Tolak Somasi dan Gugatan Rp 8,9 Miliar dari Susi Air, Jaksa: Pihak Susi Air Berlebihan

Kompas.com - 15/02/2022, 06:03 WIB

MALINAU, KOMPAS.com – Pemerintah Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, menjawab somasi dan menolak gugatan Rp 8,9 miliar yang dilayangkan Susi Air sebagai permintaan ganti rugi.

Kajari Malinau Jaja Raharja, melalui Kepala Seksi Intel Slamet, menjelaskan, jawaban somasi telah dilayangkan pada Kamis, 10 Februari 2022.

Sebelum dilakukan pengosongan hanggar Bandara Kol RA Bessing, Pemkab Malinau telah mengirim 3 kali surat peringatan dengan meminta kepada pihak Susi Air untuk memindahkan pesawat dan peralatan lainnya dari gedung hanggar Bandara secara mandiri.

Baca juga: Pilih Smart Aviation ketimbang Susi Air, Bupati Malinau Tegaskan Murni karena Bisnis

"Peringatan tersebut diabaikan oleh pihak Susi Air. Jadi kata pengusiran dan pemaksaan yang dituduhkan oleh Kuasa Hukum Susi Air berlebihan dan tidak sesuai fakta di lapangan," ujar dia, Senin (14/2/2022).

Slamet menjelaskan, Tim Evaluasi Sewa Menyewa Hanggar Bandara Kol RA Bessing Malinau hanya membantu Teknisi/Mekanik/Engineer Susi Air untuk memindahkan dua unit pesawat dari gedung hanggar menuju halaman hanggar.

Ia menegaskan, masih ada satu pesawat jenis Air Tractor PK-VVY yang tidak dipindahkan, dan masih tetap berada di dalam gedung hanggar bandara dengan alasan dikhawatirkan akan terjadi kerusakan jika dipindahkan secara manual.

"Bahkan sampai dengan saat dibuatnya Somasi dari Kuasa Hukum Susi Air, pesawat tersebut masih berada di dalam gedung hanggar Bandara Kol. RA Bessing Malinau," tegasnya.

Pada pokoknya, kata Slamet, pihaknya sangat menghargai Ibu Susi Pudjiastuti, baik sebagai pribadi maupun sebagai seorang tokoh nasional.

Untuk alasan tersebut, Pemkab Malinau tidak ingin membuat gaduh atau membuat permasalahan pengosongan gedung hanggar Bandara Kol RA Bessing menjadi berlarut-larut.

Baca juga: Bupati Malinau Menolak Minta Maaf dan Ganti Rugi Rp 8,9 Miliar ke Susi Air, Ini Alasannya

"Pemda Malinau tetap menahan diri untuk belum melakukan langkah-langkah hukum terkait dengan arogansi pihak Susi Air yang tetap 'menduduki' hanggar Bandara Kol RA Bessing Malinau yang sudah tidak menjadi haknya lagi," kata dia.

Demikian juga, Pemkab Malinau tetap bersabar terhadap arogansi Susi Air yang tidak bersedia melaksanakan kewajibannya untuk mengembalikan hanggar kepada Pemerintah Kabupaten Malinau selaku pemilik hanggar.

"Bahkan kewajiban-kewajiban lain yang selama ini tidak dilaksanakan dengan baik oleh Susi Air," tambahnya.

Slamet kembali menjelaskan, perjanjian kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Malinau dan PT ASI Pudjiastuti Aviation diperbarui setiap tahunnya.

Baca juga: Susi Air Buat Laporan ke Bareskrim, Kuasa Hukum Pemda Malinau: Silakan, Kami Memantau

Sejumlah pesawat Susi Air yang terparkir di halaman kiri Hanggar Malinau.KOMPAS.com/WASTI SAMARIA SIMANGUNSONG Sejumlah pesawat Susi Air yang terparkir di halaman kiri Hanggar Malinau.

Untuk Perjanjian Kerjasama tahun 2021, sebagaimana perjanjian antara Pemerintah Kabupaten Malinau dan PT ASI Pudjiastuti Aviation Nomor: 553.11/10/DISHUB-BU/I/2021 dan Nomor: 001/ASIPA/LEG/I/2021 tentang Sewa Menyewa Hanggar Bandar Udara Kol. R.A Bessing Malinau Tahun 2021 telah berakhir pada 31 Desember 2021.

Memang benar, pihak Susi Air pada 15 November 2021 telah meminta perpanjangan kontrak sewa hanggar kepada Pemerintah Kabupaten Malinau melalui surat Nomor: 1226/ASIPA/CEO/XI/2021.

Namun, Pemerintah Kabupaten Malinau menyatakan tidak memperpanjang sewa hanggar Bandara Kol. RA Bessing kepada Susi air dengan menerbitkan surat Nomor: 550/578/HUKUM tanggal 9 Desember 2021.

"Karena Pemerintah Daerah Kabupaten Malinau memutuskan tidak memperpanjang kontrak sewa hangar tersebut, maka sejak tanggal 01 Januari 2022 seharusnya Susi Air secara sukarela, wajib mengosongkan hanggar. Tetapi ternyata kewajiban tersebut tidak dilakukan oleh Susi Air, dengan tetap menduduki hanggar yang sudah bukan menjadi haknya lagi, sebagaimana diatur dalam Pasal 3 Ayat (4) Perjanjian antara Pemerintah Daerah Kabupaten Malinau dengan PT ASI Pudjiastuti Aviation Nomor: 553.11/10/DISHUB-BU/I/2021 dan Nomor: 001/ASIPA/LEG/I/2021," kata dia.

Baca juga: Susi Air Vs Pemkab Malinau, Pemda Tunjuk Pengacara Hadapi Somasi, Perusahaan Susi Siap Lapor ke Bareskrim

Dikonfirmasi lebih jauh, Slamet belum berkenan menjawab pertanyaan lain terkait mengapa Satpol PP bisa masuk Bandara dan melakukan eksekusi manual terhadap pesawat atau hal lain berkaitan dengan teknis yang akan menjadi materi mereka dalam menentukan langkah kebijakan hokum selanjutnya.

"Kalau terkait teknisnya, materinya, saya harus koordinasi dulu dengan Kasi Datun, mohon waktu dulu," ucapnya.

Sebelumnya, pesawat milik Susi Air dikeluarkan paksa dari Hanggar Bandara Robert Atty Bessing Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, pada Rabu (2/2/2022).

Dalam video yang diunggah pemilik Susi Air, Susi Pudjiastuti, lewat akun Twitter-nya, tampak pemindahan paksa itu melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja.

Padahal, maskapai Susi Air sudah melayani penerbangan perintis di wilayah tersebut sekitar 10 tahun lamanya.

Baca juga: Buat Laporan ke Bareskrim, Kuasa Hukum Susi Air Diminta Lengkapi Syarat Formil

Pesawat Susi Air yang terparkir di halaman depan Hanggar Malinau.KOMPAS.com/WASTI SAMARIA SIMANGUNSONG Pesawat Susi Air yang terparkir di halaman depan Hanggar Malinau.

Susi Air juga sudah sudah mengajukan perpanjangan penyewaan hanggar kepada Pemerintah Kabupaten Malinau sejak November 2021. Namun, permintaan itu ditolak.

Hanggar disewakan ke maskapai penerbangan lain sejak Desember 2021, yang justru tidak sedang melayani penerbangan perintis yang dibiayai oleh APBN dan APBD.

Selain itu, Susi Air disebut sudah mengajukan waktu untuk memindahkan barang-barangnya dari Hanggar Bandara Robert Atty Bessing selama tiga bulan.

Waktu itu dibutuhkan karena pesawat yang berada dalam hanggar tersebut sedang dalam perbaikan mesin. Namun, hal tersebut juga tidak mendapatkan respons dari pemerintah daerah, dan akhirnya terjadilah peristiwa pengusiran Susi Air dari hanggar.

Atas kejadian tersebut, pihak Susi air akhirnya melayangkan somasi. Susi Air meminta Bupati dan Sekda Malinau meminta maaf secara tertulis kepada manajemen atas tindakan pemindahan pesawat secara paksa dari hanggar.

Selain itu, menuntut ganti rugi operasional sebesar Rp 8,95 miliar, yang berasal dari kerugian akibat pembatalan penerbangan, biaya maintenance atau perawatan, dan pemindahan barang-barang.

Baca juga: Somasi ke Bupati dan Sekda Malinau Tak Direspons, Kuasa Hukum Susi Air Akan Lapor ke Bareskrim Hari Ini

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

ASN di Buton Tengah Cabuli Anak Kandungnya Sendiri hingga Korban Lahirkan Bayi Laki-laki

ASN di Buton Tengah Cabuli Anak Kandungnya Sendiri hingga Korban Lahirkan Bayi Laki-laki

Regional
Diguyur Hujan 8 Jam, Longsor dan Banjir Landa Banyumas

Diguyur Hujan 8 Jam, Longsor dan Banjir Landa Banyumas

Regional
Guru Honorer di Lombok Tengah Edarkan Narkoba, Mengaku Tergiur Upah Rp 300.000

Guru Honorer di Lombok Tengah Edarkan Narkoba, Mengaku Tergiur Upah Rp 300.000

Regional
Konser Dream Theater di Solo Sedot Ribuan Penonton, 824 Personel Pengamanan Diterjunkan

Konser Dream Theater di Solo Sedot Ribuan Penonton, 824 Personel Pengamanan Diterjunkan

Regional
Kisah Haru Bayi Wakilkan Wisuda Ibu yang Meninggal dan Ayahnya Ditahan Polisi di Palopo

Kisah Haru Bayi Wakilkan Wisuda Ibu yang Meninggal dan Ayahnya Ditahan Polisi di Palopo

Regional
Pemerkosa Anak Kandung yang Masih Kelas 4 SD Ditangkap, Dilakukan Selama 4 Tahun

Pemerkosa Anak Kandung yang Masih Kelas 4 SD Ditangkap, Dilakukan Selama 4 Tahun

Regional
Sitinjau Lauik Rawan Longsor, Warga Diminta Tak Melintas Saat Hujan

Sitinjau Lauik Rawan Longsor, Warga Diminta Tak Melintas Saat Hujan

Regional
Soal Tuduhan Pelecehan Seksual oleh Brigadir J, Pengacara Keluarga Minta Istri Ferdy Sambo Diperiksa

Soal Tuduhan Pelecehan Seksual oleh Brigadir J, Pengacara Keluarga Minta Istri Ferdy Sambo Diperiksa

Regional
Gempa di Maluku Tenggara Barat, BPBD: Tak Ada Kerusakan

Gempa di Maluku Tenggara Barat, BPBD: Tak Ada Kerusakan

Regional
Bocah 10 Tahun Tewas Dibunuh Paman Saat Belajar di Kelas, Kakak Korban: Saya Tidak Ikhlas

Bocah 10 Tahun Tewas Dibunuh Paman Saat Belajar di Kelas, Kakak Korban: Saya Tidak Ikhlas

Regional
Kasus PMK Pertama di Bima, Langsung Melonjak hingga 479 Sapi

Kasus PMK Pertama di Bima, Langsung Melonjak hingga 479 Sapi

Regional
Harga Jual TBS Kelapa Sawit di Bangka Masih Rp 1.200 Per Kilogram

Harga Jual TBS Kelapa Sawit di Bangka Masih Rp 1.200 Per Kilogram

Regional
Curi Ikan di Selat Malaka, Nakhoda Kapal Asal Taiwan Didenda Rp 100 Juta

Curi Ikan di Selat Malaka, Nakhoda Kapal Asal Taiwan Didenda Rp 100 Juta

Regional
Diduga Cemburu, Pria di Ende Sebar Foto Bugil Pacar ke Temannya

Diduga Cemburu, Pria di Ende Sebar Foto Bugil Pacar ke Temannya

Regional
Momen Haru Kimberly Gantikan Almarhum Ibunya di Acara Wisuda Unanda Palopo

Momen Haru Kimberly Gantikan Almarhum Ibunya di Acara Wisuda Unanda Palopo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.