Pascabanjir di Sukabumi, Pemkot Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana

Kompas.com - 22/02/2022, 15:52 WIB

SUKABUMI, KOMPAS.com - Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi tetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan longsor selama sepuluh hari.

Status tanggap darurat bencana ini berlaku hingga Selasa (1/3/2022) mendatang.

Sebelumnya, bencana banjir dan longsor melanda Kota Sukabumi pada Kamis (17/2/2022) petang.

Adapun sebanyak 25 kelurahan di Kota Sukabumi terdampak bencana tersebut.

"Status tanggap darurat bencana sudah kami tetapkan selama sepuluh hari, nanti kami akan mengevaluasi, apakah ditambah waktunya apa tidak," ungkap Fahmi kepada wartawan di Kampung Tugu, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, Selasa (22/2/2022).

Baca juga: Pascabencana Banjir Sukabumi, 3.994 Rumah Rusak dan 12.567 Jiwa Terdampak

Menurut Fahmi untuk penanggungjawab dalam penanganan bencana longsor secara umum Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi.

"Semuanya ada 68 titik terdampak, dan semuanya sudah ditangani, BPBD sudah mengecek semuanya," ujar dia.

Dalam penanganan bencana ini, lanjut Fahmi, ada yang harus melibatkan aparat dan relawan, ada juga yang cukup menggerakkan masyarakat.

Hal ini karena keterbatasan jumlah aparat.

"Untuk yang ringan hanya menggerakan masyarakat setempat saja," kata Fahmi.

Pada hari keenam ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi menurunkan 120 aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan kendaraan alat berat.

Baca juga: Korban Banjir Sukabumi Mulai Terserang ISPA dan Gatal-gatal

"Hari ini teman-teman dari seluruh SKPD kami kerahkan untuk mengangkut berangkal, mengangkut sampah sehingga warga masyarakat bisa beraktivitas dengan baik," ujar dia.

Berdasarkan data sementara BPBD Kota Sukabumi yang diterima Kompas.com, total rumah rusak terdampak banjir dan longsor berjumlah 3.994 unit.  

Kerusakan yang terlaporkan pada Minggu (20/2/2022) itu rinciannya yakni rusak berat 87 unit, rusak sedang 173 unit, dan rusak ringan 3.493 unit.

Ribuan rumah terdampak tersebut dihuni 4.070 kepala keluarga (KK) atau 12.567 jiwa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Bulan Tak Berhubungan Seks dengan Istri, Pria di Klaten Lampiaskan Nafsu dengan Pamer Alat Kelamin pada Wanita secara Acak

7 Bulan Tak Berhubungan Seks dengan Istri, Pria di Klaten Lampiaskan Nafsu dengan Pamer Alat Kelamin pada Wanita secara Acak

Regional
Satu Pelaku Pemerkosa Pelajar di Bima Ditangkap Saat Hendak Kabur ke Sumbawa

Satu Pelaku Pemerkosa Pelajar di Bima Ditangkap Saat Hendak Kabur ke Sumbawa

Regional
Hakim Minta Gubernur Sumbar Mahyeldi Dihadirkan ke Sidang Korupsi KONI Padang

Hakim Minta Gubernur Sumbar Mahyeldi Dihadirkan ke Sidang Korupsi KONI Padang

Regional
Otorita IKN dan Kemenaker Kirim 25 Orang Ikut Pelatihan di Medan dan Samarinda

Otorita IKN dan Kemenaker Kirim 25 Orang Ikut Pelatihan di Medan dan Samarinda

Regional
Polres Lombok Tengah Tangkap 5 Pengedar Sabu, Salah Satunya Guru Honorer

Polres Lombok Tengah Tangkap 5 Pengedar Sabu, Salah Satunya Guru Honorer

Regional
Ditinggal Pemilik Jualan Krupuk, Rumah di Tegal Ludes Terbakar

Ditinggal Pemilik Jualan Krupuk, Rumah di Tegal Ludes Terbakar

Regional
Saat 6 Siswa SMP di Lampung Bunuh Teman Sekelasnya Hanya karena Diadukan ke Guru BP...

Saat 6 Siswa SMP di Lampung Bunuh Teman Sekelasnya Hanya karena Diadukan ke Guru BP...

Regional
Aksi di Video Ala Citayam Fashion Week Dianggap Tak Sopan, Ini Kata Camat Payakumbuh Timur

Aksi di Video Ala Citayam Fashion Week Dianggap Tak Sopan, Ini Kata Camat Payakumbuh Timur

Regional
Tabrak Tiang, Pengendara Motor di Lombok Tengah Tewas

Tabrak Tiang, Pengendara Motor di Lombok Tengah Tewas

Regional
Lomba Foto Jalan Rusak di Sragen Jadi Viral, Panitia: Ada yang 10 Tahun Tak Diperbaiki

Lomba Foto Jalan Rusak di Sragen Jadi Viral, Panitia: Ada yang 10 Tahun Tak Diperbaiki

Regional
Dicopot karena Tiru Tren Citayam Fashion Week, Camat Payakumbuh Dinilai Langgar Norma Kesopanan

Dicopot karena Tiru Tren Citayam Fashion Week, Camat Payakumbuh Dinilai Langgar Norma Kesopanan

Regional
Usut Kematian Pria di Lokasi Penggembalaan Ternak di Lembata, Polisi Periksa 6 Saksi

Usut Kematian Pria di Lokasi Penggembalaan Ternak di Lembata, Polisi Periksa 6 Saksi

Regional
Hari Ini Presiden Jokowi ke Kalbar, Resmikan Pelabuhan Tanjungpura dan Gedung Baru RSUD Soedarso Pontianak

Hari Ini Presiden Jokowi ke Kalbar, Resmikan Pelabuhan Tanjungpura dan Gedung Baru RSUD Soedarso Pontianak

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pikap Masuk Jurang di Ciamis | 6 Siswa SMP di Lampung Bunuh Teman Sekelasnya

[POPULER NUSANTARA] Pikap Masuk Jurang di Ciamis | 6 Siswa SMP di Lampung Bunuh Teman Sekelasnya

Regional
Misteri Tewasnya Pasutri di Mamasa, Uang Rp 10 Juta Raib, Anak Korban Selamat Usai Merintih

Misteri Tewasnya Pasutri di Mamasa, Uang Rp 10 Juta Raib, Anak Korban Selamat Usai Merintih

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.