Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kasus Covid-19 Ditemukan di 91 SMA dan SMK di Banten, Tangerang Raya Terapkan Belajar Jarak Jauh

Kompas.com - 08/02/2022, 21:59 WIB
Rasyid Ridho,
I Kadek Wira Aditya

Tim Redaksi

SERANG, KOMPAS.com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinsdikbud) Provinsi Banten mencatat ada 91 SMA dan SMK di Banten yang ditemukan adanya kasus positif Covid-19.

Adapun sekolah di wilayah Tangerang Raya menjadi yang terbanyak ditemukan kasus Covid-19.

"Di Kabupaten Lebak, belum ada laporan. Kami juga belum dapat laporan terkait jumlah siswa atau guru yang terpapar, baru data sekolahnya saja," kata Kepala Disdikbud Banten Tabrani kepada wartawan, Selasa (8/2/2022).

Baca juga: 118 Siswa SMAN CMBBS Banten Terpapar Covid-19, Berawal 1 Siswa Demam

Tabrani menyebutkan, kasus Covid-19 ditemukan seperti di Kota Tangerang ada 61 sekolah serta Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang 20 sekolah.

Sementara, lanjut Tabrani, untuk wilayah Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon dilaporkan ada 10 sekolah yang ditemukan kasus Covid-19.

"Untuk di Kabupaten Pandeglang ada empat sekolah," ujar Tabrani.

PTM dialihkan ke PJJ

Tabrani mengatakan, pembelajaran tatap muka (PTM) di Tangerang Raya dialihkan ke pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Hal itu tertuang dalam surat dengan Nomor 421/0318-Dindikbud/2022.

Dalam surat itu, wilayah Tangerang Raya yakni Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang diberlakukan PJJ selama 14 hari sejak 7 Februari 2022.

Baca juga: PPKM di Tangerang Raya Naik ke Level 3, Ini Respons Gubernur Banten

Kebijakan ini dilakukan karena memperhatikan situasi dan kondisi penyebaran Covid-19 dan varian Omicron di wilayah Tangerang Raya.

Untuk wilayah lainnya tetap diperkenankan melakukan PTM dengan kapasitas 25 persen.

"Itu pun harus dengan protokol kesehatan yang ketat," ujar Tabrani,

Namun, apabila ditemukan kasus Covid-19 di sekolah tersebut, maka sekolah wajib ditutup sementara diganti ke PJJ.

"Khusus wilayah lain selain Tangerang Raya sifatnya kasuistis. Bila ada kasus akan PJJ, belum secara menyeluruh," ucap Tabrani.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

WN Bangladesh Ditangkap karena Selundupkan Orang dari NTT ke Australia, Tawarkan Jasa lewat TikTok

WN Bangladesh Ditangkap karena Selundupkan Orang dari NTT ke Australia, Tawarkan Jasa lewat TikTok

Regional
Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini Minggu 19 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Petir

Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini Minggu 19 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Petir

Regional
Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Minggu 19 Mei 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Minggu 19 Mei 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Regional
Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini Minggu 19 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Petir

Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini Minggu 19 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Petir

Regional
Sosok Ayah di Empat Lawang yang Banting Bayinya hingga Tewas, Masih Berusia 18 Tahun, Sering Aniaya Istri

Sosok Ayah di Empat Lawang yang Banting Bayinya hingga Tewas, Masih Berusia 18 Tahun, Sering Aniaya Istri

Regional
Jadi Korban Banjir Sumbar, Ritawati: Saya Terus Memimpikan Suami yang Hilang

Jadi Korban Banjir Sumbar, Ritawati: Saya Terus Memimpikan Suami yang Hilang

Regional
Penampungannya Jadi Venue PON, Pengungsi Rohingya Dipindah dari Banda Aceh

Penampungannya Jadi Venue PON, Pengungsi Rohingya Dipindah dari Banda Aceh

Regional
Ada Perayaan Waisak 2024, Jam Kunjungan Wisata Candi Borobudur Berubah

Ada Perayaan Waisak 2024, Jam Kunjungan Wisata Candi Borobudur Berubah

Regional
Diduga Jadi Tempat Prostitusi, Belasan Warung Remang-remang di Brebes Disegel Warga

Diduga Jadi Tempat Prostitusi, Belasan Warung Remang-remang di Brebes Disegel Warga

Regional
Kala Prajurit Kopassus Dilantik Tanpa Didampingi Keluarga Usai Jalani Pendidikan di Nusakambangan

Kala Prajurit Kopassus Dilantik Tanpa Didampingi Keluarga Usai Jalani Pendidikan di Nusakambangan

Regional
Usai Santap Makanan Pengajian, Puluhan Warga di Brebes Keracunan Massal

Usai Santap Makanan Pengajian, Puluhan Warga di Brebes Keracunan Massal

Regional
Berkunjung ke Aceh, Menpora Diminta Tambah Anggaran PON Rp 531 Miliar

Berkunjung ke Aceh, Menpora Diminta Tambah Anggaran PON Rp 531 Miliar

Regional
Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini Minggu 19 Mei 2024, dan Besok : Malam Ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini Minggu 19 Mei 2024, dan Besok : Malam Ini Cerah Berawan

Regional
Tak seperti Pemilu, Peminat PPK dan PPS di Pilkada Menurun

Tak seperti Pemilu, Peminat PPK dan PPS di Pilkada Menurun

Regional
Mengenal Megathrust dan Hubungannya dengan Potensi Gempa dan Tsunami di Indonesia

Mengenal Megathrust dan Hubungannya dengan Potensi Gempa dan Tsunami di Indonesia

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com