Perjuangan Tim Mengevakuasi 8 Jenazah Korban Penembakan KKB di Beoga, Hadapi Medan dan Cuaca Ekstrem

Kompas.com - 08/03/2022, 06:40 WIB

PAPUA, KOMPAS.com - Tim Operasi Damai Cartenz telah menyelesaikan tugas mengevakuasi delapan jenazah karyawan Palapa Timur Telematika (PTT) korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, Senin (7/3/2022).

Proses evakuasi berlangsung cukup menantang karena kondisi geografis yang cukup sulit. Sebab, peristiwa penembakan terjadi di lokasi pembangunan tower BTS di ketinggian 3.000 mdpl.

Aparat harus menggunakan jalur udara dalam proses evakuasi tersebut.

Selain itu, tim jug dihadapkan pada cuaca ekstrem yang terus berubah-ubah.

"Berkat semangat dan jiwa heroik dari seluruh personel, proses evakuasi tersebut dilakukan demi membawa korban kebrutalan KKB untuk dikembalikan ke keluarganya masing-masing," ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal, Senin (7/3/2022).

Baca juga: Hampir Sepekan Usai Serangan KKB, 8 Jenazah Pekerja yang Tewas Ditembaki Akhirnya Berhasil Dievakuasi

Kerahkan 9 personel

Kamal mengatakan proses evakuasi dilakukan oleh sembilan orang anggota polisi dan dibantu TNI.

"Sebanyak 9 personel Ops Damai Cartenz dan anggota TNI kami kerahkan untuk evakuasi," kata Kamal.

Evakuasi dilakukan menggunakan empat helikopter sejak pukul 07.30 WIT, Senin (7/3/2022).

Empat helikopter ini, tiga di antaranya helikopter milik maskapai Kumala dan satu helikopter lagi milik penerbad TNI AD digunakan untuk pengawalan.

Baca juga: KKB Tewaskan Anak Kepala Suku Saat Serang Pekerja Telekomunikasi di Beoga

Proses evakuasi dilakukan dengan melintasi jalur tercepat yakni melewati Sugapa, ibu kota Kabupaten Intan Jaya, lalu ke Timika.

"Lokasi ini menjadi pilihan mengingat lokasi kejadian dekat dengan Sugapa, dan sangat memudahkan untuk proses evakuasi," kata Ka Ops Damai Cartenz, Muhammad Firman, seperti dilansir dari Tribun-Papua.

Tim kemudian membawa delapan jenazah korban kekejaman KKB itu ke RSUD Mimika untuk pemulasaraan jenazah

Baca juga: Anaknya Tewas Diserang KKB, Kepala Suku: Saya Punya Anak Berpartisipasi dalam Pembangunan

Evakuasi 8 jenazah penembakan KKB. Evakuasi 8 jenazah penembakan KKB.
Identitas korban

Adapun nama delapan korban yang dievakuasi antara lain, Bona Simanulang, Bili Gadi Balien, Renal Tagase, Beby Tabuni, Jamaludin, Eko Satiansyah, Syahril Nurdiansyah, Ibo.

Sementara, Nelson Sarira, satu-satunya saksi yang selamat dari serangan KKB di Distrik Beoga, telah dievakuasi ke Timika pada Sabtu (5/3/2022).

Nelson mengatakan ada sekitar 10 orang anggota KKB yang memasuki kamp mereka, hingga membantai delapan rekannya.

Nelson yang selamat pun sempat mengirimkan kode bahaya dengan melambai-lambaikan tangan ke CCTV di lokasi.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Papua.com dengan judul Pilih Jalur Cepat, Evakuasi 8 Jenazah Karyawan Timur Telematika Melalui Sugapa, 

Artikel ini telah tayang di Tribun-Papua.com dengan judul 9 Polisi Terjun Evakuasi Jenazah Korban KKB Beoga, Polda Papua: Cuaca Sangat Ekstrem

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

JPU Ungkap Keuntungan Doni Salmanan Digunakan Nikah hingga Nafkah Keluarga

JPU Ungkap Keuntungan Doni Salmanan Digunakan Nikah hingga Nafkah Keluarga

Regional
Tidak Miliki Izin Ponpes, Izin Padepokan Pijat Tradisional Samsudin Dicabut, Ini Kata Pengamat Hukum

Tidak Miliki Izin Ponpes, Izin Padepokan Pijat Tradisional Samsudin Dicabut, Ini Kata Pengamat Hukum

Regional
Diduga Akibat Kompor Meledak, 3 Rumah di Nagekeo Terbakar

Diduga Akibat Kompor Meledak, 3 Rumah di Nagekeo Terbakar

Regional
Rumah di Bima Ludes Terbakar, Api Berasal dari Ledakan Televisi

Rumah di Bima Ludes Terbakar, Api Berasal dari Ledakan Televisi

Regional
10 Ragam Bahasa Daerah di Aceh, Salah Satunya Bahasa Aceh

10 Ragam Bahasa Daerah di Aceh, Salah Satunya Bahasa Aceh

Regional
Kisah Ekky, Anak Muda Pengrajin Wayang Kulit yang Eksis di Kota Semarang

Kisah Ekky, Anak Muda Pengrajin Wayang Kulit yang Eksis di Kota Semarang

Regional
Polisi Lakukan Tes DNA Kasus ASN Cabuli Anak Kandung di Buton Tengah, Hasilnya Tak Terbantahkan

Polisi Lakukan Tes DNA Kasus ASN Cabuli Anak Kandung di Buton Tengah, Hasilnya Tak Terbantahkan

Regional
Kapolda Maluku Minta Jajarannya Tindak Tegas Penambang Ilegal di Gunung Botak

Kapolda Maluku Minta Jajarannya Tindak Tegas Penambang Ilegal di Gunung Botak

Regional
Sampah Sungai Tantangan Mangrove di Pesisir Pantai Kulon Progo

Sampah Sungai Tantangan Mangrove di Pesisir Pantai Kulon Progo

Regional
Wanita di Bantul Curi Sepeda Motor Tanpa Alat Bantu

Wanita di Bantul Curi Sepeda Motor Tanpa Alat Bantu

Regional
Polisi Ungkap Penimbunan Ribuan Liter Solar Subsidi di Minahasa Tenggara

Polisi Ungkap Penimbunan Ribuan Liter Solar Subsidi di Minahasa Tenggara

Regional
Ingin Keluar dari Ekskul Paskibraka, Siswa SMA di Lombok Tengah Diduga Dianiaya Senior

Ingin Keluar dari Ekskul Paskibraka, Siswa SMA di Lombok Tengah Diduga Dianiaya Senior

Regional
Hujan Batu Bara di Bandung Barat, Ternyata Cerobong Pabrik Peleburan Logam Tak Sesuai Standar

Hujan Batu Bara di Bandung Barat, Ternyata Cerobong Pabrik Peleburan Logam Tak Sesuai Standar

Regional
Alpukat Kalibening di Kabupaten Semarang Diminati Pasar Nigeria

Alpukat Kalibening di Kabupaten Semarang Diminati Pasar Nigeria

Regional
Kisah 2 Anak Nelayan Miskin, Menderita Hydrocephalus dan Lumpuh, Belum Terdaftar DTKS

Kisah 2 Anak Nelayan Miskin, Menderita Hydrocephalus dan Lumpuh, Belum Terdaftar DTKS

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.