Modus Jual Minyak Goreng Murah di Medsos, IRT di Sukabumi Tipu Korban Rp 17 Juta

Kompas.com - 19/02/2022, 18:24 WIB

SUKABUMI, KOMPAS.com - Seorang ibu rumah tangga berinisial NA (23) diamankan oleh Polsek Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat.

Warga Desa Tenjojaya, Kecamatan Cibadak itu diduga melakukan tindakan penipuan dengan modus menjual minyak goreng murah.

"Pelaku ini menjual minyak goreng murah yang di-posting di Facebook," ungkap Kepala Polsek Cibadak, Kompol Maryono dalam keterangan tertulis diterima Kompas.com, Sabtu (19/2/2022).

Baca juga: Temukan Stok Minyak Goreng di Gudang Kosong, Bupati Lumajang: Saya Ingin Ada Intervensi

Menurut dia pihak kepolisian menerima laporan dari seorang korban. Lalu laporan tersebut dikembangkan dengan penyelidikan hingga akhirnya pelaku berhasil ditangkap.

"Pelaku masih diperiksa, dan kami pun sudah meminta keterangan korban juga saksi-saksi," ujar Maryono.

Bermula unggahan di Facebook

Ilustrasi Facebook, Instagram, WhatsAppbusinessinsider.com Ilustrasi Facebook, Instagram, WhatsApp

Dia menuturkan, awalnya pelaku NA ini mengunggah foto minyak goreng di akun Facebook yang dilengkapi dengan nomor handphone milik suaminya, KK.

Selang beberapa hari kemudian, korban berminat dengan minyak goreng yang diunggah oleh NA. Korban lalu menghubungi nomor yang tertera dalam unggahan tersebut.

"Oleh suaminya langsung diberikan nomor handphone NA kepada korban," tutur Maryono.

Baca juga: Waspada Bencana Alam di Jabar hingga Akhir Februari, Khususnya di Bekasi dan Sukabumi

 

Transfer uang muka Rp 8,5 juta

Selanjutnya, korban menghubungi nomor milik NA dan menanyakan tentang harga minyak goreng yang dijual NA.

"NA pada saat itu menawarkan minyak goreng kepada korban dengan harga Rp 140.000 rupiah per dus," kata dia.

Karena harganya murah, maka korban memesan kepada NA untuk membeli minyak goreng sebanyak 120 dus.

Korban pun membayar uang muka sebesar 50 persen sebesar Rp 8,5 juta melalui transfer dari rekening BCA pada tanggal 1 Februari 2022.

NA berjanji akan mengirimkan minyak goreng kepada korban  pada esok harinya. Namun, NA tidak menepati janjinya dengan alasan harga minyak naik.

Baca juga: 4 Perempuan Sukabumi Dijual ke Papua, Dijanjikan Kerja di Kafe tapi Dipaksa Layani Pria Hidung Belang

Total kerugian Rp 17,8 juta

Kemudian NA menghubungi korban. Kali  ini NA beralasan belum bisa mengirimkan minyak goreng pesanan korban karena minyak goreng tertahan oleh pihak kepolisian.

Saat itu NA meminta pelunasan sebesar Rp 9,3 juta dan minyak goreng akan dikirim pada hari Senin, 7 Februari 2022.

"Korban percaya begitu saja dan memenuhi pelunasan pembelian minyak goreng seperti yang diminta NA," ujar Maryono yang sempat menjadi Kepala Polsek Parungkuda.

"Ternyata minyak goreng yang dijanjikan NA tidak dikirim ke rumah korban, malah nomor handphone NA tidak aktif dan tidak bisa dihubungi," sambung dia.

Akibat perbuatan NA, korban mengalami kerugian sebesar Rp 17.800.000

"Kami masih mengembangkan kasus ini karena diduga masih ada korban lain yang telah dirugikan NA," kata Maryono.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

JPU Ungkap Keuntungan Doni Salmanan Digunakan Nikah hingga Nafkah Keluarga

JPU Ungkap Keuntungan Doni Salmanan Digunakan Nikah hingga Nafkah Keluarga

Regional
Tidak Miliki Izin Ponpes, Izin Padepokan Pijat Tradisional Samsudin Dicabut, Ini Kata Pengamat Hukum

Tidak Miliki Izin Ponpes, Izin Padepokan Pijat Tradisional Samsudin Dicabut, Ini Kata Pengamat Hukum

Regional
Diduga Akibat Kompor Meledak, 3 Rumah di Nagekeo Terbakar

Diduga Akibat Kompor Meledak, 3 Rumah di Nagekeo Terbakar

Regional
Rumah di Bima Ludes Terbakar, Api Berasal dari Ledakan Televisi

Rumah di Bima Ludes Terbakar, Api Berasal dari Ledakan Televisi

Regional
10 Ragam Bahasa Daerah di Aceh, Salah Satunya Bahasa Aceh

10 Ragam Bahasa Daerah di Aceh, Salah Satunya Bahasa Aceh

Regional
Kisah Ekky, Anak Muda Pengrajin Wayang Kulit yang Eksis di Kota Semarang

Kisah Ekky, Anak Muda Pengrajin Wayang Kulit yang Eksis di Kota Semarang

Regional
Polisi Lakukan Tes DNA Kasus ASN Cabuli Anak Kandung di Buton Tengah, Hasilnya Tak Terbantahkan

Polisi Lakukan Tes DNA Kasus ASN Cabuli Anak Kandung di Buton Tengah, Hasilnya Tak Terbantahkan

Regional
Kapolda Maluku Minta Jajarannya Tindak Tegas Penambang Ilegal di Gunung Botak

Kapolda Maluku Minta Jajarannya Tindak Tegas Penambang Ilegal di Gunung Botak

Regional
Sampah Sungai Tantangan Mangrove di Pesisir Pantai Kulon Progo

Sampah Sungai Tantangan Mangrove di Pesisir Pantai Kulon Progo

Regional
Wanita di Bantul Curi Sepeda Motor Tanpa Alat Bantu

Wanita di Bantul Curi Sepeda Motor Tanpa Alat Bantu

Regional
Polisi Ungkap Penimbunan Ribuan Liter Solar Subsidi di Minahasa Tenggara

Polisi Ungkap Penimbunan Ribuan Liter Solar Subsidi di Minahasa Tenggara

Regional
Ingin Keluar dari Ekskul Paskibraka, Siswa SMA di Lombok Tengah Diduga Dianiaya Senior

Ingin Keluar dari Ekskul Paskibraka, Siswa SMA di Lombok Tengah Diduga Dianiaya Senior

Regional
Hujan Batu Bara di Bandung Barat, Ternyata Cerobong Pabrik Peleburan Logam Tak Sesuai Standar

Hujan Batu Bara di Bandung Barat, Ternyata Cerobong Pabrik Peleburan Logam Tak Sesuai Standar

Regional
Alpukat Kalibening di Kabupaten Semarang Diminati Pasar Nigeria

Alpukat Kalibening di Kabupaten Semarang Diminati Pasar Nigeria

Regional
Kisah 2 Anak Nelayan Miskin, Menderita Hydrocephalus dan Lumpuh, Belum Terdaftar DTKS

Kisah 2 Anak Nelayan Miskin, Menderita Hydrocephalus dan Lumpuh, Belum Terdaftar DTKS

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.