Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Antisipasi Kelangkaan Selama Ramadhan, Polisi dan Anggota TNI Buat Minyak Kelapa Bersama Warga

Kompas.com - 28/03/2022, 10:18 WIB
Defriatno Neke,
Teuku Muhammad Valdy Arief

Tim Redaksi

BUTON, KOMPAS.com– Untuk mengantisipasi kelangkaan minyak goreng selama Ramadan, anggota Bhabinkamtibmas dan Babinsa bersama warga Desa Wabula, Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, membuat minyak goreng dari kelapa. 

Anggota TNI dan Polri ini kemudian membuat beberapa kelompok dari warga desa sebagai tim pembuat minyak goreng kelapa. 

Bhabinkamtibmas Polsek Wabula Bripka La Sahari dan Babinsa Wabula Serda Nazam menyatakan kelompok ini dibuat karena melihat minyak goreng saat ini semakin mahal dan mulai langka di pasaran. 

 “Awalnya kami melihat langkanya minyak goreng dan berimbas kepada desa binaan kami berdua, sehingga saya bersama pak Babinsa, Serda Nazam, berdiskusi dengan kepala desa, bagaimana menumbuhkan kembali minat warga untuk membuat minyak goreng sendiri,” kata Bripka La Sahari, Senin (28/3/2022). 

Baca juga: Meski Stok Aman, Harga Jual Minyak Goreng Curah Batam di Atas HET

Desa Wabula yang berada di tepi pantai ini, selain merupakan desa yang penduduknya nelayan, juga merupakan desa penghasil kelapa.

“Kami berdiskusi karena mendekati lebaran bisa semakin langka ini minyak, sehingga kami sepakat membuat tim kelompok-kelompok pembuat minyak yang anggotanya ibu-ibu PKK semua,” ujar Sahari. 

Tim tersebut terbagi dalam empat kelompok yang disebar dalam wilayah Desa Wabula sendiri dan sekitarnya. 

Untuk bahan baku kelapa juga sangat mudah didapatkan karena kelapa banyak tumbuh di sekitar rumah dan kebun warga. 

Baca juga: Komentar Megawati soal Minyak Goreng di Mata Budayawan: Momentum Berdikari dan Pantang Menyerah

Sebagai langkah awal, tim tersebut telah membuat minyak goreng dengan menggunakan 100 biji kelapa yang dimasak di rumah warga. 

Selanjutnya secara bergotong royong, warga mulai mengupa kelapa dan diparut kemudian diambil santannya lalu dimasak.

 

Setelah sekitar 3-4 jam dimasak, santan tadi berubah menjadi minyak goreng 30 botol ukuran 0,6 liter. 

“Tahap awal ini, kami bagikan dahulu kepada kelompok-kelompok, nanti dilihat kalau mendekati lebaran dan hasilnya mulai banyak kami akan bagikan ke warga juga,” ucap Serda Nazam. 

Sementara itu, Hartika, warga Desa Waula, mengatakan, dibentuknya kelompok pembuat minyak goreng ini sangat membantu bagi warga.

 Baca juga: Tinjau Pasar Wonokromo Surabaya, Kapolri Minta Jangan Terjadi Kelangkaan Minyak Goreng Curah

“Kami membuat minyak goreng kelapa ini supaya ibu-ibu desa wabula dapat menghemat biaya harga minyak goreng,” kata Hartika. 

Menurut Hartika, harga minyak goreng di desa wabula saat ini mahal sekali mengalami hingga tiga kali lipat dari harga sebelumnya. 

Ia menambahkan, dalam sebulan kelompok ini dapat membuat minyak goreng kelapa  sebanyak delapan hingga sembilan kali.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Perayaan Waisak, Ada Pelarungan Pelita di Sekitar Candi Borobudur

Perayaan Waisak, Ada Pelarungan Pelita di Sekitar Candi Borobudur

Regional
Goa Garunggang di Bogor: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Goa Garunggang di Bogor: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Regional
Longsor di Maluku Tengah, Satu Rumah Warga Ambruk

Longsor di Maluku Tengah, Satu Rumah Warga Ambruk

Regional
Kunjungi Bocah Korban Kekerasan Seksual, Walkot Pematangsiantar Beri Motivasi hingga Santunan

Kunjungi Bocah Korban Kekerasan Seksual, Walkot Pematangsiantar Beri Motivasi hingga Santunan

Regional
Pemkot Semarang Raih Opini WTP 8 Kali Berturut-turut, Mbak Ita: Cambuk agar Lebih Baik

Pemkot Semarang Raih Opini WTP 8 Kali Berturut-turut, Mbak Ita: Cambuk agar Lebih Baik

Regional
Organisasi Guru di Demak Tolak Larangan Study Tour, Ini Kata Mereka

Organisasi Guru di Demak Tolak Larangan Study Tour, Ini Kata Mereka

Regional
Teknisi di Lampung Gondol Rp 1,3 Miliar, Curi dan Jual Data Internet

Teknisi di Lampung Gondol Rp 1,3 Miliar, Curi dan Jual Data Internet

Regional
Warga Cepu Temukan Fosil Gading Gajah Purba, Diduga Berusia 200.000 Tahun

Warga Cepu Temukan Fosil Gading Gajah Purba, Diduga Berusia 200.000 Tahun

Regional
Video Viral Seorang Pria di Kupang Dipukul Pakai Kayu di Tangan hingga Pingsan, Kasus Berujung ke Polisi

Video Viral Seorang Pria di Kupang Dipukul Pakai Kayu di Tangan hingga Pingsan, Kasus Berujung ke Polisi

Regional
Pembunuh Kekasih Sesama Jenis di Banten Dituntut 16 Tahun Penjara

Pembunuh Kekasih Sesama Jenis di Banten Dituntut 16 Tahun Penjara

Regional
Saat Angka Kasus Stunting di Kendal Naik 4,9 Persen...

Saat Angka Kasus Stunting di Kendal Naik 4,9 Persen...

Regional
MK Tolak Permohonan PHPU, KPU Banyumas Segera Tetapkan Caleg Terpilih

MK Tolak Permohonan PHPU, KPU Banyumas Segera Tetapkan Caleg Terpilih

Regional
16 Pekerja Migran Nonprosedural di Batam Berenang dari Tengah Laut

16 Pekerja Migran Nonprosedural di Batam Berenang dari Tengah Laut

Regional
Pimpinan Ponpes di Inhu Cabuli 8 Siswanya

Pimpinan Ponpes di Inhu Cabuli 8 Siswanya

Regional
'Long Weekend', Daop 5 Purwokerto Tambah Tempat Duduk KA Tujuan Jakarta dan Jember

"Long Weekend", Daop 5 Purwokerto Tambah Tempat Duduk KA Tujuan Jakarta dan Jember

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com