Kompas.com - 15/02/2022, 20:22 WIB

PADANG, KOMPAS.com - Polisi menceritakan kronologi suami yang menganiaya istri hingga tewas di Padang Pariaman, Jumat (11/2/2022) lalu.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto mengatakan, peristiwa berawal pada Jumat (11/2/2022) pagi sekitar pukul 6.00 WIB.

Saat itu pelaku B (66) tiba-tiba memukul kepala istrinya M (53) dengan batu yang dipersiapkannya.

Peristiwa itu diketahui saksi sekaligus anak keduanya, MBAS (18), karena mendengar suara gaduh.

Baca juga: Kronologi Bripka GAP, Anggota Satlantas Tewas Ditabrak Truk

MBAS melihat ibunya sudah berlumuran darah dalam posisi tidur di ranjang, tetapi masih mengeluarkan suara seperti orang mengorok.

"Lalu MBAS meminta tolong ke tetangga dan saat itu dia melihat ayahnya B berlumuran darah," kata Satake yang dihubungi Kompas.com, Selasa (15/2/2022).

Menurut Satake, saat ditanya saksi MBAS, pelaku mengaku tega membunuh istrinya karena dijelek-jelekkan korban di belakangnya.

Sementara Satake sendiri belum bisa memastikan motif pelaku karena keterangan yang diberikan berubah-ubah.

"Apakah memang benar bahwa istrinya menjelekkan pelaku kepada anaknya atau ada motif lain, belum dapat dipastikan karena korban sejak dibawa ke rumah sakit sudah dalam keadaan kritis dan akhirnya meninggal dunia," kata Satake.

Benda yang digunakan untuk memukul korban, menurut keterangan pelaku hanya batu sebesar kepalan orang dewasa.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bantah Ada 'Tenda Sakinah' untuk Pengungsi Gempa Cianjur, Kades: Tenda Medis dan Dapur Umum

Bantah Ada "Tenda Sakinah" untuk Pengungsi Gempa Cianjur, Kades: Tenda Medis dan Dapur Umum

Regional
WN Inggris yang Curi Motor di Bali Baru Keluar Rehabilitasi Narkotika

WN Inggris yang Curi Motor di Bali Baru Keluar Rehabilitasi Narkotika

Regional
Massa di Bima Rusak Rumah Warga yang Diduga Mucikari

Massa di Bima Rusak Rumah Warga yang Diduga Mucikari

Regional
Bunuh Keluarganya, DDS Beli Sianida Secara Online Seharga Rp 750.000 dengan Sistem COD

Bunuh Keluarganya, DDS Beli Sianida Secara Online Seharga Rp 750.000 dengan Sistem COD

Regional
Kejati Kalbar Raih Penghargaan Penyerapan Anggaran Tertinggi

Kejati Kalbar Raih Penghargaan Penyerapan Anggaran Tertinggi

Regional
Kader PAN Jateng Kompak Dukung Ganjar Maju Jadi Calon Presiden 2024, Ini Alasannya

Kader PAN Jateng Kompak Dukung Ganjar Maju Jadi Calon Presiden 2024, Ini Alasannya

Regional
Tak Bisa Aborsi, Korban Pemerkosaan di Bawah Umur Ditampung Panti Sosial

Tak Bisa Aborsi, Korban Pemerkosaan di Bawah Umur Ditampung Panti Sosial

Regional
Curhat Orangtua Bharada E, Terpukul Lihat Anaknya di TV: Pak Sambo, Jantanlah

Curhat Orangtua Bharada E, Terpukul Lihat Anaknya di TV: Pak Sambo, Jantanlah

Regional
Gempa Bumi Magnitudo 4 Guncang NTT, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Bumi Magnitudo 4 Guncang NTT, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Tari Melinting Asal Lampung Timur: Sejarah, Fungsi, dan Gerak

Tari Melinting Asal Lampung Timur: Sejarah, Fungsi, dan Gerak

Regional
Tanggapi Bencana di Sejumlah Daerah, Ganjar Siapkan Rp 15 Miliar

Tanggapi Bencana di Sejumlah Daerah, Ganjar Siapkan Rp 15 Miliar

Regional
Guru Asal Kabupaten Kendal Tewas Terlindas Truk di Semarang, Begini Kronologinya

Guru Asal Kabupaten Kendal Tewas Terlindas Truk di Semarang, Begini Kronologinya

Regional
2 Warga Muara Enim Kedapatan Oplos Pertalite dengan Minyak Sulingan

2 Warga Muara Enim Kedapatan Oplos Pertalite dengan Minyak Sulingan

Regional
Demo Mahasiswa Papua di Kupang Dibubarkan, Ormas: Ada Teriakan Menuntut Pembebasan Papua dari NKRI

Demo Mahasiswa Papua di Kupang Dibubarkan, Ormas: Ada Teriakan Menuntut Pembebasan Papua dari NKRI

Regional
Diusung Capres oleh Kader PAN, Ganjar Tegaskan Ketum PDI Perjuangan yang Memutuskan

Diusung Capres oleh Kader PAN, Ganjar Tegaskan Ketum PDI Perjuangan yang Memutuskan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.