Kompas.com - 08/04/2022, 17:30 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 4 Kota Semarang, Jawa Tengah memberi peringatan kepada masyarakat untuk tidak beraktivitas di jalur rel kereta api.

Sebab, selama bulan Ramadhan petugas menemukan banyak masyarakat yang beraktifitas di beberapa titik jalur rel kereta saat ngabuburit atau selepas shalat Subuh.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Krisbiyantoro mengatakan kegiatan tersebut sangat membahayakan diri dan dapat mengganggu perjalanan kereta api.

"KAI dengan tegas melarang masyarakat berada di jalur kereta api untuk aktivitas apapun selain untuk kepentingan operasional kereta api," kata Krisbiyantoro dalam keterangan tertulis, Jumat (7/4/2022).

Baca juga: Gratis, Motor Naik Kereta Api Saat Mudik Lebaran 2022

Ia menyebut larangan beraktivitas di jalur kereta api tertuang dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian pasal 181 ayat (1).

Aturan tersebut menyatakan bahwa setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api, menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel atau melintasi jalur kereta api, ataupun menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain, selain untuk angkutan kereta api.

Selain dapat membahayakan keselamatan, masyarakat yang melanggar juga dapat dikenai hukuman berupa pidana penjara paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 15 juta.

"Hukuman tersebut sebagaimana yang dinyatakan dalam pasal 199 UU 23 Tahun 2007," tegasnya.

Baca juga: Sambut G20, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Mulai Uji Coba November 2022

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk menghindari kebiasaan yang berbahaya itu karena frekuensi kereta api semakin meningkat khususnya di masa Angkutan Lebaran.

"Saat mereka larut dalam keceriaannya bermain, mereka lupa bahwa posisinya saat itu ada di area terlarang yang dapat membahayakan dirinya," ungkapnya.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Kasus Dugaan Korupsi Proyek Rp 166 Miliar, Pemkot Bima Serahkan Dokumen ke KPK

Soal Kasus Dugaan Korupsi Proyek Rp 166 Miliar, Pemkot Bima Serahkan Dokumen ke KPK

Regional
Pria di Bogor Tanam Ganja Dalam Rumah, Berdalih untuk Obati Kesedihan

Pria di Bogor Tanam Ganja Dalam Rumah, Berdalih untuk Obati Kesedihan

Regional
Ada Pelat Nomor Kendaraan Hijau di Batam, Bintan, dan Karimun

Ada Pelat Nomor Kendaraan Hijau di Batam, Bintan, dan Karimun

Regional
Pemkab Aceh Utara Buka 277 Formasi PPPK, Hanya untuk Guru

Pemkab Aceh Utara Buka 277 Formasi PPPK, Hanya untuk Guru

Regional
Marak Peretasan Situs Pemerintahan, Pemkot Padang Bentuk CSIRT

Marak Peretasan Situs Pemerintahan, Pemkot Padang Bentuk CSIRT

Regional
2 Nelayan Karimun yang Terdampar di Malaysia Akhirnya Dipulangkan

2 Nelayan Karimun yang Terdampar di Malaysia Akhirnya Dipulangkan

Regional
Palsukan Surat Terkait Seleksi Perangkat Desa, Kades di Blora Dijebloskan ke Rutan

Palsukan Surat Terkait Seleksi Perangkat Desa, Kades di Blora Dijebloskan ke Rutan

Regional
Cerita Farwiza Farhan Terbaring di RS Saat Terima Email Tokoh Dunia Time: Rasanya Campur Aduk

Cerita Farwiza Farhan Terbaring di RS Saat Terima Email Tokoh Dunia Time: Rasanya Campur Aduk

Regional
Berkunjung ke Rumah Jenderal Ahmad Yani di Purworejo, Masih Terawat hingga Kini

Berkunjung ke Rumah Jenderal Ahmad Yani di Purworejo, Masih Terawat hingga Kini

Regional
[POPULER NUSANTARA] Polisi Diduga Paksa Sopir Bayar Tilang Rp 600.000 | Adopsi Ilegal Yayasan Sejuta Anak di Bogor

[POPULER NUSANTARA] Polisi Diduga Paksa Sopir Bayar Tilang Rp 600.000 | Adopsi Ilegal Yayasan Sejuta Anak di Bogor

Regional
Pembunuh Iwan Boedi Masih Bebas Berkeliaran, 3 Saksi Merasa Terancam Keselamatannya

Pembunuh Iwan Boedi Masih Bebas Berkeliaran, 3 Saksi Merasa Terancam Keselamatannya

Regional
Cerita Suparjo Menguruk Kuburan Korban G30S/PKI di Hutan Darupono Kendal

Cerita Suparjo Menguruk Kuburan Korban G30S/PKI di Hutan Darupono Kendal

Regional
Terjatuh dari Kapal, WNA Asal China Dilaporkan Hilang di Perairan Kotabaru Kalsel

Terjatuh dari Kapal, WNA Asal China Dilaporkan Hilang di Perairan Kotabaru Kalsel

Regional
Sosok Inspiratif Time Farwiza Farhan: Menjaga Leuser, dari Aceh untuk Dunia

Sosok Inspiratif Time Farwiza Farhan: Menjaga Leuser, dari Aceh untuk Dunia

Regional
Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 30 September 2022: Pagi hingga Siang Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 30 September 2022: Pagi hingga Siang Hujan Ringan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.