Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jumlah Korban Pelecehan Seksual Pimpinan Madrasah Bertambah 9 Orang

Kompas.com - 07/02/2022, 16:11 WIB
Junaedi,
Ardi Priyatno Utomo

Tim Redaksi

MAMUJU, KOMPAS.com –  Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan pimpinan sebuah madrazah yang juga oknum pegawai ASN di kantor Kemenag Mamuju terus didalami tim penyidik Reskrim Polres Mamuju, Sulawesi Barat.

Setelah polisi menetapkan tersangka AR (47 tahun) usai dilaporkan 7 santri yang diduga jadi korban kekerasan seksual, jumlah korban kini terus bertambah.

Dari hasil pemeriksaan sementara tim penyidik, dari 7 santri yang mengaku pernah jadi korban pelecehan seksual oleh gurunya, kini bertambah 9 orang Korban. 

Baca juga: Dilaporkan Cabuli 7 Muridnya, ASN Kemenag di Mamuju Ditangkap Polisi

Kasat Reskrim Polresta Mamuju, AKP Pandu Arief Setiawan yang dihubungi Kompas.com menyebutkan, sudah ada 9 orang yang mengaku pernah jadi korban pelecehan seksual oleh tersangka AR.

Namun kepolisian hingga kini masih berupaya memastikan pengakuan-pengakuan tersebut, termasuk kini sedang berupaya mendata korban lain yang diduga masih ada, namun memilih tutup mulut karena dianggap aib.

“Sudah ada 9 orang yang pernah jadi korban pelecehan seksual tersangka AR, tapi kami masih mendalami termasuk mendata kemungkinan ada korban lainnya,” jelas Pandu.

Pandu menjelaskan, penyidik Polres Mamuju kini masih intens melakukan pendalaman kasus kekerasan seksual yang terjadi di institusi pendidikan. Kepolisian terus melakukan poemeriksaan tersangka, termasuk para korban dan saksi-saksi lainnya.

“Sembilan korban ini datanya belum fix ya Mas, masih perlu pendalaman ke saksi-saksi lain dan juga tersangka, karena ini baru pengakuan,” ujar Pandu

Pandu yang mengutip pengakuan sejumlah saksi mengatakan, korbannya tak hanya para santri namun juga pegawai di Madrasah tempat pelaku mengajar.

Baca juga: Polisi Selidiki Dugaan Pelecehan Seksual Siswa Sesama Jenis oleh Pelatih Futsal di Bogor

Hasil penyidikan sementara, diketahui kasus pelecehan seksual oknum ASN di Kemenag Mamuju ini berlangsung dalam rentang waktu sejak Juli hingga Desember 2021.

Umumnya pelaku berupaya memperdaya korbannya dengan cara diteror. Korban bahkan diancam akan dikeluarkan dari sekolah jika berani buka mulut atau melawan permintaan tersangka.

Sejumlah saksi korban lainnya mengaku, mereka bahkan akan diancam dibunuh pelaku jika berani bersuara atau menolak ajakannya.

Baca juga: Dugaan Pelecehan Seksual dalam Kampus di Jateng, Polisi Minta Korban Melapor

Di depan penyidik kepolisian, korban mengaku tidak hanya dipeluk dan dicium pelaku, saat istri dan anak-anak tersangka sedang tidak ada di rumahnya.

Korban lainnya mengaku bagian sensitifnya diperlakukan tersangka tak senonoh, saat korbannya terpasung dalam suasana ketakutan.

Sejak ditetapkan sebagai tersangka Sabtu (5/2/2022), AR yang ditangkap polisi di rumahnya kini mendekam di sel tahanan Mapolres Mamuju unutk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kronologi Pria di Sambas Bunuh Pegawai Koperasi gara-gara Utang Judi Online

Kronologi Pria di Sambas Bunuh Pegawai Koperasi gara-gara Utang Judi Online

Regional
Puluhan Anggota Tim SAR Cari Korban Jalan Ambles di Jembatan Monano

Puluhan Anggota Tim SAR Cari Korban Jalan Ambles di Jembatan Monano

Regional
TNI Sita Senjata Api Rakitan OPM di Maybrat, Sempat Baku Tembak

TNI Sita Senjata Api Rakitan OPM di Maybrat, Sempat Baku Tembak

Regional
Pj Gubernur Jateng: Harganas Jadi Momentum Percepatan Penurunan Stunting di Jateng

Pj Gubernur Jateng: Harganas Jadi Momentum Percepatan Penurunan Stunting di Jateng

Regional
Uang Habis di Judi Online, Seorang Pria Bunuh Petugas Kredit Koperasi

Uang Habis di Judi Online, Seorang Pria Bunuh Petugas Kredit Koperasi

Regional
Pria Berlumur Darah Ditangkap di Hang Nadim, Diduga Tusuk Ibu Kandung

Pria Berlumur Darah Ditangkap di Hang Nadim, Diduga Tusuk Ibu Kandung

Regional
Prakiraan Cuaca Pekanbaru Hari Ini Minggu 23 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Pekanbaru Hari Ini Minggu 23 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Regional
Tertimpa Batu Saat Mendulang Emas, Penambang di Mile 46 Papua, Tewas

Tertimpa Batu Saat Mendulang Emas, Penambang di Mile 46 Papua, Tewas

Regional
Kronologi Wanita Terapis Tewas dengan Mulut Dilakban, Tangan dan Kaki Diikat

Kronologi Wanita Terapis Tewas dengan Mulut Dilakban, Tangan dan Kaki Diikat

Regional
Pelaku Wisata di Labuan Bajo Diimbau Perhatian Prediksi Cuaca

Pelaku Wisata di Labuan Bajo Diimbau Perhatian Prediksi Cuaca

Regional
Melihat Lebih Dekat Tradisi Bakar Tongkang di Rokan Hilir

Melihat Lebih Dekat Tradisi Bakar Tongkang di Rokan Hilir

Regional
Prakiraan Cuaca Manado Hari Ini Minggu 23 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Petir

Prakiraan Cuaca Manado Hari Ini Minggu 23 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Petir

Regional
Pj Gubernur Jateng Minta Stigma 'Kampung Bandit' Tak Langgengkan

Pj Gubernur Jateng Minta Stigma "Kampung Bandit" Tak Langgengkan

Regional
Edukasi Perdagangan Satwa Liar Lewat Lomba Burung Berkicau

Edukasi Perdagangan Satwa Liar Lewat Lomba Burung Berkicau

Regional
Kesaksian Kades soal Wanita Terapis Tewas Dilakban dan Diikat di Grobogan

Kesaksian Kades soal Wanita Terapis Tewas Dilakban dan Diikat di Grobogan

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com