Klaster Keluarga di Sumut Makin Mengkhawatirkan, Gubernur Edy Buka Lagi Isoter Asrama Haji

Kompas.com - 21/02/2022, 13:03 WIB

MEDAN, KOMPAS.com - Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengungkapkan, angka penularan Covid-19 di daerah yang dipimpinnya terus meninggi.

Edy menyebutkan, dari sekitar 15.205 kasus aktif Covid-19 di Sumut, sebagian besar adalah klaster keluarga.

Hal tersebut terjadi karena 14.500 orang yang terkonfirmasi positif saat ini, melakukan isolasi mandiri di rumah.

"Sehingga jadilah klaster-klaster keluarga," kata Edy saat membuka kembali Asrama Haji Medan sebagai tempat terpusat (isoter), Senin (21/2/2022).

Baca juga: Nakes Diduga Suntik Anak dengan Vaksin Kosong, Edy Rahmayadi: Kalau Salah Pasti Kami Hukum

Menurut dia, isoman yang dilakukan sebagian besar pasien Covid-19 saat ini sudah tak efektif, bahkan kian menambah banyak angka penularan.

Satu per satu anggota keluarga berpotensi tertular. Atau bahkan, akses pengobatan untuk warga yang menjalani isoman juga semakin jauh.

Untuk itu, Pemprov Sumut saat ini mulai mengaktifkan kembali isoter yang ada. Salah satunya Asrama Haji dengan kapasitas 486 tempat tidur.

 

Dijemput


Edy mengatakan, warga yang selama ini menjalani isoman, akan dijemput petugas untuk menjalani perawatan di isoter.

Salah satu syarat bisa menjalani perawatan di isoter adalah jika tidak memiliki penyakit bawaan dan bergejala ringan. Sementara yang bergejala sedang dan berat akan dirawat di rumah sakit.

Edy juga mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah mengupayakan mengaktifkan kembali isoter-isoter yang selama ini ditangani oleh Pemprov Sumut. Jumlahnya sekitar 800 tempat tidur.

Baca juga: Polisi yang Diduga Keroyok Sopir Truk di Sumbar Ditetapkan Jadi Tersangka

Dia juga mengimbau setiap kepala daerah di Sumut untuk menyiapkan fasilitas isoter agar isoman bisa ditiadakan, sehingga potensi penularan antaranggota keluarga bisa ditekan.

"Yang menjalani isoter 400 orang, tujuan isolasi-isolasi kita terbuka. Jadi pelan-pelan tidak kita berlakukan isoman. Karena, isoman tidak efektif," sebut mantan Pangdam I Bukit Barisan itu.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rumah Pendeta di Kendari Diserang OTK, Kaca Mobil dan Jendela Pecah

Rumah Pendeta di Kendari Diserang OTK, Kaca Mobil dan Jendela Pecah

Regional
Diduga Mengantuk Kemudikan Motor, Petani di Sumsel Tewas Tabrak Pohon Kelapa

Diduga Mengantuk Kemudikan Motor, Petani di Sumsel Tewas Tabrak Pohon Kelapa

Regional
Kronologi Istri di Lampung Tembak Suami karena Dilarang Joget, Korban Alami Luka di Dada Kiri

Kronologi Istri di Lampung Tembak Suami karena Dilarang Joget, Korban Alami Luka di Dada Kiri

Regional
Bengkulu Diterjang Banjir dan Longsor, 1 Warga Hanyut Ditemukan Meninggal Dunia

Bengkulu Diterjang Banjir dan Longsor, 1 Warga Hanyut Ditemukan Meninggal Dunia

Regional
Korban Pembunuhan yang Dibuang ke Septic Tank Sempat Keluhkan Anaknya Rebutan Warisan

Korban Pembunuhan yang Dibuang ke Septic Tank Sempat Keluhkan Anaknya Rebutan Warisan

Regional
Soal Beasiswa Manakarra, Bupati Mamuju Tidak Hadiri Undangan Tim Etik Ombudsman RI

Soal Beasiswa Manakarra, Bupati Mamuju Tidak Hadiri Undangan Tim Etik Ombudsman RI

Regional
Jalan Nasional di Tanah Bumbu Kalsel Kembali Longsor, Hanya Roda Dua yang Bisa Melintas

Jalan Nasional di Tanah Bumbu Kalsel Kembali Longsor, Hanya Roda Dua yang Bisa Melintas

Regional
Arisan Bodong di Kudus, Kerugian Puluhan Korban Capai Rp 2 Miliar

Arisan Bodong di Kudus, Kerugian Puluhan Korban Capai Rp 2 Miliar

Regional
Jadi Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Ketua Panpel Arema FC Minta Maaf

Jadi Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Ketua Panpel Arema FC Minta Maaf

Regional
Gara-gara Dilarang Joget di Acara Organ Tunggal, Istri di Mesuji Tembak Suami, Ini Ceritanya

Gara-gara Dilarang Joget di Acara Organ Tunggal, Istri di Mesuji Tembak Suami, Ini Ceritanya

Regional
Ketika Abu Bakar Ba'asyir Nobar Film Perjuangan Jenderal Soedirman hingga Dapat Peci Berlogo Merah Putih

Ketika Abu Bakar Ba'asyir Nobar Film Perjuangan Jenderal Soedirman hingga Dapat Peci Berlogo Merah Putih

Regional
Rekonstruksi Kasus Satu Keluarga Dibuang ke 'Septic Tank', Pelaku Disoraki Warga

Rekonstruksi Kasus Satu Keluarga Dibuang ke "Septic Tank", Pelaku Disoraki Warga

Regional
Tragedi Kanjuruhan, Stadion Manahan Ikut Dievaluasi

Tragedi Kanjuruhan, Stadion Manahan Ikut Dievaluasi

Regional
Kapal Muatan Pasir Tenggelam di Sungai Mahakam, Pemilik Kapal Dicari, Diduga Terjebak di Kabin

Kapal Muatan Pasir Tenggelam di Sungai Mahakam, Pemilik Kapal Dicari, Diduga Terjebak di Kabin

Regional
Polisi Tangkap Penelantar Kucing hingga Mati di Pekanbaru

Polisi Tangkap Penelantar Kucing hingga Mati di Pekanbaru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.