Kisah Driver Ojol yang Sempat Viral, Dimaki-maki Pelanggan, Motor Kreditan Dicuri dan Kasus Sate Sianida

Kompas.com - 06/02/2022, 11:01 WIB

KOMPAS.com - Kasus driver ojek online (ojol) Ahmad Asep, warga di Cirebon, Jawa Barat, yang diberi bintang satu oleh pelanggan menjadi sorotan.

Selain diberi bintang satu, dirinya juga dimaki-maki oleh pelanggannya itu.

"Saya bingung, dimarahi terus, padahal sudah sesuai," kata Asep kepada Kompas.com, Senin (31/1/2022).

Baca juga: Nekat Jadi Kurir Sabu, Seorang Pengemudi Ojol di Surabaya Ditangkap

Asep menjelaskan, kejadian itu berawal saat dirinya mendapatkan pesanan untuk mengantarkan makanan ke kawasan Jadimulya, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon.

Setelah itu, dia segeramembelikan makanan dan mengantarkannya ke titik lokasi yang dikirimkan pelanggan.

Baca juga: Kasus Driver Ojol Dipukul Oknum Polisi Saat Lapor Motor Hilang, Ini Fakta Lengkapnya

"Saya sudah sampai di titik yang pelanggan kirim. Saya langsung kabarkan ke pelanggan. Seketika, pelanggan balas chat dengan kata kasar, lalu nelepon marah-marah. Saya kaget dan diam saja," ujarnya.

Memicu kemarahan

Peristiwa itu lalu menuai kemarahan para driver ojol lainnya. Sejumlah driver ojol segera mendatangi Balai Desa Jadimulya, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Aksi itu sempat terekam dan videonya diunggah oleh akun @lambe ojol.
"Buntut atas perlakuan kasar seorang pelanggan ojek online terhadap pengemudi ojol. Akhirnya, rumah pelanggan ojol didatangi puluhan pengemudi ojek online di Jalan Jadimulya," kata lambe ojol melalui kalimat penyerta video tersebut.

Setelah itu, menurut Asep, pelanggannya telah meminta maaf saat di kantor balai desa. Dirinya pun meminta maaf kepada pelanggan tersebut.

"Saya minta maaf karena saya marah berlebihan," kata pelanggan tersebut dalam video klarifikasi yang juga tersebar di sejumlah media sosial.

Baca juga: Tiga Pemuda Terlibat Pengeroyokan Pengemudi Ojol di Magelang, Salah Satunya Masih di Bawah Umur

Anak driver ojol meninggal santap sate sianida

Bandiman (baju coklat) dan Titik Rini saat mengikuti Sidang di PN Bantul Senin (13/12/2021)KOMPAS.COM/MARKUS YUWONO Bandiman (baju coklat) dan Titik Rini saat mengikuti Sidang di PN Bantul Senin (13/12/2021)

Kasus sate sianida yang merenggut nyawa anak Bandiman, pengendara ojek online di Bantul, DIY, juga menjadi sorotan, Minggu (25/4/2021).

Bandiman saat itu mendapat order secara online dari seorang wanita di sekitar Stadion Mandala Krida Yogyakarta, pada Minggu (25/4/2021).

Paket berisi sate ayam itu diminta dikirim ke ke Kapanewon Bantul ke seorang warga bernama Tomi.

Namun, kata Bandiman, sesampainya di alamat tujuan, Tomi merasa tidak memesan paket takjil.

Lalu, karena paket itu ditolak, Bandiman membawanya pulang untuk makanan berbuka puasa. Makanan itu disantap bersama anak dan istrinya.

"Anak saya bilangnya pahit panas dan lari ke kulkas minum," sebut Bandiman.

Anak Bandiman, Naba (8), sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yogyakarta, namun nyawanya tak tertolong.

Sementara itu, dari hasil pengungkapkan polisi, pelaku dibalik sate sianida itu adalah seorang wanita bernama Nani Apriliani Nurjaman (25), warga Majalengka.

Nani mengaku memesan KCN atau kalium sianida di toko daring sebanyak 250 gram.

"250 gram harganya Rp 224.000," kata Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono di Mapolres Bantul, Senin (3/5/2021).

Motif Nani, kata Wachyu, adalah berniat meracuni target bernama Tomy lantaran sakit hati.

Baca juga: Pengakuan Driver Ojol di Cirebon yang Dimaki-maki Pelanggan: Saya Bingung Dimarahi Terus

Antar miras ditangkap

Sementara itu, seorang driver ojol di Solo, berinisial AN, ditangkap polisi gara-gara antar pesanan pelanggan. Peristiwa yang terjadi pada Juni 2021 ini sempat viral di media sosial.

Dalam narasi yang diunggah akun facebook @Info Cegatan Solo dan sekitarnya itu, pengemudi ojol menjelaskan, saat itu dirinya mendapatkan order untuk mengantarkan barang milik pelanggan.

Saat tiba di rumah pelanggan, barang yang hendak diambil sudah dikemas dan dilakban rapat.

AN mengaku tidak berani memeriksa dan langsung diantarkan kepada penerimanya yang berada di sekitar Terminal Tirtonadi.

Akan tetapi, setibanya di lokasi tujuan, pengemudi ojol itu justru ditangkap aparat kepolisian. Sebab, barang milik pelanggan yang diantar tersebut diketahui minuman keras.

Kasus itu sempat mendapat perhatian Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.

“Sudah ditangani, itu tidak jadi tersangka lho,” ujar Gibran, Minggu (13/6/2021).

“Itu harus di-crosscheck lagi ke Kapolres dan tidak dijadikan tersangka,” ungkapnya.

Setelah menandantangni berkas-berkas, AN akhirnya diizinkan pulang.

Baca juga: Rumahnya Digeruduk, Pelanggan yang Maki dan Beri Bintang 1 Driver Ojol Akhirnya Minta Maaf

Motor masih kredit dicuri

Tangkapan layar foto pengemudi ojol yang sujud syukur setelah bertemu motornya yang hilang selama 3 hari.Facebook Tangkapan layar foto pengemudi ojol yang sujud syukur setelah bertemu motornya yang hilang selama 3 hari.

Sementara itu, foto saat seorang driver ojol bernama Danny Ariesta di Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, bersujud di depan motor menjadi viral, Sabtu, (20/3/2021).

Dari penelusuran Kompas.com, Danny bersujud di depan motornya yang sempat hilang dicuri selma tiga hari.

"Seorang OJOL langsung melakukan sujud syukur setelah mendapati sepeda motor Honda Beat warna hitam miliknya bisa ditemukan oleh petugas UNIT RESKRIM POLSEK TEMBALANG, hanya dalam waktu 3 × 24 Jam... Korban sujud syukur dihadapan Kapolsek Tembalang KOMPOL R ARSADI, SE. MH dan Kanit Reskrim Polsek Tembalang IPDA ENDRO SOEGIJARTO, SH. Sebagai wujud syukur bahwa sepeda motor miliknya benar - benar sudah kembali. Padahal sepeda motor Honda Beat tersebut merupakan alat transportasi miliknya yang digunakan untuk mencari nafkah dengan bekerja sebagai OJEK ONLINE," tulis akun Facebook Aldigunawan.

Danny mengungkapkan kepada polisi, motor yang dibawa lari oleh pelaku itu merupakan satu-satunya transportasi untuk menyambung hidupnya.

"Motornya kredit belum lunas, buat cari makan, korban juga punya anak dua, kemudian kalau ambil lagi juga enggak bisa karena sudah penuh," kata Kapolsek Tembalang, Kompol R Arsadi KS.

(Penulis : Kontributor Yogyakarta, Markus Yuwono, Retia Kartika Dewi | Editor: Rizal Setyo Nugroho, Khairina, Teuku Muhammad Valdy Arief)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pimpin Sementara Kabupaten Pemalang, Wabup Tak Tahu Kegiatan Mukti Agung Wibowo Sebelum Ditangkap KPK

Pimpin Sementara Kabupaten Pemalang, Wabup Tak Tahu Kegiatan Mukti Agung Wibowo Sebelum Ditangkap KPK

Regional
Kabar Gembira, Ada Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor di Kaltim, Begini Skemanya

Kabar Gembira, Ada Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor di Kaltim, Begini Skemanya

Regional
DPRD Makassar Dukung Wali Kota, Kiranya Presiden dan Menhub Bisa Mendengar

DPRD Makassar Dukung Wali Kota, Kiranya Presiden dan Menhub Bisa Mendengar

Regional
Kronologi Penemuan Mayat yang Jatuh ke Selokan Sriwijaya Semarang

Kronologi Penemuan Mayat yang Jatuh ke Selokan Sriwijaya Semarang

Regional
Paket Narkoba yang Hendak Dikirim ke Lapas Baubau Berhasil Digagalkan

Paket Narkoba yang Hendak Dikirim ke Lapas Baubau Berhasil Digagalkan

Regional
Soal Pelecehan di Magelang, Keluarga Brigadir J: Skenario Ferdy Sambo Lucu, Berbelit-belit

Soal Pelecehan di Magelang, Keluarga Brigadir J: Skenario Ferdy Sambo Lucu, Berbelit-belit

Regional
Sebar Foto Bugil Pacar, Pria di Ende Terancam 6 Tahun Penjara

Sebar Foto Bugil Pacar, Pria di Ende Terancam 6 Tahun Penjara

Regional
Ketika Gibran Murka, Lepas Paksa Masker Paspampres yang Pukul Sopir Truk Saat Minta Maaf

Ketika Gibran Murka, Lepas Paksa Masker Paspampres yang Pukul Sopir Truk Saat Minta Maaf

Regional
Mobil Brio yang Dikemudikan Polisi di Maluku Tengah Tabrak Pohon, Satu Penumpang Tewas

Mobil Brio yang Dikemudikan Polisi di Maluku Tengah Tabrak Pohon, Satu Penumpang Tewas

Regional
695 Hewan Ternak Terjangkit PMK di Sumbawa, 4 Ekor Mati

695 Hewan Ternak Terjangkit PMK di Sumbawa, 4 Ekor Mati

Regional
Temukan 2 Ekor Monyet dalam Kondisi Mengenaskan di Kompleks FPIK Unsoed, Relawan Turun Tangan

Temukan 2 Ekor Monyet dalam Kondisi Mengenaskan di Kompleks FPIK Unsoed, Relawan Turun Tangan

Regional
Diduga Korupsi DAK Rp 1,2 Miliar di 28 SMP, Kepala Dinas Pendidikan Gunung Mas Diamankan

Diduga Korupsi DAK Rp 1,2 Miliar di 28 SMP, Kepala Dinas Pendidikan Gunung Mas Diamankan

Regional
Temuan Minyak Bumi Baru di Perairan Malaka NTT, Dinas ESDM Akan Bersurat ke Pusat

Temuan Minyak Bumi Baru di Perairan Malaka NTT, Dinas ESDM Akan Bersurat ke Pusat

Regional
Cicipi Kuliner Sorgum Kreasi SMK PGRI 2 Kudus, KSP Moeldoko: Rasanya Enak dan Punya Nilai Jual

Cicipi Kuliner Sorgum Kreasi SMK PGRI 2 Kudus, KSP Moeldoko: Rasanya Enak dan Punya Nilai Jual

Regional
Pupuk Subsidi untuk Sawit Dicabut, Pupuk Palsu Mulai Beredar dan Sulit Dideteksi

Pupuk Subsidi untuk Sawit Dicabut, Pupuk Palsu Mulai Beredar dan Sulit Dideteksi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.