Demo Sopir Truk Tolak Aturan ODOL di Kudus Tutup Jalur Pantura Berjam-jam

Kompas.com - 22/02/2022, 19:14 WIB

KUDUS, KOMPAS.com - Ratusan sopir truk Eks Karesidenan Pati dengan menumpang armadanya menggelar aksi unjuk rasa menolak kebijakan over dimension and overloading (ODOL) di jalur Pantura  Kudus, Jawa Tengah, Selasa (22/2/2022) pagi sekitar pukul 09.30.

Dalam demonstrasi yang menutup akses Jalan Lingkar Selatan Kudus itu sempat mengakibatkan arus lalu lintas di jalur Pantura Kudus macet hingga berjam-jam.

Ratusan truk diparkir di sisi kiri ruas Jalan Lingkar Selatan Kudus di depan Terminal Induk Jati dan di ruas sebelah kanan.

Baca juga: Demo Sopir Truk Purbalingga: Aturan ODOL Dimanfaatkan Oknum Petugas Tarik Pungli

Penutupan akses juga terjadi di perempatan Jalan Lingkar Kencing dan lampu merah depan DPRD Kudus.

Berbagai sentilan tertulis di kain yang menempel di bak truk. Di antaranya "butuh obat di negara yang sedang sakit", "Kami Rakyat Kecil Menolak RUU diperpanjang" dan "Saatnya sopir bersatu tolak RUU Odol,".

"ODOL harus direvisi dan jangan hanya merugikan rakyat kecil. Hari ini unjuk rasa ada sekitar 300 an sopir truk," kata salah satu sopir truk, Ikhsan (38).

Ratusan sopir truk Eks Karesidenan Pati dengan menumpang armadanya menggelar aksi unjuk rasa menolak kebijakan over dimension and overloading (ODOL) di jalur Pantura Kudus, Jawa Tengah, Selasa (22/2/2022) pagi sekitar pukul 09.30.DOKUMEN POLRES KUDUS Ratusan sopir truk Eks Karesidenan Pati dengan menumpang armadanya menggelar aksi unjuk rasa menolak kebijakan over dimension and overloading (ODOL) di jalur Pantura Kudus, Jawa Tengah, Selasa (22/2/2022) pagi sekitar pukul 09.30.

Ikhsan mengatakan nyaris seluruh truk saat mengangkut barang ada kelebihan karena selama ini tarifnya tergolong murah.

Baca juga: Ribuan Sopir Truk Demo Protes Aturan ODOL, Jalan A Yani Surabaya Macet

Namun dengan kebijakan ODOL, sopir truk justru merasa dirugikan.

Ikhsan mencontohkan jika sebelumnya truk colt diesel dengan tarif Rp 2,5 juta bisa mengangkut 16 ton pasir, maka dengan aturan baru dengan tarif sama hanya bisa mengangkut 4,5 ton pasir.

"Jika pemerintah memberlakukan normalisasi ODOL sehingga harus ada perbaikan dimensi kendaraannya agar sesuai ketentuan. Muatan lebih sedikit terus ditilang. Kami para sopir memodifikasi truk karena untuk mengikuti pesanan dari perusahaan dan apabila kami tidak melakukan modifikasi maka kami akan kalah dengan produk truk baru," tegas Ikhsan.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pernah Tembak Anak Kecil hingga Ledakkan Bom ke Rumah Warga, Pria di Riau Ditangkap Polisi

Pernah Tembak Anak Kecil hingga Ledakkan Bom ke Rumah Warga, Pria di Riau Ditangkap Polisi

Regional
Kendala Jaringan Internet, 1027 Tenaga Honorer di Perbatasan RI–Malaysia Belum Terinput

Kendala Jaringan Internet, 1027 Tenaga Honorer di Perbatasan RI–Malaysia Belum Terinput

Regional
Gibran Minta Spanduk 'Mataram Is Love' Dipasang di Stadion Manahan Solo, Sebagai Bentuk Perdamaian

Gibran Minta Spanduk "Mataram Is Love" Dipasang di Stadion Manahan Solo, Sebagai Bentuk Perdamaian

Regional
Catatan Jokowi usai Tinjau Lokasi Kerusuhan yang Menelan Ratusan Korban di Stadion Kanjuruhan

Catatan Jokowi usai Tinjau Lokasi Kerusuhan yang Menelan Ratusan Korban di Stadion Kanjuruhan

Regional
Pramugari Dipanggi Jadi Saksi, Pengacara Lukas Enembe: KPK Mengigau...

Pramugari Dipanggi Jadi Saksi, Pengacara Lukas Enembe: KPK Mengigau...

Regional
Haramkan Permainan Capit Boneka, MUI Purworejo Libatkan NU dan Muhammadiyah

Haramkan Permainan Capit Boneka, MUI Purworejo Libatkan NU dan Muhammadiyah

Regional
Viral, Hendak Mendahului dari Kiri, Mobil Tabrak 7 Motor, Salah Satunya Penjual Rujak

Viral, Hendak Mendahului dari Kiri, Mobil Tabrak 7 Motor, Salah Satunya Penjual Rujak

Regional
Selamatkan Seekor Ayam, Petugas Damkar Masuk Sumur Sedalam 8 Meter dengan Alat Bantu Pernapasan

Selamatkan Seekor Ayam, Petugas Damkar Masuk Sumur Sedalam 8 Meter dengan Alat Bantu Pernapasan

Regional
Kecanduan Game Onlie, Pria di Pangkalpinang Berulang Kali Curi Uang Kotak Amal Masjid

Kecanduan Game Onlie, Pria di Pangkalpinang Berulang Kali Curi Uang Kotak Amal Masjid

Regional
Usai Longsor, Tambang Emas di Kotabaru Akan Ditutup

Usai Longsor, Tambang Emas di Kotabaru Akan Ditutup

Regional
Pencocokan Data, 31.000 Warga Ber-KTP Surabaya Berdomisili di Luar Daerah

Pencocokan Data, 31.000 Warga Ber-KTP Surabaya Berdomisili di Luar Daerah

Regional
Wayang Wong Ngesti Pandowo dan 15 Budaya asal Jateng Resmi Diakui sebagai WBtb Nasional

Wayang Wong Ngesti Pandowo dan 15 Budaya asal Jateng Resmi Diakui sebagai WBtb Nasional

Regional
Para Pengunggah Video Kanjuruhan yang Diperiksa Polisi, Sempat Upload Pintu Stadion Tertutup

Para Pengunggah Video Kanjuruhan yang Diperiksa Polisi, Sempat Upload Pintu Stadion Tertutup

Regional
Banjir 2 Meter di Sintang, BPBD Ungkap Warga Enggan Mengungsi

Banjir 2 Meter di Sintang, BPBD Ungkap Warga Enggan Mengungsi

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 5 Oktober 2022

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 5 Oktober 2022

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.