Leni Menangis, Hendak Melahirkan Ditolak 3 RS karena Hasil Swab Positif Covid-19

Kompas.com - 24/02/2022, 16:42 WIB

BENGKULU, KOMPAS.com - Seorang pasien melahirkan, Leni, warga Desa Taba Mutung, Kecamatan Karang Tinggi, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu menangis tersedu-sedu menahan sakit karena tak mendapatkan layanan 3 rumah sakit saat ia diketahui positif Covid-19 lewat tes antigen.

Pepi Suheri anggota DPRD Kabupaten Bengkulu Tengah menjelaskan, Selasa (22/2/2022) malam ia ditelepon oleh Leni.

Baca juga: Bio Farma Siap Pengembangan Produksi Vaksin Covid-19 Berbasis mRNA

Ia menceritakan Leni dinyatakan positif Covid-19 di Rumah Sakit Rafflesia lalu diminta ke Rumah Sakit Harapan dan Doa (RSHD) Kota Bengkulu.

Dari RSHD, ia dioper ke RSUD. M.Yunus lalu tidak juga mendaptkan layanan perawatan.

Terakhir, di  Rumah Sakit Gading Medika ia diterima dan mendapatkan pelayanan melahirkan.

"Malam itu saya ditelepon Ibu Leni, meminta bantuan agar bisa diterima melahirkan di rumah sakit. Kebetulan dia adalah warga saya. Maka saya ikut bantu dan melihat sendiri dia ditolak sejumlah rumah sakit karena positif Covid-19," jelas Pepi saat dihubungi via telepon, Kamis (24/2/2022).

Saat diantar Pepi ke rumah sakit, kondisi Leni memang jelang melahirkan, menahan sakit selain itu ia juga mengalami batuk dan demam.

"Dia sudah batuk dan demam. Awalnya ia hendak berobat ke RSUD Bengkulu Tengah, lalu dirujuk dokter kandungan ke RS Rafflesia, di RS Rafflesia dites antigen lalu dinyatakan Covid-19 dan tidak dapat layanan lalu keluarga membawa pasien ke RSHD Kota Bengkulu, namun ditolak RSHD Kota Bengkulu maka keluarga membawa Bu Leni ke RSUD. M. Yunus juga ditolak, baru di RS.Gading Medika ia diterima," jelas Pepi.

Baca juga: Karimun Alami Lonjakan Kasus Covid-19, Stadion Sepak Bola Kembali Disulap Jadi Tempat Isoter

Di RS Rafflesia, bahkan untuk memakai ambulans saja, kata Pepi, tidak bisa. Akhirnya Leni menggunakan taksi online berpindah rumah sakit.

"Saya terkejut melihat Bu Leni ditolak banyak rumah sakit padahal harus ada solusi jangan sampai pasien diterlantarkan," sesal Pepi.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pedagang Pasar Keluhkan Pasar Bocor, Kumuh, hingga Lampu Mati, Bupati Purworejo Tegur Pengelola

Pedagang Pasar Keluhkan Pasar Bocor, Kumuh, hingga Lampu Mati, Bupati Purworejo Tegur Pengelola

Regional
Dalam 2 Hari, 12 Orang di Dompu Jadi Korban Gigitan Anjing Liar

Dalam 2 Hari, 12 Orang di Dompu Jadi Korban Gigitan Anjing Liar

Regional
Kronologi Ayah dan Anak Bunuh 5 Anggota Keluarga gara-gara Warisan, 4 Korban Dibuang di 'Septic Tank' lalu Dicor Semen

Kronologi Ayah dan Anak Bunuh 5 Anggota Keluarga gara-gara Warisan, 4 Korban Dibuang di "Septic Tank" lalu Dicor Semen

Regional
Mayat Perempuan dan Seorang Pria Terluka Ditemukan di Kamar Hotel di Timika, Diduga Pasangan Suami Istri

Mayat Perempuan dan Seorang Pria Terluka Ditemukan di Kamar Hotel di Timika, Diduga Pasangan Suami Istri

Regional
Kompleks Kafe dan Karaoke di Blora Ditutup, Ini Tanggapan Para LC

Kompleks Kafe dan Karaoke di Blora Ditutup, Ini Tanggapan Para LC

Regional
Usai Bunuh Putrinya, Ayah Lansia di Kampar Telepon Anak Laki-lakinya dan Mengatakan Korban Telah Tewas

Usai Bunuh Putrinya, Ayah Lansia di Kampar Telepon Anak Laki-lakinya dan Mengatakan Korban Telah Tewas

Regional
Gara-gara Warisan, Lima Nyawa Melayang di Way Kanan

Gara-gara Warisan, Lima Nyawa Melayang di Way Kanan

Regional
Gelap Mata gara-gara Warisan, Pria di Way Kanan Bunuh 5 Anggota Keluarganya, 4 Korban Dibuang ke 'Septic Tank'

Gelap Mata gara-gara Warisan, Pria di Way Kanan Bunuh 5 Anggota Keluarganya, 4 Korban Dibuang ke "Septic Tank"

Regional
[POPULER REGIONAL] 6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan | Pembunuhan Satu Keluarga di Lampung

[POPULER REGIONAL] 6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan | Pembunuhan Satu Keluarga di Lampung

Regional
Mengikis Stigma ‘Kutukan’ yang Mengisolasi Anak-anak Cerebral Palsy dari Ruang Publik

Mengikis Stigma ‘Kutukan’ yang Mengisolasi Anak-anak Cerebral Palsy dari Ruang Publik

Regional
Prakiraan Cuaca di Medan Hari Ini, 7 Oktober 2022: Sore Hujan Petir

Prakiraan Cuaca di Medan Hari Ini, 7 Oktober 2022: Sore Hujan Petir

Regional
2 Mahasiswa Jadi Korban Penyimpangan Seksual Sesama Jenis di Magelang, Pelaku Dicopot dari BEM

2 Mahasiswa Jadi Korban Penyimpangan Seksual Sesama Jenis di Magelang, Pelaku Dicopot dari BEM

Regional
Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 7 Oktober 2022: Hujan Ringan Siang hingga Malam

Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 7 Oktober 2022: Hujan Ringan Siang hingga Malam

Regional
Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 07 Oktober 2022: Pagi Berawan dan Sore Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 07 Oktober 2022: Pagi Berawan dan Sore Hujan Ringan

Regional
4 Oknum Polisi Diduga Aniaya Mahasiswa di Maluku Utara gara-gara Unggahan, Ini Penjelasan Polda

4 Oknum Polisi Diduga Aniaya Mahasiswa di Maluku Utara gara-gara Unggahan, Ini Penjelasan Polda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.