Kebijakan Visa on Arrival, Warga Timor Leste Masuk ke Indonesia Cukup Bayar Rp 500.000

Kompas.com - 06/04/2022, 20:01 WIB

KUPANG, KOMPAS.com - Warga Timor Leste yang hendak berkunjung ke wilayah Indonesia melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini tidak perlu lagi mengurus visa.

Pemerintah telah memberlakukan bebas visa kunjungan khusus wisata (BVKKW) dan visa kunjungan saat kedatangan khusus wisata (VKSKKW) atau visa on arrival (VoA) mulai Rabu (6/4/2022).

Baca juga: Didampingi Prabowo, Presiden Jokowi Resmikan Universitas Pertahanan di Perbatasan Indonesia-Timor Leste

Kebijakan ini dikeluarkan Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM lewat Surat Edaran Nomor: IMI-0549.GR.01.01 tentang Kemudahan Keimigrasian Dalam Rangka Mendukung Pariwisata Berkelanjutan pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua KA Halim mengatakan, bebas visa kunjungan khusus diberikan kepada sembilan negara ASEAN, yang berlaku selama 30 hari dan tidak dapat diperpanjang.

Sedangkan visa kunjungan saat kedatangan khusus wisata (VKSKKW)/visa on arrival diberikan kepada 43 negara, termasuk Timor Leste

"Artinya warga Timor Leste yang masuk ke Indonesia, hanya membayar Rp 500.000 per visa yang akan masuk sebagai pendapatan negara bukan pajak (PNBP)," ujar Halim, kepada Kompas.com, Rabu petang.

“Visa kunjungan saat kedatangan sangat mudah, pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) hanya menunjukkan paspor yang masih berlaku minimal enam bulan, return tiket, dan harus vaksin booster atau vaksin dosis II. Untuk pembayaran dilakukan di bank persepsi atau bank pemerintah yang ditunjuk,” sambungnya.

Namun, lanjut dia, kebijakan ini hanya berlaku bagi PPLN yang datang lewat pintu masuk yang sudah ditetapkan. Di wilayah NTT, pemerintah hanya menetapkan pintu masuk Motaain di Kabupaten Belu.

Baca juga: Jelang Pilpres, Timor Leste Minta Bantuan Indonesia Awasi Perbatasan

Untuk mendukung pelaksanaan kebijakan itu, Halim dan Kepala Seksi Lalu Lintas dan Izin Tinggal Keimigrasian Revi A Hakim, mendatangi para petugas Imigrasi di PLBN Motaain, untuk memberikan arahan.

Selain itu, dirinya memantau secara langsung kesiapan sarana dan prasarana dalam pemberlakuan VoA, terutama tempat menyelesaikan administrasi dalam hal pembayaran VoA tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Remas Dada saat Jam Pelajaran dan Cabuli Murid, Guru SD Ditangkap

Remas Dada saat Jam Pelajaran dan Cabuli Murid, Guru SD Ditangkap

Regional
Korupsi Dana Pembuatan RDTR, Sekda Bengkulu Tengah Ditahan Jaksa

Korupsi Dana Pembuatan RDTR, Sekda Bengkulu Tengah Ditahan Jaksa

Regional
Pertemuan Lanjutan G20 di Solo, 3 Agenda Ini Jadi Fokus Pembahasan Utama

Pertemuan Lanjutan G20 di Solo, 3 Agenda Ini Jadi Fokus Pembahasan Utama

Regional
Pria di Minahasa Tikam Selingkuhan Pacar Pakai Gunting hingga Tewas

Pria di Minahasa Tikam Selingkuhan Pacar Pakai Gunting hingga Tewas

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 6 Juli 2022

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 6 Juli 2022

Regional
Polisi Tetapkan 2 Orang Tersangka Kasus Penyerangan di Jambusari Sleman, Statusnya Masih Buron

Polisi Tetapkan 2 Orang Tersangka Kasus Penyerangan di Jambusari Sleman, Statusnya Masih Buron

Regional
Vaksinasi Booster Kota Semarang Baru Mencapai 50,6 persen, Masih Banyak Lansia yang Takut Divaksin

Vaksinasi Booster Kota Semarang Baru Mencapai 50,6 persen, Masih Banyak Lansia yang Takut Divaksin

Regional
Diduga Dirampok, Remaja Putri di Lampung Ditusuk OTK 10 Kali di Kamar Kos

Diduga Dirampok, Remaja Putri di Lampung Ditusuk OTK 10 Kali di Kamar Kos

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 6 Juli 2022

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 6 Juli 2022

Regional
Kalapas Kendal Angkat Bicara soal Kasus Bocah Tewas Dianiaya di Atas Kapal

Kalapas Kendal Angkat Bicara soal Kasus Bocah Tewas Dianiaya di Atas Kapal

Regional
Tewaskan 2 Penambang, Pemkab Muara Enim Minta Sumur Minyak Ilegal Ditutup

Tewaskan 2 Penambang, Pemkab Muara Enim Minta Sumur Minyak Ilegal Ditutup

Regional
Dedi Mulyadi Minta KLHK Waspada Modus Korporasi Berubah Jadi Koperasi, Mengapa?

Dedi Mulyadi Minta KLHK Waspada Modus Korporasi Berubah Jadi Koperasi, Mengapa?

Regional
Pembobolan Koper Dewi Persik di Bandara, Ini 3 Kasus Sama yang Pernah Terungkap

Pembobolan Koper Dewi Persik di Bandara, Ini 3 Kasus Sama yang Pernah Terungkap

Regional
Nelayan di Sumbawa Temukan 14 Benda Diduga Bom Militer

Nelayan di Sumbawa Temukan 14 Benda Diduga Bom Militer

Regional
Warga dan Orangtua Murid SDN Gunungtumpeng 1 Semarang Tolak Pemindahan Sekolah

Warga dan Orangtua Murid SDN Gunungtumpeng 1 Semarang Tolak Pemindahan Sekolah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.