Kompas.com - 05/04/2022, 14:53 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Jaksa mengungkapkan bahwa ceramah Bahar bin Smith dalam video yang diunggah Tatan Rustandi di akan YouTube miliknya bersifat provokatif dan berisi berita bohong, hal tersebut dinilainya tak sesuai dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Menurut jaksa dalam dakwaannya, MUI telah mengeluarkan fatwa yang mengatur tentang hukum dan pedoman bermuamalah melalui media sosial yaitu fatwa MUI Nomor 24 Tahun 2007.

Salah satu isi dalam fatwa itu menyebutkan, setiap muslim yang menyebarkan berita bohong atau hoax diharamkan.

"Ketentuan fatwa MUI tersebut memberikan pedoman kepada setiap muslim yang bermuamalah, dilarang menyampaikan dakwah atau keterangan yang terkesan menyebar kebencian lebih-lebih secara tegas yang bersifat menghasut sehingga menimbulkan kebencian," tutur Jaksa, Selasa (5/4/2022).

Baca juga: Jaksa Sebut Ceramah Bahar Bin Smith Provokatif dan Dapat Memecah Umat Islam

Menurut Jaksa, Bahar berulang kali mengatakan dalam ceramahnya tentang Rizieq Shihab yang dipenjara karena menyelenggarakan Maulid Nabi Muhammad.

Padahal, Rizieq dipenjara bukan karena Maulid melainkan karena kasus swab RS Ummi dan kasus protokol kesehatan di Petamburan.

Tak hanya itu, Jaksa juga meyebut bahwa dalam ceramahnya, Bahar mengatakan, enam anggota laskar FPI yang terbunuh di Km 50 jalan Tol Jakarta-CIkampek dibunuh, dibantai, disiksa, dicopot kukunya, dibantai dikuliti, hingga kemaluannya dibakar.

Namun, berdasarkan hasil visum, tak ada luka yang disampaikan Bahar tersebut.

"Apa yang disampaikan Habib Bahar dalam ceramahnya merupakan berita bohong atau tidak benar," katanya.

Video ceramah Bahar ini, lanjut Jaksa, menimbulkan dampak pro kontra di dunia nyata berupa gejolak di kalangan pesantren.

Baca juga: Sidang Kasus Berita Bohong, Jaksa Sebut Bahar Bin Smith Ceramah Dihadapan 1.000 Orang

 

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Honorer Ingin Diangkat Jadi ASN Tanpa Tes, Menpan-RB: 'Lha Emang Negara Mbahe Dewe'

Honorer Ingin Diangkat Jadi ASN Tanpa Tes, Menpan-RB: "Lha Emang Negara Mbahe Dewe"

Regional
Detik-detik Guru Besar UGM Terseret Ombak Pantai, Foto Bersama di Bawah Tebing dan Abaikan Imbauan SAR

Detik-detik Guru Besar UGM Terseret Ombak Pantai, Foto Bersama di Bawah Tebing dan Abaikan Imbauan SAR

Regional
Pengamat Sebut Kasus Pungli BLT BBM Cermin Aspek Institusionalisasi Belum Tertata dengan Baik

Pengamat Sebut Kasus Pungli BLT BBM Cermin Aspek Institusionalisasi Belum Tertata dengan Baik

Regional
[POPULER NUSANTARA] Guru Besar UGM Tewas Terseret Ombak | Kecelakaan di Tol Bawen-Ungaran

[POPULER NUSANTARA] Guru Besar UGM Tewas Terseret Ombak | Kecelakaan di Tol Bawen-Ungaran

Regional
Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 25 September 2022: Siang hingga Sore Cerah

Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 25 September 2022: Siang hingga Sore Cerah

Regional
Prakiraan Cuaca di Medan Hari Ini, 25 September 2022: Cerah Berawan Pagi hingga Sore

Prakiraan Cuaca di Medan Hari Ini, 25 September 2022: Cerah Berawan Pagi hingga Sore

Regional
Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 25 September 2022: Pagi Cerah Berawan dan Sore Berawan

Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 25 September 2022: Pagi Cerah Berawan dan Sore Berawan

Regional
Ular Raksasa di Muna Barat Ditangkap dan Dipotong Warga, BKSDA Baubau Keluarkan Peringatan

Ular Raksasa di Muna Barat Ditangkap dan Dipotong Warga, BKSDA Baubau Keluarkan Peringatan

Regional
Videonya Tenggak Congyang Viral, Kades di Grobogan: Itu Akting Guyonan, Botol Kosong

Videonya Tenggak Congyang Viral, Kades di Grobogan: Itu Akting Guyonan, Botol Kosong

Regional
Gelombang Laut Selatan Jawa Capai 6 Meter, Nelayan dan Operator Tongkang Batu Bara Diminta Waspada

Gelombang Laut Selatan Jawa Capai 6 Meter, Nelayan dan Operator Tongkang Batu Bara Diminta Waspada

Regional
Ular Raksasa Sebesar Pohon Kelapa Sepanjang 7 Meter Ditangkap Warga

Ular Raksasa Sebesar Pohon Kelapa Sepanjang 7 Meter Ditangkap Warga

Regional
12 Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Salah Satunya Candi Prambanan

12 Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, Salah Satunya Candi Prambanan

Regional
Kronologi Sepasang Mahasiswa Tersambar Petir Saat Camping di Bukit Waruwangi, Satu Orang Tewas

Kronologi Sepasang Mahasiswa Tersambar Petir Saat Camping di Bukit Waruwangi, Satu Orang Tewas

Regional
Verifikasi Administrasi Parpol di Kota Tegal, KPU Masih Temukan Keanggotaan Ganda

Verifikasi Administrasi Parpol di Kota Tegal, KPU Masih Temukan Keanggotaan Ganda

Regional
Berlibur Sembari Menguji Adrenalin di Rumah Hantu Nusantara Semarang

Berlibur Sembari Menguji Adrenalin di Rumah Hantu Nusantara Semarang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.