Moerdani Merauke Tewas Ditusuk, Pelaku Diduga Oknum TNI

Kepala Rumah Sakit LB Moerdani Merauke Tewas Ditusuk, Pelaku Diduga Oknum TNI

Regional
Filosofi 'Sego' Gudeg dan Semangat Menjaga Kedamaian di Yogyakarta

Filosofi "Sego" Gudeg dan Semangat Menjaga Kedamaian di Yogyakarta

Regional
Oknum ASN Nduga Bawa 615 Butir Amunisi Diduga untuk KKB, Bagaimana Bisa?

Oknum ASN Nduga Bawa 615 Butir Amunisi Diduga untuk KKB, Bagaimana Bisa?

Regional
PLN: Listrik di 3 Provinsi Sumbagsel Mulai Kembali Normal

PLN: Listrik di 3 Provinsi Sumbagsel Mulai Kembali Normal

Regional
Rela Panas-panasan demi Bertemu Jokowi, Rusmi Ingin Mengeluh soal Harga Bawang Merah dan Cabai

Rela Panas-panasan demi Bertemu Jokowi, Rusmi Ingin Mengeluh soal Harga Bawang Merah dan Cabai

Regional
Air Terjun Songgo Langit Jepara: Daya tarik, Legenda, dan Harga Tiket

Air Terjun Songgo Langit Jepara: Daya tarik, Legenda, dan Harga Tiket

Regional
Mau Selundupkan 16 PMI Ilegal ke Malaysia, 7 Pelaku Perdagangan Orang Ditangkap Polres Bintan

Mau Selundupkan 16 PMI Ilegal ke Malaysia, 7 Pelaku Perdagangan Orang Ditangkap Polres Bintan

Regional
Seorang Warga Tewas Diserang OTK di Pegunungan Bintang

Seorang Warga Tewas Diserang OTK di Pegunungan Bintang

Regional
Kemarau Basah, 1.800 Hektar Lahan Tembakau di Lombok Tengah Berpotensi Rusak

Kemarau Basah, 1.800 Hektar Lahan Tembakau di Lombok Tengah Berpotensi Rusak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.