Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

[POPULER NUSANTARA] KSAD TPNPB Wilayah Tabi Kembali ke NKRI | Respons Rudy terhadap Pernyataan Megawati soal Minyak Goreng

Kompas.com - 25/03/2022, 05:49 WIB
Reza Kurnia Darmawan

Editor

KOMPAS.com - Kepala Staf Angkatan Darat Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (KSAD TPN-PB) wilayah Tabi, Alex Ruyaweri Yessi Makabori (70), berikrar kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal itu Alex sampaikan dalam pernyataan resmi di Aula Obhe Reay May Polres Jayapura, Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu (23/3/2022).

Seusai mengucapkan ikrar tersebut, Alex mencium bendera Merah Putih.

Berita populer lainnya adalah seputar respons FX Hadi Rudyatmo terkait pernyataan Megawati Soekarnoputri soal minyak goreng.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kota Solo itu menilai, apa yang disampaikan Megawati ditujukan kepada kaum elite pemangku kebijakan.

Pria yang kerap disapa Rudy ini menganggap bahwa lewat ucapan itu, Megawati meminta para elite mengadakan musyawarah untuk menentukan kebijakan yang paling tepat bagi rakyat.

Berikut berita-berita yang menjadi sorotan pembaca pada Jumat (24/3/2022).

1. Kembali ke NKRI, KSAD TPNPB wilayah Tabi cium bendera Merah Putih

Kepala Staf Angkatan Darat Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (KASAD TPN-PB) Wilayah Tabi, Alex Ruyaweri Yessi Makabori (70), saat menyerahkan dokumen menyangkut dengan TPN-PB kepada pihak Kepolisian Polres Jayapura, Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu (23/03/2022).KOMPAS.COM/Roberthus Yewen Kepala Staf Angkatan Darat Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (KASAD TPN-PB) Wilayah Tabi, Alex Ruyaweri Yessi Makabori (70), saat menyerahkan dokumen menyangkut dengan TPN-PB kepada pihak Kepolisian Polres Jayapura, Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu (23/03/2022).

KSAD TPN-PB wilayah Tabi, Alex Ruyaweri Yessi Makabori (70), mencium bendera Merah Putih seusai berikrar kembali ke NKRI.

Selain itu, Alex juga menyerahkan sejumlah barang, yaitu dokumen-dokumen TPN-PB, peluru hampa 20 butir, dan baju loreng berpangkat jenderal bintang 3.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Kepolisian Resor (Polres) Jayapura Iptu Muhammad Rizka mengatakan, Alex Ruyaweri Yessi Makabori merupakan sosok aktif dalam organisasi TPNPB.

Ia menjabat Kepala Staf Angkatan Darat TPN-PB wilayah Tabi dengan pangkat jenderal bintang 3.

Usai kembali ke pangkuan NKRI, Alex mengucapkan terima kasih kepada Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua dan Kapolres Jayapura.

"Dia ucapkan terima kasih kepada Kapolda Papua dan Kapolres Jayapura karena telah membinanya dan menyadarkannya untuk kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Rizka, Rabu (23/3/2022).

Baca selengkapnya: Cium Bendera Merah Putih, KSAD TPN-PB Wilayah Tabi Kembali ke Pangkuan NKRI

2. Tanggapan Rudy atas pernyataan Megawati soal minyak goreng

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kota Solo, FX Hadi RudyatmoKOMPAS.COM/Fristin Intan Sulistyowati Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo

Ketua DPC PDI-P Kota Solo FX Hadi Rudyatmo angkat suara atas pernyataan Megawati Soekarnoputri soal minyak goreng.

Rudy, sapaannya, menuturkan bahwa apa yang disampaikan Megawati semata-mata untuk para kaum elite pemangku kebijakan.

“Namun, apa yang dibicarakan Mbak Mega adalah bahasa Jawa-nya digodok. Para elite politik agar menggodok, merumuskan, supaya tidak antre minyak goreng bagaimana," ucapnya di Solo, Kamis.

Menurutnya, arti kata menggodok ialah merumuskan sebuah kebijakan atau solusi atas apa yang dialami rakyat, terutama pada kondisi seperti sekarang.

"Kalau saya sebagai orang Jawa, bilang digodok itu dibicarakan. Dimasak dulu, dicarikan solusinya dulu dibicarakan supaya tidak antre minyak. Tapi penyampaian seperti itu saya tidak mau mengomentari," ungkapnya.

Baca selengkapnya: Megawati Dicibir Tak Berempati hingga Kerupuk Direbus, Ini Kata Fx Hadi Rudyatmo

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

3 Terdakwa Kasus Korupsi Proyek Irigasi Lembudud Dijatuhi Hukuman Berbeda

3 Terdakwa Kasus Korupsi Proyek Irigasi Lembudud Dijatuhi Hukuman Berbeda

Regional
Oknum Sipir Rutan di NTT Diduga Aniaya Warga

Oknum Sipir Rutan di NTT Diduga Aniaya Warga

Regional
Penyebab Dieng Membeku Saat Kemarau, Suhu Terendah Capai Minus 1,2 Derajat

Penyebab Dieng Membeku Saat Kemarau, Suhu Terendah Capai Minus 1,2 Derajat

Regional
3 Warga Hilang di Hutan Teluk Bintuni

3 Warga Hilang di Hutan Teluk Bintuni

Regional
Absen Saat Tes Kompetensi, 1 Peserta Gugur dari Seleksi Anggota KPID Jateng

Absen Saat Tes Kompetensi, 1 Peserta Gugur dari Seleksi Anggota KPID Jateng

Regional
Gempa M 5,7 Guncang Yalimo

Gempa M 5,7 Guncang Yalimo

Regional
Sederet Fakta Anak Bunuh Ayah di Kebumen, dari Sakit Hati lalu Kabur ke Hutan

Sederet Fakta Anak Bunuh Ayah di Kebumen, dari Sakit Hati lalu Kabur ke Hutan

Regional
Mari Bantu Kakek Geong yang Hidup di Gubuk Reyot Sendirian

Mari Bantu Kakek Geong yang Hidup di Gubuk Reyot Sendirian

Regional
Kapolda Jateng Datangi Sukolilo Pati, Minta Warga Tak Main Hakim Sendiri

Kapolda Jateng Datangi Sukolilo Pati, Minta Warga Tak Main Hakim Sendiri

Regional
Jurus Pemda Selamatkan RSUD Nunukan agar Tak Kolaps, Kucurkan Dana dari BTT dan APBD Perubahan

Jurus Pemda Selamatkan RSUD Nunukan agar Tak Kolaps, Kucurkan Dana dari BTT dan APBD Perubahan

Regional
Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini Jumat 21 Juni 2024, dan Besok : Pagi ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini Jumat 21 Juni 2024, dan Besok : Pagi ini Hujan Ringan

Regional
Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini Jumat 21 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini Jumat 21 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Regional
Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Jumat 21 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Jumat 21 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Regional
Usai Bunuh Ayah Kandung, Ngadimin Lukai Diri Sendiri dan Sempat Berobat ke Puskesmas

Usai Bunuh Ayah Kandung, Ngadimin Lukai Diri Sendiri dan Sempat Berobat ke Puskesmas

Regional
Asa Petani Karanganyar Menghadapi Kemarau Panjang

Asa Petani Karanganyar Menghadapi Kemarau Panjang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com