Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rumah Makan Padang Terbakar akibat Regulator Tabung Gas Bocor, 1 Orang Terluka

Kompas.com - 11/03/2022, 16:08 WIB
Bayu Apriliano,
Teuku Muhammad Valdy Arief

Tim Redaksi

PURWOREJO, KOMPAS.com - Akibat regulator gas yang bocor, salah satu rumah makan Padang di Kelurahan Mranti, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, terbakar.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, tapi seorang karyawan mengalami luka ringan di tangannya.

Kepala Seksi Pemadaman Penyelamatan dan Investigasi Satuan Polisi Pamong Praja Purworejo Rubino menjelaskan, kebakaran tersebut terjadi pada Jumat (11/3/2022) sekitar 08.10 WIB.

Baca juga: Kebakaran Hanguskan 4 Ruko di Balikpapan, 4 Orang Tewas

Sebanyak dua unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk memadamkan api.

"Korban luka satu orang (luka ringan di lengan), kejadian bermula saat juru masak rumah makan sedang memasak, tiba-tiba regulator gas mengalami kebocoran dan api langsung menyambar," kata Rubino pada Jumat (11/3/2022) pagi.

Rubino menambahkan, setelah api menyambar regulator gas yang bocor, kemudian juru masak bergegas menyelamatkan diri melewati jendela dapur.

Setelah berhasil keluar dari dapur, juru masak tersebut lalu meminta bantuan sekitar dan langsung menghubungi Damkar kabupaten Purworejo.

"Regu Piket Mako Damkar dan anggota fungsional damkar setelah menerima laporan langsung berangkat ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan penanganan," katanya.

Baca juga: Minyak Goreng di Toko Modern Purworejo 5 Hari Kosong, di Pasaran Langka dan Harga melambung Tinggi

Karena pemilik warung makan cepat langsung menghubungi pemadam kebakaran, maka kobaran api tidak menjalar ke bangunan lain.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Stigma terhadap Aceh Bakal Menguat jika BNN Razia Kuliner Mengandung Ganja

Stigma terhadap Aceh Bakal Menguat jika BNN Razia Kuliner Mengandung Ganja

Regional
Hapus Stigma Makanan Aceh Mengandung Ganja, BNN Bakal Razia Rumah Makan

Hapus Stigma Makanan Aceh Mengandung Ganja, BNN Bakal Razia Rumah Makan

Regional
Remaja di Kupang Tikam Seorang Pria karena Dianiaya Saat Melintas di Acara Pesta Ulang Tahun

Remaja di Kupang Tikam Seorang Pria karena Dianiaya Saat Melintas di Acara Pesta Ulang Tahun

Regional
Berendam di Pemandian Air Panas, Warga Ambarawa Meninggal Usai Membasahi Kaki

Berendam di Pemandian Air Panas, Warga Ambarawa Meninggal Usai Membasahi Kaki

Regional
Ikut Penjaringan Pilkada di Empat Partai, Sekda Semarang: Kehendak Semesta

Ikut Penjaringan Pilkada di Empat Partai, Sekda Semarang: Kehendak Semesta

Regional
Perayaan Waisak, Ada Pelarungan Pelita di Sekitar Candi Borobudur

Perayaan Waisak, Ada Pelarungan Pelita di Sekitar Candi Borobudur

Regional
Goa Garunggang di Bogor: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Goa Garunggang di Bogor: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Regional
Longsor di Maluku Tengah, Satu Rumah Warga Ambruk

Longsor di Maluku Tengah, Satu Rumah Warga Ambruk

Regional
Kunjungi Bocah Korban Kekerasan Seksual, Walkot Pematangsiantar Beri Motivasi hingga Santunan

Kunjungi Bocah Korban Kekerasan Seksual, Walkot Pematangsiantar Beri Motivasi hingga Santunan

Regional
Pemkot Semarang Raih Opini WTP 8 Kali Berturut-turut, Mbak Ita: Cambuk agar Lebih Baik

Pemkot Semarang Raih Opini WTP 8 Kali Berturut-turut, Mbak Ita: Cambuk agar Lebih Baik

Regional
Organisasi Guru di Demak Tolak Larangan Study Tour, Ini Kata Mereka

Organisasi Guru di Demak Tolak Larangan Study Tour, Ini Kata Mereka

Regional
Teknisi di Lampung Gondol Rp 1,3 Miliar, Curi dan Jual Data Internet

Teknisi di Lampung Gondol Rp 1,3 Miliar, Curi dan Jual Data Internet

Regional
Warga Cepu Temukan Fosil Gading Gajah Purba, Diduga Berusia 200.000 Tahun

Warga Cepu Temukan Fosil Gading Gajah Purba, Diduga Berusia 200.000 Tahun

Regional
Video Viral Seorang Pria di Kupang Dipukul Pakai Kayu di Tangan hingga Pingsan, Kasus Berujung ke Polisi

Video Viral Seorang Pria di Kupang Dipukul Pakai Kayu di Tangan hingga Pingsan, Kasus Berujung ke Polisi

Regional
Pembunuh Kekasih Sesama Jenis di Banten Dituntut 16 Tahun Penjara

Pembunuh Kekasih Sesama Jenis di Banten Dituntut 16 Tahun Penjara

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com