[POPULER REGIONAL] Menggagas Bali Bebas Karantina | Puluhan Ribu Liter Minyak Goreng Diduga Ditimbun

Kompas.com - 09/03/2022, 05:16 WIB

KOMPAS.com - Berita soal risiko munculnya mutasi baru virus Corona seiring kebijakan bebas karantina bagi turid di Bali menjadi sorotan pembaca.

Sejumlah ahli berpendapat, kebijakan itu seperti angin segar bagi kebangkitan dunia pariwisata di Bali.

Di sisi lain situasi itu harus disertai dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Sementara itu, berita dugaan penimbunan puluhan ribu liter minyak goreng di Kalimantan Selatan (Kalsel) juga menyita perhatian.

Berikut ini berita populer regional secara lengkap:

1. Uji coba Bali bebas karantina

Ilustrasi corona virus (Covid-19)shutterstock Ilustrasi corona virus (Covid-19)

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan, kebijakan Bali bebas karantina telah mempertimbangkan risikonya dengan penuh kehati-hatian dan kewaspadaan.

"90 persen masyarakat Bali sudah memiliki antibodi Covid-19, situasi pandemi di Bali juga menurun signifikan, Batam, Bintan juga sangat menggembirakan," kata Sandiaga dalam konferensi pers pada Senin (7/3/2022).

Namun, epidemiolog dari Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono menyebut bahwa kebijakan itu berpotensi membuat Bali sebagai "lumbung kasus" yang memicu mutasi baru virus corona.

Baca berita selengkapnya: Bali Bebas Karantina, antara Angin Segar Pariwisata dan Risiko Munculnya Mutasi Baru Virus

2. Dugaan penimbunan puluhan ribu liter minyak goreng

Petugas Krimsus Polda Kalsel memperlihatkan minyak goreng hasil penimbunan saat gelar perkara, Selasa (8/3/2022). KOMPAS.com/ANDI MUHAMMAD HASWAR Petugas Krimsus Polda Kalsel memperlihatkan minyak goreng hasil penimbunan saat gelar perkara, Selasa (8/3/2022).

Direktur Kriminal Khusus Polda Kalsel Kombes Suhasto menjelaskan bahwa dari hasil penyelidikan telah menemukan 1.000 dus minyak goreng berbagai merek.

"Setelah kami hitung, totalnya ada 31.320 liter berbagai merek yang kita amankan. Gudang penyimpanannya sudah kami garis polisi," ujarnya, Selasa (8/3/2022).

Selain menyita puluhan ribu liter minyak goreng, pelaku penimbunan juga ditangkap.

Baca berita selengkapnyaa: Dugaan Penimbunan Minyak Goreng di Banjar Kalsel Dibongkar, Puluhan Ribu Liter Disita

3. Curhat Sutikah rumahnya diblokir tetangga

Kondisi rumah Sutikah (55) wanita lanjut usia asal Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah yang ditutup tembok oleh tetangganya, Senin (7/3/2022).DOKUMEN POLRES KUDUS Kondisi rumah Sutikah (55) wanita lanjut usia asal Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah yang ditutup tembok oleh tetangganya, Senin (7/3/2022).

Seorang wanita di Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Sutikah (55), hanya bisa melihat rumahnya diblokir dengan tembok oleh tetangganya sendiri, Sunarsih (63).

Tembok sepanjang 10 meter dengan tinggi 2,3 meter itu sengaja diwujudkan sebagai dinding penghalang untuk keluarga Sutikah keluar masuk rumah.
"Praktis tak bisa keluar masuk rumah karena merupakan satu-satunya akses jalan. Tak ada akses jalan lain akibat tertutup rumah tetangga lainnya," kata Camat Mejobo Aan Fitriyanto.

Menurutnya, kedua warganya itu sudah lama tak memiliki hubungan baik.

Baca berita selengkapnya: Kisah Sutikah Rumahnya Diblokir Tembok Tetangganya, Sering Cekcok hingga Mengumpat Busuk di Neraka

4. Terungkap, kasus pemalsuan hasil rapid test di Banyuwangi

Ilustrasi rapid test.AP/CECILIA FABIANO/LAPRESSE via ABC INDONESIA Ilustrasi rapid test.

Kasus pemalsuan surat hasil tes cepat (rapid test) antigen di Pelabuhan Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, akhirnya terungkap.

Hal itu setelah petugas melakukan pemeriksaan terhadap rombongan calon penyeberang Selat Bali.

"Dari jumlah 44 penumpang, 23 orang dicolok atau rapid test antigen sungguhan. Sedangkan yang 21 tidak dicolok, tapi surat hasil rapid-nya keluar,” kata Kapolsek Kawasan Pelabuhan Tanjungwangi (KPT) AKP Ali Masduki melalui keterangan tertulis, Senin (7/3/2022).

Baca berita selengkapnya: Pemalsuan Surat Hasil Antigen di Banyuwangi Terungkap dari Rombongan Peziarah Asal Jakarta

5. Pelaku pembunuhan 3 orang diduga ODGJ

Suasana rumah Kasianto, salah korban pembacokan, di Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.KOMPAS.com/M.AGUS FAUZUL HAKIM Suasana rumah Kasianto, salah korban pembacokan, di Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

R, warga Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kediri, Jawa Timur, mengamuk dan menyerang sejumlah warga. Akibatnya, tiga orang tewas dan tujuh lainnya luka-luka.

Kepala Desa Pojok Darwanto menyebutkan bahwa R tak memiliki riwayat gangguan kejiwaan.

"Kalau ada indikasi itu, kan, sudah pasti sudah diurus oleh desa. Makanya saya terkejut mendengar adanya informasi soal ODGJ itu," ujar Darwanto kepada Kompas.com, Senin (7/3/2022).

Baca berita selengkapnya: Soal Pelaku Penyerangan di Kediri Diduga Alami Gangguan Kejiwaan, Ini Kata Kades

(Penulis: Kontributor Banyuwangi, Ahmad Su'udi, Kontributor Kediri, M Agus Fauzul Hakim | Editor : Dheri Agriesta, Robertus Belarminus, Phytag Kurniati)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rusak Aset Negara, Kejari Bengkulu Paksa Tambang Batubara Bayar Denda Rp 961 Juta

Rusak Aset Negara, Kejari Bengkulu Paksa Tambang Batubara Bayar Denda Rp 961 Juta

Regional
Warga di Lombok Timur Jadi Korban Begal, Pelaku Tusuk Pakai Tulang Ikan Pari

Warga di Lombok Timur Jadi Korban Begal, Pelaku Tusuk Pakai Tulang Ikan Pari

Regional
Beredar Video Oknum Guru PNS di Belitung, Diduga Kekerasan pada Murid

Beredar Video Oknum Guru PNS di Belitung, Diduga Kekerasan pada Murid

Regional
Mengaku Bisa Gandakan Uang, Kakek 69 Tahun di Pontianak Cabuli Anak di Bawah Umur

Mengaku Bisa Gandakan Uang, Kakek 69 Tahun di Pontianak Cabuli Anak di Bawah Umur

Regional
Hasil Otopsi Guru TK yang Dibunuh di Lombok Barat, Korban Hamil 2 Minggu

Hasil Otopsi Guru TK yang Dibunuh di Lombok Barat, Korban Hamil 2 Minggu

Regional
Menilik Filosofi Dolomani, Pakaian Adat Kesultanan Buton yang Disiapkan untuk Jokowi Saat HUT Ke-77 RI

Menilik Filosofi Dolomani, Pakaian Adat Kesultanan Buton yang Disiapkan untuk Jokowi Saat HUT Ke-77 RI

Regional
Mengapa Kerajaan Singasari Melakukan Ekspedisi Pamalayu?

Mengapa Kerajaan Singasari Melakukan Ekspedisi Pamalayu?

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ferdy Sambo dan Istri Dilaporkan Balik | Keluarga Tandu Jenazah 13 Km gara-gara Tak Dapat Ambulans

[POPULER NUSANTARA] Ferdy Sambo dan Istri Dilaporkan Balik | Keluarga Tandu Jenazah 13 Km gara-gara Tak Dapat Ambulans

Regional
Cerita Ketua RT yang Ikut Timsus Bareskrim Periksa Rumah Sambo di Magelang

Cerita Ketua RT yang Ikut Timsus Bareskrim Periksa Rumah Sambo di Magelang

Regional
Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 16 Agustus 2022: Pagi Cerah dan Sore Berawan

Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 16 Agustus 2022: Pagi Cerah dan Sore Berawan

Regional
Pelaku yang Sekap dan Perkosa Siswi SMP di Pati hingga Hamil Ditangkap, Ternyata Residivis Pencabulan Anak di Bawah Umur

Pelaku yang Sekap dan Perkosa Siswi SMP di Pati hingga Hamil Ditangkap, Ternyata Residivis Pencabulan Anak di Bawah Umur

Regional
Bendera Penghias Jalan Desa di Purworejo Dicuri, Hanya Tersisa Tiangnya Saja

Bendera Penghias Jalan Desa di Purworejo Dicuri, Hanya Tersisa Tiangnya Saja

Regional
Bupati Kukuhkan Anggota Paskibraka Kabupaten Purworejo

Bupati Kukuhkan Anggota Paskibraka Kabupaten Purworejo

Regional
Ulah Oknum Polisi di Sumsel, Bobol Mesin ATM untuk Bayar Utang Judi Online, Pelaku Sudah 2 Kali Beraksi

Ulah Oknum Polisi di Sumsel, Bobol Mesin ATM untuk Bayar Utang Judi Online, Pelaku Sudah 2 Kali Beraksi

Regional
5 Sumber Sejarah Kerajaan Majapahit

5 Sumber Sejarah Kerajaan Majapahit

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.