Ibu yang Buang Bayi ke Sumur Mengaku Sering Dirundung Tetangga, Ahli Ungkap Bahaya "Bullying"

Kompas.com - 28/03/2022, 17:55 WIB

KOMPAS.com - Kasus seorang ibu di Jember, Jawa Timur, yang tega membuang bayinya sendiri menjadi sorotan.

FN, pada Rabu (23/3/2022) lalu, juga telah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi.

"Ibu dari bayi itu sudah kami tetapkan sebagai tersangka,"kata Kasat Reskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna, kepada Kompas.com, Minggu (27/2/2022).

Dalam penyelidikan, FN mengaku sering mendapat perundungan karena tidak memberikan air susu ibu (ASI).

“Tersangka FN mengaku sering dibully, dianggap wanita kurang sempurna karena bayinya tidak diberi ASI," ungkapnya.

Baca juga: Usai Buang Bayinya ke Sumur, Ibu di Jember Pura-pura Panik dan Ikut Mencari Korban

Dampak perundungan

Sementara itu, menurut psikolog dari Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta, Cornelius Siswa Widyatmoko, tindakan bullying atau perundungan berpotensi memunculkan emosi atau rasa marah dari korban. 

Reaksi terhadap perundungan itu juga tergantung dengan karakter seseorang.

"Bila bully ke orang yang kuat, bisa membuat orang tersebut makin kuat. Tapi kalau yang dibully orang yang lemah, maka efeknya bisa parah atau berjangka panjang," katanya kepada Kompas.com, Senin (28/3/2022).  

Sementara dalam kasus di atas, kata Siswa, bullying soal ASI memicu kemarahan FN terhadap dirinya sendiri. 

 

"Kemarahan FN tersebut dipicu karena dia tidak bisa memberi ASI, dan dibully oleh tetangganya karena tidak memberi ASI ke anaknya. Dari kedua faktor tsb, yg paling signifikan dlm tindakan agresif adalah faktor," katanya. 

Ilustrasi stres.PEXELS/DAVID GARRISON Ilustrasi stres.
"Singkatnya, reaksi tersebut bisa bergerak dari reaksi yang sangat menekan diri sendiri, misalnya stres, minder, bahkan menyakiti diri sendiri. Lalu, reaksi yang sangat menekan orang lain, seperti marah-marah atau memukul," tambahnya.

Dalam kasus FN, kata Siswa, diduga bukan karena mutlak faktor bully, tetapi lebih ke tindakan agresif.

Baca juga: Dirundung karena Beri Susu Formula, Ibu di Jember Lempar Bayinya ke Sumur

Sementara itu, lanjut Siswa, masyarakat diharapkan mengerti dampak psikologis dari tindakan bullying. 

"Dalam konteks edukasi ke masyarakat, memang sebaiknya orang tidak membully, terutama pada orang yang secara mental atau fisik lemah," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AC Alami Korsleting, Ruang Karaoke Hotel di Cilacap Terbakar

AC Alami Korsleting, Ruang Karaoke Hotel di Cilacap Terbakar

Regional
Tersangka Geng Motor yang Buat Gaduh Banyumas Terancam 10 Tahun Kurungan

Tersangka Geng Motor yang Buat Gaduh Banyumas Terancam 10 Tahun Kurungan

Regional
Batal Diproses Hukum, Dugaan Pelecehan Istri Kasat Lantas Madiun Dianggap Selesai Setelah Mediasi

Batal Diproses Hukum, Dugaan Pelecehan Istri Kasat Lantas Madiun Dianggap Selesai Setelah Mediasi

Regional
Polisi Ungkap Kronologi Kecelakaan 2 Truk di Tol Ngawi-Solo

Polisi Ungkap Kronologi Kecelakaan 2 Truk di Tol Ngawi-Solo

Regional
Kronologi Ibu di Tasikmalaya Meninggal Usai Balap Karung, Sempat Pingsan Terbentur Aspal

Kronologi Ibu di Tasikmalaya Meninggal Usai Balap Karung, Sempat Pingsan Terbentur Aspal

Regional
Tanggapi Kasus Penembakan Kucing di Sesko TNI Bandung, KSAD Dudung: Oh Kucing

Tanggapi Kasus Penembakan Kucing di Sesko TNI Bandung, KSAD Dudung: Oh Kucing

Regional
Tiga Kali Masuk Penjara dalam Lima Tahun, Pria Asal Trenggalek Ngaku Tak Punya Tempat Tinggal Lagi

Tiga Kali Masuk Penjara dalam Lima Tahun, Pria Asal Trenggalek Ngaku Tak Punya Tempat Tinggal Lagi

Regional
Mahasiswa KKN di Lombok Ditemukan Meninggal Dalam Posisi Duduk

Mahasiswa KKN di Lombok Ditemukan Meninggal Dalam Posisi Duduk

Regional
Kronologi Pembunuhan Purnawirawan TNI di Lembang dan Kecaman GM FKPPI Tasikmalaya

Kronologi Pembunuhan Purnawirawan TNI di Lembang dan Kecaman GM FKPPI Tasikmalaya

Regional
Bocah 5 Tahun di Riau Tewas Dilempar Parang oleh Abangnya Sendiri

Bocah 5 Tahun di Riau Tewas Dilempar Parang oleh Abangnya Sendiri

Regional
10 Hari Terombang-ambing di Tengah Laut, Pria asal Parepare Ditemukan Lemas

10 Hari Terombang-ambing di Tengah Laut, Pria asal Parepare Ditemukan Lemas

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 18 Agustus 2022

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 18 Agustus 2022

Regional
Jojo, Anjing di Bali yang Mati Ditembak Orang Tak Dikenal dengan Senapan Angin

Jojo, Anjing di Bali yang Mati Ditembak Orang Tak Dikenal dengan Senapan Angin

Regional
Dua Kakak Beradik ODGJ Dikurung Puluhan Tahun hingga Lumpuh, Hanya Dirawat Lansia

Dua Kakak Beradik ODGJ Dikurung Puluhan Tahun hingga Lumpuh, Hanya Dirawat Lansia

Regional
Kala 'Ojo Dibandingke' Menggoyang Istana, Jadi Potret Musisi Daerah 'Kuasai' Jakarta...

Kala "Ojo Dibandingke" Menggoyang Istana, Jadi Potret Musisi Daerah "Kuasai" Jakarta...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.