Bukan Faktor Kesengajaan, Polisi Ungkap Penyebab Kebakaran Relokasi Pasar Johar Semarang

Kompas.com - 19/02/2022, 20:41 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Kepolisian mengungkap penyebab terjadinya kebakaran yang menghanguskan kios para pedagang di relokasi Pasar Johar Kota Semarang.

Hal itu terungkap berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi sumber api dan penelitian laboratorium forensik.

Baca juga: Total Kerugian akibat Kebakaran Relokasi Pasar Johar Capai Rp 11 Miliar

Korsleting

Kepala Laboratorium Forensik, Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Slamet Iswanto mengungkapkan kebakaran disebabkan karena korsleting.

Korsleting listrik itu terjadi karena beberapa faktor yakni adanya kelemahan instalasi listrik, kesalahan instalasi, kesalahan pemasangan elektrikal penerangan dan pemakaian daya.

"Akibat korsleting akhirnya membesar dan terjadi api kebakaran," kata Slamet kepada wartawan di Mapolrestabes Semarang, Sabtu (18/2/2022).

Baca juga: Relokasi Pasar Johar Kebakaran, Pedagang: Lemes, Enggak Ada yang Tersisa Sama Sekali

Berasal dari blok F4

Sebelumnya, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan olah TKP dan menangkap gambar lokasi kebakaran seluas 5.500 meter persegi melalui foto udara.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, Slamet menyebutkan, sumber api berasal dari blok F4 karena atap di bagian timur mengalami panas yang tinggi.

"Bisa simpulkan lokasi sumber api pertama ada di blok F pada lapak penjualan karung goni yang kami tandai tulisan LSAPK di pojok kanan atas," ujar Slamet.

Baca juga: Gubernur Jateng dan Wali Kota Semarang Tinjau Langsung Kebakaran Relokasi Pasar Johar

Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang membakar kompleks Relokasi Pasar Johar di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (2/2/2022). Belum diketahui penyebab serta kerugian akibat terbakarnya area Blok F dan Blok E di kompleks relokasi pasar tradisional tersebut. Hingga Rabu pukul 21.15 WIB, belasan mobil pemadam kebakaran dibantu mobil meriam air kepolisian beserta personel TNI-Polri dan BPBD Kota Semarang masih berupaya memadamkan kobaran api.ANTARA FOTO/AJI STYAWAN Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang membakar kompleks Relokasi Pasar Johar di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (2/2/2022). Belum diketahui penyebab serta kerugian akibat terbakarnya area Blok F dan Blok E di kompleks relokasi pasar tradisional tersebut. Hingga Rabu pukul 21.15 WIB, belasan mobil pemadam kebakaran dibantu mobil meriam air kepolisian beserta personel TNI-Polri dan BPBD Kota Semarang masih berupaya memadamkan kobaran api.
Bukan faktor disengaja

Ia memastikan, peristiwa kebakaran yang terjadi di pasar kawasan MAJT itu bukan karena faktor kesengajaan.

Sebab, dari barang bukti yang diamankan yakni jelaga hingga kabel instalasi listrik tidak ditemukan zat pemercepat kebakaran.

"Dari pemeriksaan abu arang atau barang bukti nomor 1065, tidak terdapat zat pemercepat kebakaran. Kalau dilakukan sengaja dengan zat hidrokarbon seperti bahan bakar atau bahan lain maka kita akan temukan buktinya," tegasnya.

Baca juga: PTM Kota Semarang Bakal Dilanjutkan Lagi Senin Depan

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar menyebutkan, dari hasil pemeriksaan para saksi ditemukan kesesuaian dengan temuan olah TKP

"Ada kesesuaian antara temuan olah TKP di blok F4 dan keterangan saksi. Dari 26 saksi mengerucut ke 2 saksi kunci," kata Irwan.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi (Hendi) mengingatkan kepada dinas terkait soal pemasangan instalasi listrik di ruang publik.

Selain itu, pedagang pasar diminta untuk saling mengingatkan. Hal ini dilakukan agar kejadian yang sudah kedua kalinya itu tidak terulang kembali.

Baca juga: Kebakaran di Tempat Relokasi Pedagang Pasar Johar Semarang, Ratusan Kios Hangus

"Dua kali kejadian karena korsleting, maka bisa lebih hati-hati untuk teman-teman pemkot dan pedagang," jelas Hendi.

Akibat peristiwa itu, Hendi menyebutkan, ada 393 pedagang yang terdampak.

Pihaknya akan mengecek satu persatu pasar di Kota Semarang agar menyediakan alat pemadam api ringan (Apar) yang sesuai.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pantai Ngebum: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Pantai Ngebum: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Regional
Sebuah Makam Diduga Milik Pejuang Kemerdekaan Ditemukan di Alun-alun Kota Semarang

Sebuah Makam Diduga Milik Pejuang Kemerdekaan Ditemukan di Alun-alun Kota Semarang

Regional
Rayakan Ulang Tahun Sambil Pesta Miras, Pemuda di Kupang Saling Bacok, 2 Terluka

Rayakan Ulang Tahun Sambil Pesta Miras, Pemuda di Kupang Saling Bacok, 2 Terluka

Regional
Hujan Deras Berjam-jam, Pohon Tumbang di Beberapa Lokasi di Salatiga

Hujan Deras Berjam-jam, Pohon Tumbang di Beberapa Lokasi di Salatiga

Regional
Detik-detik Penangkapan Paman Bunuh Siswa SD di Deli Serdang, Sempat Berpindah-pindah

Detik-detik Penangkapan Paman Bunuh Siswa SD di Deli Serdang, Sempat Berpindah-pindah

Regional
Jemaah Haji Kloter Terakhir Debarkasi Solo Tiba di Tanah Air Besok

Jemaah Haji Kloter Terakhir Debarkasi Solo Tiba di Tanah Air Besok

Regional
Pria di Riau Cabuli Anak Kandung Usia 9 Tahun, Terbongkar Setelah Ketahuan Sang Istri

Pria di Riau Cabuli Anak Kandung Usia 9 Tahun, Terbongkar Setelah Ketahuan Sang Istri

Regional
Imam Masjid di Sorong Selatan Ditampar Remaja Mabuk Saat Azan Subuh

Imam Masjid di Sorong Selatan Ditampar Remaja Mabuk Saat Azan Subuh

Regional
Teras Kaca Karapyak Valley: Harga Tiket, Jam Buka, dan Daya Tarik

Teras Kaca Karapyak Valley: Harga Tiket, Jam Buka, dan Daya Tarik

Regional
Bakal Ada Pasar Apung di Semarang, Wisatawan Bisa Belanja di Atas Perahu Mulai Besok

Bakal Ada Pasar Apung di Semarang, Wisatawan Bisa Belanja di Atas Perahu Mulai Besok

Regional
Korban Video Mesum Kepala Dusun di Jambi Dijebak Minum Air Putih hingga Lemas

Korban Video Mesum Kepala Dusun di Jambi Dijebak Minum Air Putih hingga Lemas

Regional
Cerita Korban Kebakaran di Bengkulu: Rumah Habis, Usaha Musnah, Hanya Pasrah

Cerita Korban Kebakaran di Bengkulu: Rumah Habis, Usaha Musnah, Hanya Pasrah

Regional
Penyebab Pria Bogor Tersambar Petir di Warung Kopi, Kepalanya Terbentur Selokan Beton

Penyebab Pria Bogor Tersambar Petir di Warung Kopi, Kepalanya Terbentur Selokan Beton

Regional
Diduga Stres Ditinggal Pergi Anak Kesayangan, Wanita Ini Ditemukan Tewas Gantung Diri

Diduga Stres Ditinggal Pergi Anak Kesayangan, Wanita Ini Ditemukan Tewas Gantung Diri

Regional
4 Pemberontakan di Kerajaan Majapahit, dari Ranggalawe hingga Kuti

4 Pemberontakan di Kerajaan Majapahit, dari Ranggalawe hingga Kuti

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.