Kompas.com - 05/02/2022, 07:28 WIB

NUNUKAN, KOMPAS.com – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalimantan Utara Hamsi mengaku heran tidak ada laporan masuk terkait dugaan pembabatan hutan mangrove di Kabupaten Nunukan. Padahal, kegiatan tersebut diduga sudah terjadi sejak 2019.

"Dari informasi yang kita dapat, itu terjadi sejak 2019. Aneh saja, kok kami tidak menerima ada laporan masuk. Padahal, diberitakan ada masyarakat yang melaporkan itu ke DLH Kabupaten," kata Hamsi saat dikonfirmasi, Jumat (4/2/2022).

Ia menyayangkan kurang pekanya para petugas lingkungan hidup atas kondisi yang terjadi.

Padahal, keberadaan mangrove, selain menjaga ekosistem dan biota laut, bisa menjadi komoditas ekonomi saat dikompensasikan melalui skema perdagangan karbon.

Perdagangan karbon dari sektor hutan ini masuk dalam skema REDD+ (Reducing Emission from Deforestation and Forest Degradation +).

"Tolong Pemerintah Daerahnya memantau, jangan sampai terjadi penebangan mangrove. Kaltara juga tengah menggodok perda pertumbuhan ekonomi hijau, dan Kaltara juga menjadi wilayah yang ditunjuk Presiden untuk mangrove terbesar dengan menanam pada lahan 600.000 hektar," katanya.

Baca juga: Banjir Kiriman Malaysia Bikin Kabupaten Nunukan Rugi Rp 60 Miliar Lebih

Pemerintah daerah, tambah dia, perlu memastikan izin pembabatan mangrove tersebut.

"Jika tidak sesuai, wajib hukumnya bagi mereka untuk menindaklanjuti persoalan ini," jelasnya.

Hamsi menegaskan, pembabatan mangrove bukan perkara sepele, karena pelaku bisa terancam pidana dengan konsekuensi hukuman berat.

"Makanya saya menyesalkan ketika DLH Kabupaten menjawab bahwa kewenangan mereka lumpuh. Kalau memang terjadi sejak 2019, bukankah mereka masih memiliki kewenangan? Karena kewenangan DLH baru dicabut antara 2020/2021," katanya.

Selain itu, DLH memiliki tugas pembinaan dan perlindungan lingkungan. Tanggung jawab moral terhadap tugas tersebut seharusnya lebih diutamakan.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

9 Bulan Belum Digaji, Belasan Guru PPPK Bandar Lampung Mengadu ke Hotman Paris

9 Bulan Belum Digaji, Belasan Guru PPPK Bandar Lampung Mengadu ke Hotman Paris

Regional
Puluhan Mahasiswa Nduga di Manokwari Berunjuk Rasa Tuntut Kasus Mutilasi Diusut Tuntas

Puluhan Mahasiswa Nduga di Manokwari Berunjuk Rasa Tuntut Kasus Mutilasi Diusut Tuntas

Regional
Bandara Minangkabau Kembali Layani Penerbangan Internasional

Bandara Minangkabau Kembali Layani Penerbangan Internasional

Regional
Tujuh Saksi Diperiksa dalam Kasus Benda Meledak di Asrama Polisi Sukoharjo

Tujuh Saksi Diperiksa dalam Kasus Benda Meledak di Asrama Polisi Sukoharjo

Regional
Mendag Zulhas Sebut Harga Sembako Stabil, Pedagang Pasar di Pekanbaru: Katanya Saja

Mendag Zulhas Sebut Harga Sembako Stabil, Pedagang Pasar di Pekanbaru: Katanya Saja

Regional
3 Warga NTT Dibacok Seorang Teman Saat Makan Bersama

3 Warga NTT Dibacok Seorang Teman Saat Makan Bersama

Regional
'Tidak Semua Masyarakat Papua Mendukung Gubernur Lukas Enembe'

"Tidak Semua Masyarakat Papua Mendukung Gubernur Lukas Enembe"

Regional
Harga Rumput Laut Nunukan Anjlok, Upah Buruh Ikat Bibitnya Turun Rp 5.000

Harga Rumput Laut Nunukan Anjlok, Upah Buruh Ikat Bibitnya Turun Rp 5.000

Regional
Wali Kota Banjarbaru Berdayakan Ekonomi Masyarakat dari Tingkat RT

Wali Kota Banjarbaru Berdayakan Ekonomi Masyarakat dari Tingkat RT

Regional
Jumlah Stunting di Indonesia Lebih Tinggi dari Standar WHO

Jumlah Stunting di Indonesia Lebih Tinggi dari Standar WHO

Regional
Kepala Kantor Kemenag Grobogan Ditemukan Gantung Diri di Blora

Kepala Kantor Kemenag Grobogan Ditemukan Gantung Diri di Blora

Regional
Derita Yohanes, Bayi di Manggarai Mengidap Hidrosefalus, Tak Punya Biaya Berobat ke RS

Derita Yohanes, Bayi di Manggarai Mengidap Hidrosefalus, Tak Punya Biaya Berobat ke RS

Regional
Jadi Ibu Kota Provinsi Kalsel, Kota Banjarbaru Berbenah

Jadi Ibu Kota Provinsi Kalsel, Kota Banjarbaru Berbenah

Regional
Trauma Usai Dipukul Siswa, Guru SMA di Kupang Akan Ubah Pola Pendekatan Saat Mengajar

Trauma Usai Dipukul Siswa, Guru SMA di Kupang Akan Ubah Pola Pendekatan Saat Mengajar

Regional
Siklon Tropis Noru Menjauh, tetapi Masih Berdampak pada Tinggi Gelombang Laut

Siklon Tropis Noru Menjauh, tetapi Masih Berdampak pada Tinggi Gelombang Laut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.