Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ayah Tiri dan Kakek Kandung Perkosa Anak di Bawah Umur Sampai Hamil 7 Bulan

Kompas.com - 13/02/2022, 12:15 WIB
Suwandi,
Gloria Setyvani Putri

Tim Redaksi

JAMBI, KOMPAS.com - Peristiwa pemerkosaan terhadap anak bawah umur dan dilakukan oleh orang terdekat korban kembali terjadi di Jambi.

Kali ini, pelakunya adalah ayah tiri berinisial HL (42) dan kakek kandung berinisial YY (57) korban.

Akibat perbuatan bejat para tersangka, korban yang saat ini berusia 16 tahun tengah hamil tujuh bulan.

Baca juga: Bocah 16 Tahun Diperkosa Pemilik Kafe di Bintan, Berawal Korban Dibohongi Pelaku

"Korban masih di bawah umur, tapi sudah disuruh menikah," kata Kapolres Tebo, AKBP Fitria Mega melalui sambungan telepon, Minggu (13/2/2022).

Ia mengatakan rencana pernikahan korban ini, masih diselidiki apakah ada pemaksaan dari pelaku karena ingin menutupi perbuatan tersangka.

Kapolres perempuan pertama di Jambi ini menjelaskan, kehamilan korban diketahui pertama kali saat korban memeriksakan kesehatan untuk persyaratan menikah.

“Korban ini akan menikah. Jadi saat-saat (sebelum) pernikahan itu, dia melakukan pengecekan fisik dan kesehatan guna untuk melakukan vaksinasi," kata mantan atlet karate Internasional ini.

Sebelum dilakukan vaksinasi, yang bersangkutan dicek oleh dokter, dan dilakukan screening dan ternyata kondisi korban dalam kondisi hamil.

Mega berkata, dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa korban disetubuhi ayah tirinya sejak berusia 12 tahun.

Kemudian korban juga mengaku mendapat ancaman akan dipukul dari kakeknya, jika melaporkan perbuatan bejat pelaku kepada orang lain.

Mega mengatakan, kasus ini masih dalam pengembanganan dan tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru.

Baca juga: Merantau ke Tambelan, Remaja Ini Diperkosa Bos Tempatnya Bekerja

Sementara itu ayah tiri korban HL mengakui perbuatannya dan mengaku khilaf melakukan pemerkosaan tersebut, karena saat kejadian istrinya sedang tidak berada di rumah.

Pelaku HL mengaku hanya satu kali menyetubuhi korban pada tahun 2017 lalu.

Sementara tersangka YY berdalih, aksi pencabulan yang dilakukannay merupakan permintaan korban sendiri.

Kedua tersangka disangkakan dengan pasal 81 ayat 1,2,3 junto pasal 76 d, pasal 82 ayat 1,2, junto ayat 2, junto 76 e, Undang-undang RI nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak, dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Jatuh Sakit Usai Diancam saat Pembakaran Kotak Suara, Ketua KPPS di Bima Meninggal Jelang PSU

Jatuh Sakit Usai Diancam saat Pembakaran Kotak Suara, Ketua KPPS di Bima Meninggal Jelang PSU

Regional
Tinjau PSU di Manokwari, Kapolda Papua Barat Interaksi dengan Pemilih di TPS

Tinjau PSU di Manokwari, Kapolda Papua Barat Interaksi dengan Pemilih di TPS

Regional
2 Anggota KPPS di Indragiri Hulu Riau Meninggal Usai Pencoblosan

2 Anggota KPPS di Indragiri Hulu Riau Meninggal Usai Pencoblosan

Regional
1 Pelaku Penganiayaan Anggota TNI hingga Meninggal di Keerom Ditangkap, 1 Buron

1 Pelaku Penganiayaan Anggota TNI hingga Meninggal di Keerom Ditangkap, 1 Buron

Regional
Museum Bengkulu di Bengkulu: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Museum Bengkulu di Bengkulu: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Regional
Diguyur Hujan Lebat 3 Jam, Belasan Perumahan di Lampung Kebanjiran

Diguyur Hujan Lebat 3 Jam, Belasan Perumahan di Lampung Kebanjiran

Regional
2 Orang Pelaku Pembakaran 68 Kotak Suara di Bima Positif Narkoba

2 Orang Pelaku Pembakaran 68 Kotak Suara di Bima Positif Narkoba

Regional
Banjir Bandang dan Tanah Longsor Terjang Satu Desa di Sumbawa, Puluhan Rumah Terendam

Banjir Bandang dan Tanah Longsor Terjang Satu Desa di Sumbawa, Puluhan Rumah Terendam

Regional
Saat Perhitungan Suara, Warga Siram Bensin ke Kotak Suara di TPS 025 Sanggeng Manokwari

Saat Perhitungan Suara, Warga Siram Bensin ke Kotak Suara di TPS 025 Sanggeng Manokwari

Regional
Dikira Tenggelam di Irigrasi Brebes, Bocah Ini Malah Menonton Aksi Tim SAR

Dikira Tenggelam di Irigrasi Brebes, Bocah Ini Malah Menonton Aksi Tim SAR

Regional
Pemilu Susulan di Demak: Demi 'Nyoblos', Banjir Pun Diterobos

Pemilu Susulan di Demak: Demi "Nyoblos", Banjir Pun Diterobos

Regional
Cerita Disabilitas Netra Ikuti Pemungutan Suara Ulang di Sumbawa, Butuh 20 Menit di Bilik Suara

Cerita Disabilitas Netra Ikuti Pemungutan Suara Ulang di Sumbawa, Butuh 20 Menit di Bilik Suara

Regional
Perkosa 5 Bocah Perempuan, Seorang Pria di Ambon Ditangkap

Perkosa 5 Bocah Perempuan, Seorang Pria di Ambon Ditangkap

Regional
Demi Beli HP Baru, Cucu Rampok Emas dan Pukul Kepala Neneknya di Inhu Riau

Demi Beli HP Baru, Cucu Rampok Emas dan Pukul Kepala Neneknya di Inhu Riau

Regional
Buka Festival Cap Go Meh Singkawang, Sandiaga: Perkembengan Pariwisata Kalbar Luar Biasa

Buka Festival Cap Go Meh Singkawang, Sandiaga: Perkembengan Pariwisata Kalbar Luar Biasa

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com