7 Kasus Laporan Palsu ke Polisi, gara-gara Judi Online hingga Gelapkan Uang Pacar

Kompas.com - 26/02/2022, 06:06 WIB
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - SWN (42), seorang guru PNS di Mojokerto, Jawa Timur membuat laporan palsu ke polisi. Ia mengaku dirampok hingga kehilangan uang Rp 150 juta.

Namun terungkap jika uang Rp 150 juta pemberian orangtua ternyata dihabiskan sendiri oleh SWN.

Tak hanya di Mojokerto, SN (23) asal Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat juga membuat laporan palsu.

Ia mengaku dijambret dan kehilangan uang Rp 23 juta. Padahal uang Rp 23 juta milik pacarnya ia gunakan untuk membayar utang.

Selain di Mojokerto dan Ketapang, ada beberapa kasus laporan palsu perampokan. Berikut 7 kasus laporan palsu yang berhasil dikumpulkan Kompas.com:

1. Warga Wonogiri mengaku dibegal agar dapat utang

Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas dalam pers rilis kasus laporan palsu di Mapolres Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2020).KOMPAS.com/LABIB ZAMANI Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas dalam pers rilis kasus laporan palsu di Mapolres Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2020).
Kiki (21), warga Desa Pijiharjo, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri membuat laporan palsu ke polisi.

Ia mengaku dibegal saat melintas di Jalan Tawangsari, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo pada 30 April 2020 sekitar pukul 23.00 WIB.

Bahkan ia menunjukkan luka di tangan kanan dan bagian paha karena sabetan pisau.

Setelah diusut, laporan Kiki ternyata palsu. Ia nekat melakukan hal tersebut agar dipinjami uang Rp 3 juta oleh saudaranya.

Ia mengaku membutuhkan uang untuk membayar angsuran motor yang telah 3 bulan dan modifikasi motor.

Baca juga: Buat Laporan Palsu Ngaku Dibegal, Karyawan Pabrik Ini Terancam 7 Tahun Penjara

2. Warga Makassar mengaku ponselnya dirampok

Anugrah (22), warga Makassar ditangkap karena mengaku ponselnya dirampok seseorang saat ia dan istrinya pulang ke rumahnya pada Kamis (7/2/2020).

Padahal Anugrah tidak dirampok. Ia sengaja menjual ponselnya seharga Rp 2 juta di Facebook dengan akun palsu.

Anugrah nekat melakukan hal tesebut agar bisa mengelabui usaha kredit tempat ia mencicilponsel.

Dengan adanya laporan polisi itu, Anugrah dan istrinya bisa mendapatkan lagi ponsel baru di usaha kredit tersebut sebagai garansi telah kehilangan ponsel.

Baca juga: Pasutri di Makassar Buat Laporan Palsu Demi Dapat Handphone Baru dari Leasing

 

3. Mabuk dan mengaku dibegal agar tak dimarahi ibu

Mabuk.Thinkstock Mabuk.
LFL (23), mahasiswi asal Jembrana, Bali diamankan polisi karena membuat laporan palsu.

Ia mengaku dicegat tiga orang yang tak dikenal dan ditodong dengan pisau. Lalu ia menyebut motornya dibawa pelaku.

Namun saat diselidiki LFL ternyata dalam kondisi mabuk dan lupa saat meninggalkan motornya di Pantai Kedonganan, Badung.

Ia merekayasa laporan karena takut dimarahi ibunya. Saat mabuk, ia sempat tak sadarkan diri di Pantai Kedonganan.

Saat sadar ia langsung memesan ojek online untuk pulang. Di tengah jalan ia menyadari jika motornya tertinggal di Kedonganan.

Baca juga: Kronologi Mahasiswi Mabuk Tinggalkan Motor di Pantai lalu Buat Laporan Palsu Ngaku Dibegal

4. IRT mengaku uang Rp 140 juta dirampok

Polisi mengungkap kasus penipuan pembelian dua bidang tanah di Desa Cerme, Panjatan, Kulon Progo, pada Maret 2019. Polisi menunjukkan bukti berupa lima lembar bukti transfer dari DW ke NA dan satu bundel rekening koran riwayat transfer dari DW pada NA.KOMPAS.COM/DANI JULIUS Polisi mengungkap kasus penipuan pembelian dua bidang tanah di Desa Cerme, Panjatan, Kulon Progo, pada Maret 2019. Polisi menunjukkan bukti berupa lima lembar bukti transfer dari DW ke NA dan satu bundel rekening koran riwayat transfer dari DW pada NA.
NA (33) seorang ibu rumah tangga di Kulon Progo membuat laporan palsu ke polisi.

Ia mengaku dirampok pada Jumat (16/102/20) di sebuah jalan tanjakan di Pedukuhan Cerme, Kapanewon Panjatan, Kulon Progo.

Saat dirampok, NA mengaku kehilangan uanga tunai Ro 140 juta, cincin emas 5,5 gram, SIM, KTP, kartu BPJS, surat nikah dan ATM.

Untuk meyakinkan petugas, ia membawa saksi palsu dan menunjukkan tas selempang yang robek.

Ternyata ia mmebuat palsu untuk menghindai kejaran orang yang menagih utang sebsar Rp 63 juta. Uang tersebut telah habis karena digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Baca juga: Cerita IRT Buat Laporan Palsu ke Polisi, Mengaku Dirampok Rp 140 Juta karena Tak Bisa Bayar Utang

5. Motor dibawa selingkuhan, wanita ini mengaku dibegal

Ilustrasi begalThinkstock Ilustrasi begal
ID (43), warga Kecamatan Kertapati, Palembang membuat laporan palsu. Ia mengaku menjadi korban begal di kawasan Jalan Palembang-Betung di Kilometer 12 Palembang.

Ternyata dari hasil penyelidikan polisi, ID ternyata bukan korban begal. Namun motornya dibawa kabur selingkuhannya, MK yang ia kenal di Facebook.

MK melarikan motor milik ID saat mereka bertemu. Saat itu MK berboncengan dengan ID. Lalu ID diturunkan di kawasan Kilometer 12.

MK kemudian pamit membelikan makanan untuk mereka. Saat ditungu, MK tak kunjung datang.

Karena cemas dan takut dimarahi suami akibat motornya sudah dibawa kabur selingkuhan, ID kemudian berinisiatif membuat laporan ke polisi dan mengaku dirinya sudah menjadi korban begal.
Baca juga: Saya Takut Dimarahi Suami karena Motor Hilang, Jadi Saya Mengaku Dibegal...

6. Mengaku korban begal karena terlilit utang

Ilustrasi utang leverage adalah, leverage ratio adalah, leverage artinya, leverage ratio artinyafromdebttomillionaire.com, dok. HaloMoney.co.id Ilustrasi utang leverage adalah, leverage ratio adalah, leverage artinya, leverage ratio artinya
FA (28), warga Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan membuat laporan palsu menjadi korban pembegalan.

Ia mengaku dibegal di Jalan Purnawirawan, Kecamatan Rajabasa pada Selasa (18/1/2022) malam.

Menurutnya ada 2 orang yang menghadang dan menodongkan senjata api. Pelaku kemudian merampas yang sebesar Rp 3,7 juta.

Uang yang dirampas adalah uang setoran penagihan barang dari pedagang.

Dari hasil olah TKP, polisi tak menemukan tanda-tanda adanya pembegalan yang diadukan oleh FA.

Namun setelah diperiksa, FA mengatakan jika ia berbohong. Sebenarnya ia memakai uang setoran yang seharusnya diserahkan ke perusahaan untuk membayar utang judi online.

Baca juga: Terlilit Utang Judi Online, Pria Ini Buat Laporan Palsu Jadi Korban Begal

7. Gelapkan uang pacar, mengaku dibegal

ilustrasi uang.. ilustrasi uang.
SN (21), Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat menggelapkan uang milik pacarnya sebesar Rp 23 juta.

Untuk menutupi perbuatannya, SN membuat laporan palsu ke polisi dengan mengaku dijambret.

Dalam laporannya ia mengaku telah dijambret oleh orang yang tak dikenal dan kehilangan uang Rp 37 juta serta sebuah iPhone 11.

Untuk menyakinkan laporan, ia menunjukkan luka sayatan di tangannya.

Namun saat dicek, berdasarkan CCTV di lokasi dan pemeriksaan saksi, ternyata SN tak ada di lokasi kejadian.

Akhirnya SN mengakui jika ia membuat laporan palsu. Ia nekat mengarang cerita tersebut karena telah menggelapkan uang milik kekasihnya untuk membayar utang.

Baca juga: Demi Bayar Utang, Wanita Ini Gelapkan Uang Pacar Rp 23 Juta, Buat Laporan Palsu Mengaku Dijambret

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Himawan, Labib Zamani, Imam Rosidin, Dani Julius Zebua, Aji YK Putra, Hendra Cipta | Editor : Teuku Muhammad Valdy Arief, Dony Aprian, Dheri Agriesta, Khairina, Aprillia Ika, Robertus Belarminus)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kain Merah Putih 1 Km hingga dan 1.600 'Paper Mob' Meriahkan Perayaan Proklamasi di Lereng Gunung Merbabu

Kain Merah Putih 1 Km hingga dan 1.600 "Paper Mob" Meriahkan Perayaan Proklamasi di Lereng Gunung Merbabu

Regional
Nekat ke Kalimantan Pakai Rakit, Pria asal Gowa Terombang-ambing di Laut Selama 10 Hari

Nekat ke Kalimantan Pakai Rakit, Pria asal Gowa Terombang-ambing di Laut Selama 10 Hari

Regional
Motif Menantu di Alor Bacok Mertua hingga Tewas, Tersinggung Dilarang Gendong Anak dalam Kondisi Mabuk

Motif Menantu di Alor Bacok Mertua hingga Tewas, Tersinggung Dilarang Gendong Anak dalam Kondisi Mabuk

Regional
Banjir di Kota Medan, Waspada Hujan Lebat hingga Petir Seharian Jumat 19 Agustus 2022

Banjir di Kota Medan, Waspada Hujan Lebat hingga Petir Seharian Jumat 19 Agustus 2022

Regional
Gubernur Viktor Laiskodat Sebut Kuota Haji NTT Diisi Jemaah dari Daerah Lain

Gubernur Viktor Laiskodat Sebut Kuota Haji NTT Diisi Jemaah dari Daerah Lain

Regional
Besok, Sejumlah Ruas Jalan di Solo Bakal Ditutup untuk Pawai Pembangunan Peringatan HUT ke-77 RI

Besok, Sejumlah Ruas Jalan di Solo Bakal Ditutup untuk Pawai Pembangunan Peringatan HUT ke-77 RI

Regional
Kronologi Mahasiswa KKN Ditemukan Meninggal Dalam Posisi Duduk di Posko, Diduga Kelelahan

Kronologi Mahasiswa KKN Ditemukan Meninggal Dalam Posisi Duduk di Posko, Diduga Kelelahan

Regional
Tangkahan: Daya Tarik, Biaya, dan Rute

Tangkahan: Daya Tarik, Biaya, dan Rute

Regional
Peras ASN Lampung dengan Berita Chatting Dewasa, 5 Wartawan Ditangkap Polisi

Peras ASN Lampung dengan Berita Chatting Dewasa, 5 Wartawan Ditangkap Polisi

Regional
Diduga Korupsi Dana Pinjaman Rp 5,5 Miliar, Mantan Pejabat Bank di Pontianak Ditangkap

Diduga Korupsi Dana Pinjaman Rp 5,5 Miliar, Mantan Pejabat Bank di Pontianak Ditangkap

Regional
AC Alami Korsleting, Ruang Karaoke Hotel di Cilacap Terbakar

AC Alami Korsleting, Ruang Karaoke Hotel di Cilacap Terbakar

Regional
Tersangka Geng Motor yang Buat Gaduh Banyumas Terancam 10 Tahun Kurungan

Tersangka Geng Motor yang Buat Gaduh Banyumas Terancam 10 Tahun Kurungan

Regional
Batal Diproses Hukum, Dugaan Pelecehan Istri Kasat Lantas Madiun Dianggap Selesai Setelah Mediasi

Batal Diproses Hukum, Dugaan Pelecehan Istri Kasat Lantas Madiun Dianggap Selesai Setelah Mediasi

Regional
Polisi Ungkap Kronologi Kecelakaan 2 Truk di Tol Ngawi-Solo

Polisi Ungkap Kronologi Kecelakaan 2 Truk di Tol Ngawi-Solo

Regional
Kronologi Ibu di Tasikmalaya Meninggal Usai Balap Karung, Sempat Pingsan Terbentur Aspal

Kronologi Ibu di Tasikmalaya Meninggal Usai Balap Karung, Sempat Pingsan Terbentur Aspal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.