Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Polda Kaltim Bentuk Satgas Nusantara Mahakam, Amankan Wilayah IKN Selama 1 Tahun

Kompas.com - 23/02/2022, 15:37 WIB
Zakarias Demon Daton,
Teuku Muhammad Valdy Arief

Tim Redaksi

SAMARINDA, KOMPAS.com - Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Timur (Kaltim) membentuk tim Satuan Tugas (Satgas) pengamanan wilayah ibu kota negara (IKN) di Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) selama satu tahun ke depan.

Tim Satgas yang diberi nama Nusantara Mahakam ini dibagi dalam beberapa regu yang secara bergantian mengamankan wilayah IKN setiap 10 hari sekali.

"Tugas mereka mengamankan wilayah IKN jangan sampai ada permasalahan. Karena itu (wilayah) prioritas negara kan," ungkap Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Yusuf Sutejo saat dihubungi Kompas.com, Rabu (23/2/2022).

Baca juga: Toilet, Listrik, hingga Tangki Air Disediakan di Lokasi IKN Jelang Jokowi Berkemah

Pengamanan ini, kata Yusuf, akan dilakukan selama satu tahun ke depan. Masing-masing regu secara bergantian piket menjaga wilayah IKN setiap hari.

Dijelaskan Yusuf pengamanan tersebut selain memastikan wilayah IKN yang sudah ditetapkan melalui UU Nomor 3/2022 tentang IKN.

Tim Satgas Nusantara Mahakam juga akan mengawal pembangunannya dari gangguan dan masalah di lapangan seperti sengketa tanah maupun penguasaan tanah oleh oknum tertentu.

Baca juga: Bandara VVIP di IKN Akan Punya Runway 3.000 Meter

"Kami akan kawal pembangunan serta melakukan pola deteksi dini di lokasi," tegas dia.

Hal tersebut dalam rangka tindakan prefentif dan penegakan hukum.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Diungkap, Kronologi Kasus Pelecehan Seksual Dokter pada Istri Pasien

Diungkap, Kronologi Kasus Pelecehan Seksual Dokter pada Istri Pasien

Regional
Kronologi Warga Hilang Usai Coblosan di Semarang, Seminggu di Hutan Ditemukan dalam Kondisi Lemas

Kronologi Warga Hilang Usai Coblosan di Semarang, Seminggu di Hutan Ditemukan dalam Kondisi Lemas

Regional
Kronologi Kecelakaan Maut yang Menewaskan Mahasiswi di Depan UIN Walisongo Semarang

Kronologi Kecelakaan Maut yang Menewaskan Mahasiswi di Depan UIN Walisongo Semarang

Regional
Sopir Bus Eva Star Jadi Tersangka dalam Kecelakaan di Bakauheni

Sopir Bus Eva Star Jadi Tersangka dalam Kecelakaan di Bakauheni

Regional
Warga Aceh Tamiang Tangkap Buaya Sepanjang 3 Meter

Warga Aceh Tamiang Tangkap Buaya Sepanjang 3 Meter

Regional
Tak Biasa, Pasangan di Magelang Ijab Kabul di Atas Motor Trail, Bagaimana Ceritanya?

Tak Biasa, Pasangan di Magelang Ijab Kabul di Atas Motor Trail, Bagaimana Ceritanya?

Regional
Harga Beras Melambung, Warga Mataram Antre Dapatkan Beras Murah

Harga Beras Melambung, Warga Mataram Antre Dapatkan Beras Murah

Regional
Gajah Sumatera Melahirkan Anak Keempat di PLG Way Kambas

Gajah Sumatera Melahirkan Anak Keempat di PLG Way Kambas

Regional
Beras Bulog Jadi Buruan Warga, Baru Satu Jam Langsung Ludes Terjual

Beras Bulog Jadi Buruan Warga, Baru Satu Jam Langsung Ludes Terjual

Regional
KPU Sumbawa Tunda Pleno Rekapitulasi karena Ada PPK Belum Selesai Input Data

KPU Sumbawa Tunda Pleno Rekapitulasi karena Ada PPK Belum Selesai Input Data

Regional
Asa Baru Penderita Sumbing di RSU Trimedika Ketapang Grobogan

Asa Baru Penderita Sumbing di RSU Trimedika Ketapang Grobogan

Regional
Temuan Mayat di Kos Kotabaru, Korban Meninggalkan Rumah sejak 20 Februari

Temuan Mayat di Kos Kotabaru, Korban Meninggalkan Rumah sejak 20 Februari

Regional
Pulang Belanja, Perempuan di Labuan Bajo Ditembak OTK, Peluru Masih Bersarang di Leher

Pulang Belanja, Perempuan di Labuan Bajo Ditembak OTK, Peluru Masih Bersarang di Leher

Regional
Olah TKP Gudang Oli Bekas di Lampung, Polisi Temukan 50 Tangki Terbakar

Olah TKP Gudang Oli Bekas di Lampung, Polisi Temukan 50 Tangki Terbakar

Regional
Pembobolan Bank Banten Rp 6,1 Miliar, Kejati Dalami Dugaan Pencucian Uang

Pembobolan Bank Banten Rp 6,1 Miliar, Kejati Dalami Dugaan Pencucian Uang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com