Kompas.com - 08/03/2022, 16:42 WIB

JAYAPURA, KOMPAS.com - Beby Tabuni, salah satu dari delapan orang yang tewas akibat penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Beoga, telah dimakamkan di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Selasa (8/3/2022).

Pemakaman berlangsung khidmat dan diikuti seluruh komponen masyarakat Puncak, termasuk Kepala Suku Besar Kabupaten Puncak Abelom Kogoya.

Usai pemakaman, Abelom mengutuk tindakan KKB yang terus saja menyebabkan jatuhnya korban jiwa, termasuk masyarakat asli Papua.

"Saya menolak kehadiran KKB untuk masuk kembali ke Puncak," kata Abelom melalui keterangan tertulis, Selasa.

Abelom menegaskan, sebagai kepala suku besar yang membawahi seluruh suku di Puncak, ia tidak menginginkan lagi adanya korban jiwa akibat konflik bersenjata.

Baca juga: Jenazah Delapan Pekerja PTT Akan Dimakamkan di Kampung Halaman Masing-masing

Ia hanya menginginkan wilayahnya bisa dibangun dan kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan.

"Saya tidak mau lagi mereka datang tembak-tembak tempat saya, kalau mereka berbuat lagi saya minta aparat keamanan langsung amankan mereka dan diproses," kata dia.

Ia pun memandang KKB bukan masyarakat Papua karena tega membunuh sesama dan terus saja menebar ketakutan bagi masyarakat.

"Kalau dianggap saudara tidak mungkin anak ini Beby Tabuni mereka bunuh, mereka cuma buat hancur kota ini, mereka bakar, mereka membunuh," kata Abelon.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Aipda Dwi Cahyo yang Viral karena Menangis Saat Kakinya Dibasuh Anak SD

Kisah Aipda Dwi Cahyo yang Viral karena Menangis Saat Kakinya Dibasuh Anak SD

Regional
Cerita Rakyat Papua, Asal-usul Penyebaran Suku-suku di Merauke

Cerita Rakyat Papua, Asal-usul Penyebaran Suku-suku di Merauke

Regional
[POPULER NUSANTARA] Mbah Kerto Miliarder Asal Desa Ranupane | Pengantin Gelar Pernikahan di Metaverse

[POPULER NUSANTARA] Mbah Kerto Miliarder Asal Desa Ranupane | Pengantin Gelar Pernikahan di Metaverse

Regional
Marak Tawuran Geng Motor di Bandar Lampung, Polisi Amankan 9 Remaja Mabuk di Pinggir Jalan

Marak Tawuran Geng Motor di Bandar Lampung, Polisi Amankan 9 Remaja Mabuk di Pinggir Jalan

Regional
Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 3 Juli 2022: Pagi Cerah Berawan, Sore Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 3 Juli 2022: Pagi Cerah Berawan, Sore Cerah Berawan

Regional
Wabup Purworejo Resmikan Balai Rehabilitasi Narkoba: Tidak Perlu Dirawat ke Magelang

Wabup Purworejo Resmikan Balai Rehabilitasi Narkoba: Tidak Perlu Dirawat ke Magelang

Regional
Solo Dua Kali Gagal Jadi Kota Seni Pertunjukan UNESCO, Ini Kata Gibran

Solo Dua Kali Gagal Jadi Kota Seni Pertunjukan UNESCO, Ini Kata Gibran

Regional
Mengenal Epah, Sapi Kurban Jokowi Berberat 1,1 Ton dari Konawe Sultra

Mengenal Epah, Sapi Kurban Jokowi Berberat 1,1 Ton dari Konawe Sultra

Regional
Profil Provinsi Papua Pegunungan

Profil Provinsi Papua Pegunungan

Regional
Penerbangan Langsung Solo-Luar Negeri Jadi Pembahasan Serius Sandiaga Uno dan Gibran

Penerbangan Langsung Solo-Luar Negeri Jadi Pembahasan Serius Sandiaga Uno dan Gibran

Regional
Rajin Ajar Mengaji dan Sisihkan Gaji untuk Anak Tidak Mampu, Bripka Ibnu Sina Dapat Hadiah Umroh

Rajin Ajar Mengaji dan Sisihkan Gaji untuk Anak Tidak Mampu, Bripka Ibnu Sina Dapat Hadiah Umroh

Regional
Bocah 14 Tahun di Maros Dikabarkan Diculik Telah Pulang ke Orangtuanya

Bocah 14 Tahun di Maros Dikabarkan Diculik Telah Pulang ke Orangtuanya

Regional
Pembangunan IKN Dimulai, Material Mulai Berdatangan, Ops Nusantara Lakukan Pengamanan

Pembangunan IKN Dimulai, Material Mulai Berdatangan, Ops Nusantara Lakukan Pengamanan

Regional
Diduga Depresi, Seorang Pria Naik di Atap Masjid Selama Delapan Jam

Diduga Depresi, Seorang Pria Naik di Atap Masjid Selama Delapan Jam

Regional
Kronologi Bangunan Sekolah 3 Lantai di Palembang Ambruk Rata dengan Tanah

Kronologi Bangunan Sekolah 3 Lantai di Palembang Ambruk Rata dengan Tanah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.