Lettu Marinir Ikbal yang Gugur di Papua Berencana Menikah Setelah Lebaran, Sempat Menelepon Sebelum Serangan KKB

Kompas.com - 29/03/2022, 13:52 WIB

KENDARI, KOMPAS.com - Isak tangis keluarga dan kerabat mewarnai pemakaman almarhum Lettu Marinir Anumerta Muhammad Ikbal di kompleks pemakaman keluarga, Desa Anggotoa Kecamatan Anggotoa, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Senin (28/3/2022) malam.

Sebelumnya, Letnan Satu Marinir Anumerta Muhammad Ikbal, gugur dalam serangan Kelompok Separatis Teroris (KST) yang terjadi di Pos Satgas Mupe Kabupaten Nduga Papua, pada Sabtu (26/3/2022) pukul 17.40 Wit.

Pemakaman alumnus terbaik Akademi Militer (Akmil) tahun 2018 itu dipimpin Komandan Lantamal VI Makassar, Laksamana Pertama Benny Sukandar yang dilakukan secara militer.

Jenazah Letnan Satu Marinir Anumerta Muhammad Ikbal diterbangkan dari Timika Papua, dan tiba Terminal Kargo Bandara Haluoleo Kendari, Senin (28/3/2022) pukul 16.45 Wita.

Baca juga: Kisah Pratu Wilson, Korban Gugur Serangan KKB, Jadi Prajurit TNI karena Ikuti Jejak Sang Kakek

 

Kemudian, diterima dengan upacara militer yang dipimpin Komandan Lantamal VI Makassar, Laksamana Pertama Benny Sukandari.

Pemakaman Danpos Satgas Mupe Yonif Marinir-3 itu disaksikan langsung tunangan almarhum. Pasangan ini berencana akan menikah usai Lebaran Idul Fitri tahun ini.

Kepergian anak bungsu dari pasangan Maris-Hartini ini menyisakan duka teramat dalam bagi keluarga.

Kakak ipar mendiang Muhammad Ikbal, Kaharuddin, menuturkan, pagi sebelum kejadian, almarhum sempat menelepon dan menanyakan kondisi ibu dan bapaknya.

"Almarhum menanyakan apakah ibu dan bapaknya sudah makan. Menanyakan keadaan seluruh keluarga, apa yang kami makan dan setiap momen makan bersama dia dikirimkan foto," ungkap Kaharuddin, media pada Senin malam.

 

Cerdas dan penyayang

Kaharuddin mengatakan, adik iparnya itu adalah sosok yang sangat menyayangi keluarga.

Sejak kecil, dikenal sebagai anak yang cerdas dan terbukti almarhum lulus di Akademi Militer sebagai lulusan terbaik pada tahun 2018, dan menjadi Komandan Pos (Danpos) Quary Bawah, Satgas Mupe Yon Marinir III, di Distrik Kenyam, Nduga, Papua.

"Bapak hanya petani serabutan. Mungkin mustahil seorang anak petani menjadi perwira, tetapi dia anak yang cerdas dalam pendidikan dan masyarakat mengetahui itu," ujar dia.

Kaharuddin menceritakan, impian Lettu Marinir (Anm) Muhammad Ikbal untuk menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) sudah terlihat sejak dia masih kecil.

"Setiap pedagang mainan yang melintas akan selalu diberhentikan, dan hanya mainan tentara yang akan almarhum pilih. Enam pedagang yang lewat ditahan semua, dan hanya mainan tentara yang dia ambil," tutur Kaharuddin.

Maris, bapak almarhum menitipkan pesan kepada Panglima tertinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jendral Andika Perkasa agar putra sulungnya bernama Kopda Nanga yang bertugas di Ambon dapat dipindahkan di Kendari.

Baca juga: Pratu Wilson Here Sempat Telepon Keluarga Sebelum Gugur Ditembak KKB

"Kami mohon kepada Panglima TNI, kalau dapat anak saya dikembalikan di Kendari. Karena ketika saya rindu kepada almarhum, saya bisa melihat abangnya," ungkap Maris.

Tak lupa, Maris mengucapkan terima kasih kepada Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa karena anaknya diperkenankan menjadi bagian dari prajurit yang menjaga kedaulatan bangsa dan negara.

"Kami juga berterima kasih kepada seluruh jajaran TNI yang telah memberikan kesempatan kepada anak kami berkarya untuk bangsa dan negara, walaupun dia kembali dalam keadaan gugur. Tetapi, kami bersyukur almarhum dapat dikembalikan di tanah kelahirannya," kata Maris.

Upacara pemakaman Lettu Marinir Anumerta Muhammad Ikbal juga dihadiri Danlanal Kendari, Danrem Haluoleo Kendari, Kapolres Konawe, Kapolres Konawe Utara, Danramil Unaaha serta Jajaran TNI Angkatan Darat, jajaran Angkatan Laut dan Polri Konawe.

 

Bendera setengah tiang

Kepergian Lettu Marinir Anumerta Muhammad Ikbal yang gugur dalam tugas di Papua juga turut dirasakan masyarakat Kabupaten Konawe, khususnya warga Desa Anggatoa.

Warga Desa Anggatoa, Kecamatan Anggotoa, Kabupaten Konawe, mengibarkan bendera setengah tiang untuk berbagi duka atas gugurnya salah satu putra terbaik daerah itu.

Camat Anggatoa Syaifuddin Kalenggo mengatakan, pengibaran bendera setengah tiang tersebut dilakukan oleh warga tanpa adanya perintah atau arahan dari siapapun.

"Murni karena rasa kepedulian dan penghormatan kepada almarhum, warga mengingatkan bendera setengah tiang," ungkap Syaifuddin.

Baca juga: KKB Serang Pos Marinir di Nduga Pakai Granat dan Senjata Api Rampasan, 2 Prajurit TNI Gugur

Ia mengatakan, almarhum merupakan lulusan terbaik Akademi Militer (AKMIL) angkatan ke 63 tahun 2018.

"Almarhum merupakan salah satu putra terbaik Konawe yang mendapat peringkat terbaik ke-5 saat lulus AKMIL," ujar dia.

Hal yang sama juga disampaikan Ruksin, warga Desa Analahambuti, Kecamatan Anggatoa yang juga merupakan keluarga almarhum.

"Almarhum salah satu putra Tolaki terbaik yang mengharumkan nama daerah. Kepergian almarhum sangat dirasakan masyarakat di sini," ucap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Curhat Camat Payakumbuh Dicopot Usai Buat Konten Ala Citayam Fashion Week

Curhat Camat Payakumbuh Dicopot Usai Buat Konten Ala Citayam Fashion Week

Regional
Cerita Warga Non-Muslim Pangalengan Bertahun-tahun Kesulitan Makamkan Jenazah

Cerita Warga Non-Muslim Pangalengan Bertahun-tahun Kesulitan Makamkan Jenazah

Regional
Kronologi Bocah SD Tewas Tersetrum Lampu Penghangat Anak Ayam di Trenggalek

Kronologi Bocah SD Tewas Tersetrum Lampu Penghangat Anak Ayam di Trenggalek

Regional
Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 9 Agustus 2022: Pagi Cerawan, Sore Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 9 Agustus 2022: Pagi Cerawan, Sore Cerah Berawan

Regional
Ternyata Jalur Pikap Masuk Jurang di Ciamis Rawan Kecelakaan, Berikut Deretan Kejadiannya

Ternyata Jalur Pikap Masuk Jurang di Ciamis Rawan Kecelakaan, Berikut Deretan Kejadiannya

Regional
Sambut Hari Kemerdekaan, KAI Berikan Tarif Khusus, Harga Mulai Rp 17.000

Sambut Hari Kemerdekaan, KAI Berikan Tarif Khusus, Harga Mulai Rp 17.000

Regional
Mengenal Bentang Alam Pulau Sumatera, dari Gunung hingga Sungai

Mengenal Bentang Alam Pulau Sumatera, dari Gunung hingga Sungai

Regional
Gelorakan Cinta NKRI di Poso, Satgas Madago Raya Bagikan Bendera Merah Putih ke Warga

Gelorakan Cinta NKRI di Poso, Satgas Madago Raya Bagikan Bendera Merah Putih ke Warga

Regional
Rangkaian Kegiatan Kemerdekaan RI dan HKJB di Bandung, Ada Bazar Bayar dengan Sampah

Rangkaian Kegiatan Kemerdekaan RI dan HKJB di Bandung, Ada Bazar Bayar dengan Sampah

Regional
Jalur Kereta Api Konsep 'Landed', Kota Makassar Terancam Banjir Lebih Besar

Jalur Kereta Api Konsep "Landed", Kota Makassar Terancam Banjir Lebih Besar

Regional
Desy Ratnasari Ungkap Capres yang Masuk Radar PAN Jabar, dari Anies hingga Ganjar Pranowo

Desy Ratnasari Ungkap Capres yang Masuk Radar PAN Jabar, dari Anies hingga Ganjar Pranowo

Regional
Jalan Berbelok, Mobil Pikap yang Tewaskan 8 Orang di Ciamis Melaju Lurus dan Masuk Jurang

Jalan Berbelok, Mobil Pikap yang Tewaskan 8 Orang di Ciamis Melaju Lurus dan Masuk Jurang

Regional
Kisah Warga Semarang Buat Program Menabung Belatung, Hasilnya Menjanjikan

Kisah Warga Semarang Buat Program Menabung Belatung, Hasilnya Menjanjikan

Regional
Beli HP Rp 3,3 Juta dengan Uang Palsu, Jamiludin diringkus Polisi

Beli HP Rp 3,3 Juta dengan Uang Palsu, Jamiludin diringkus Polisi

Regional
Pengendara Motor Tewas Tertimpa Pohon Saat Hujan Disertai Angin Kencang di Pematangsiantar

Pengendara Motor Tewas Tertimpa Pohon Saat Hujan Disertai Angin Kencang di Pematangsiantar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.