Perbaikan Ruas Jalan di Garut untuk Mudik Lebaran Terlambat Dilaksanakan, Bupati Kecewa

Kompas.com - 04/04/2022, 17:04 WIB

GARUT, KOMPAS.com – Rencana Bupati Garut Rudy Gunawan untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas sejumlah ruas jalan di Kabupaten Garut, Jawa Barat agar bisa dinikmati para pemudik dan wisatawan saat mudik lebaran, terancam tidak bisa terealisasi.

Hal itu karena proses pembangunannya terlambat dilaksanakan.

"Jadi momentum kita Idul Fitri, menyediakan sarana yang baik untuk Idul Fitri terganggu, saya juga kecewa ya, jadi saya tegur ULP (Unit Layanan Pengadaan)," katanya, Senin (4/4/2022) di Pendopo Garut kepada wartawan.

Baca juga: 131 Rumah di Perkotaan Garut Rusak Akibat Puting Beliung

Menurut Rudy, sejak awal dirinya sudah meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) agar proses lelang bisa tepat waktu dan itu sudah dilaksanakan.

Sayangnya, ketika kontrak kerja sudah dikeluarkan, pemborong yang ditunjuk ternyata lambat mengerjakannya.

Bahkan, kata Rudy, ada yang sama sekali belum dikerjakan meski telah lebih dari 14 hari.

"Jadi kalau sampai Kamis dia (pemborong) tidak melaksanakan, saya batalkan, karena sudah lebih dari 14 hari kontrak, kita ingin tepat waktu," tegasnya.

Baca juga: Ratusan Warga di Garut Diduga Jadi Korban Investasi Bodong, Kerugian Capai Rp 4 Miliar

Rudy mengaku menegur ULP sebagai pihak yang menyelenggarakan lelang pekerjaan perbaikan jalan tersebut.

Sebab, dirinya ingin ULP bisa mendapatkan pengusaha yang benar-benar bonafid dan mengerti juga program pemerintah daerah.

Dengan kondisi saat ini, menurutnya, pembangunan jalan yang terbengkalai nantinya bisa menambah beban kemacetan saat arus mudik.

"(Jalan) Lingkar luar leles itu untuk mudik, sekarang kan tidak bisa digunakan, jadi tambah macet," katanya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum da Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut, Luna Avriantini belum bisa memberikan banyak keterangan terkait keterlambatan pengerjaan perbaikan jalan tersebut karena dirinya sedang mengikuti rapat.

"Sebenarnya semuanya sudah mulai dikerjakan, hanya dikerjakannya malam hari, sesuai arahan dari Satlantas Polres agar tidak mengganggu arus lalu lintas," kata Luna lewat aplikasi pesan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Bahasa Daerah di NTT Disebut Terancam Punah

11 Bahasa Daerah di NTT Disebut Terancam Punah

Regional
Hujan Deras dan Rem Blong Jadi Penyebab Kecelakaan di JLS, Satu Pengemudi Terluka

Hujan Deras dan Rem Blong Jadi Penyebab Kecelakaan di JLS, Satu Pengemudi Terluka

Regional
Jalan Ambles Akibat Banjir di Kabupaten Seram Bagian Barat, Akses Transportasi Darat Lumpuh

Jalan Ambles Akibat Banjir di Kabupaten Seram Bagian Barat, Akses Transportasi Darat Lumpuh

Regional
Polisi Bantah Tembakkan 40 Gas Air Mata Saat Tragedi Kanjuruhan

Polisi Bantah Tembakkan 40 Gas Air Mata Saat Tragedi Kanjuruhan

Regional
Pecatan Brimob Ditembak Polisi Saat Beraksi Mengedarkan Narkoba

Pecatan Brimob Ditembak Polisi Saat Beraksi Mengedarkan Narkoba

Regional
Di Tulungagung, KSAD Dudung Instruksikan Babinsa Cermati Kesulitan Warga

Di Tulungagung, KSAD Dudung Instruksikan Babinsa Cermati Kesulitan Warga

Regional
Tradisi Meludan Wengi dan Meludan Awan, Momen Berkumpul Warga Jawa Tondano Rayakan Maulid Nabi

Tradisi Meludan Wengi dan Meludan Awan, Momen Berkumpul Warga Jawa Tondano Rayakan Maulid Nabi

Regional
Jaksa Minta Bantuan Polisi Tangkap Eks Bendahara BPBD Flores Timur Tersangka Korupsi Dana Covid-19

Jaksa Minta Bantuan Polisi Tangkap Eks Bendahara BPBD Flores Timur Tersangka Korupsi Dana Covid-19

Regional
Nelayan Tambakrejo Semarang Pilih Ganti Profesi Jadi Kuli Bangunan

Nelayan Tambakrejo Semarang Pilih Ganti Profesi Jadi Kuli Bangunan

Regional
KPK dan Anak Alex Noerdin Sama-sama Ajukan Kasasi

KPK dan Anak Alex Noerdin Sama-sama Ajukan Kasasi

Regional
Kronologi Ayah dan Anak Bunuh Seluruh Keluarganya di Lampung, Berawal Ribut soal Warisan

Kronologi Ayah dan Anak Bunuh Seluruh Keluarganya di Lampung, Berawal Ribut soal Warisan

Regional
Tujuh Pekerja Pemasangan Kabel Optik di Kalsel Tersengat Listrik, 2 Tewas

Tujuh Pekerja Pemasangan Kabel Optik di Kalsel Tersengat Listrik, 2 Tewas

Regional
Diguyur Hujan Lebat, Banjir dan Longsor Kepung Banyumas

Diguyur Hujan Lebat, Banjir dan Longsor Kepung Banyumas

Regional
Diimingi Uang, Siswi SMP di Sumbawa Dicabuli Tetangga Beberapa Kali di Kebun Kopi

Diimingi Uang, Siswi SMP di Sumbawa Dicabuli Tetangga Beberapa Kali di Kebun Kopi

Regional
Pakar UNS Sebut Pengusungan FX Rudy sebagai Caleg DPR Dilematis

Pakar UNS Sebut Pengusungan FX Rudy sebagai Caleg DPR Dilematis

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.