Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 03/02/2022, 15:31 WIB

BENGKULU, KOMPAS.com - Pelayanan Puskesmas Muara Bangkahulu di Kelurahan Pematang Gubernur, Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu menjadi sorotan terkait seorang anak usia 1,8 tahun yang ditolak mendapatkan pelayanan medis.

Kejadian itu menjadi viral di media sosial.

Baca juga: Balita Kejang Ditolak Puskesmas di Bengkulu karena Jam Kerja Habis, Ini Kata Kepala Puskesmas

Usai adanya kejadian itu, Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan langsung bertindak dan mengutus Wakil Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi beserta jajarannya untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Setiba di Puskesmas Muara Bangkahulu, Dedy Wahyudi dan jajarannya mendengarkan berbagai penjelasan dari pihak yang bersangkutan saat insiden penolakan balita terjadi.

Baca juga: Bayi Kejang Ditolak di Puskesmas, Plt Kadis Dinkes Bengkulu dan Kepala Puskesmas Dicopot

Dedy pun sangat menyesali insiden yang terjadi dan langsung meminta maaf atas kelalaian petugas puskesmas Muara Bangkahulu terkait pelayanan yang kurang baik untuk masyarakat.

"Saya tegaskan Pemkot memohon maaf. Ini bukan karena disengaja, ini soal aturan tetapi itu sedikit kaku. Seharusnya jangan seperti itu dan tak harus kaku dengan aturan. Karena kita tak boleh membiarkan orang sekarat yang memohon bantuan, itu kesalahan kita. Ini sudah viral dan kita akan mengambil tindakan tegas serta hadirnya kita di sini ialah itikad baik untuk meminta maaf dan menyelesaikan hal ini,"

Sementara itu, Kadis Kominfo Eko Agusrianto mengatakan, Pemkot Bengkulu akan memberikan tindakan tegas kepada pihak terkait dalam insiden ini.

"Sebagai konsekuensi, Pemkot mengambil suatu kebijakan, satu keputusan, suka tidak suka, kami ada semacam suatu shock therapy agar ke depan kejadian seperti ini tidak terulang. Maka dengan segala hormat Plt Kadis Kesehatan akan diganti, Kepala Puskesmas diganti, termasuk petugas yang kemarin menangani, menerima, itu untuk sementara ditarik ke Dinas Kesehatan," ujar Eko.

Ia pun berharap kejadian serupa tak kembali terulang di puskesmas lainnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang balita usia 1,8 bulan di Kota Bengkulu penderita kejang tak mendapatkan pelayanan medis di Puskesmas Muara Bangkahulu menjadi perbincangan warga di media sosial.

Dalam akun Instagram @bengkulu_terkini.id, dikatakan bahwa alasan n karena jam kerja telah habis dan terhitung mulai 1 Januari 2022 Puskesmas tidak lagi melayani pasien IGD selama 24 jam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir di Perbatasan RI-Malaysia Genangi 4 Desa, Warga Masih Enggan Dievakuasi

Banjir di Perbatasan RI-Malaysia Genangi 4 Desa, Warga Masih Enggan Dievakuasi

Regional
Suami Pencekik Istri hingga Tewas di Brebes Jalani Pemeriksaan Kejiwaan

Suami Pencekik Istri hingga Tewas di Brebes Jalani Pemeriksaan Kejiwaan

Regional
Sita 276 Kg Sabu, Kapolda Riau Ingatkan Anak Buah Jangan Main-main dengan Barang Bukti

Sita 276 Kg Sabu, Kapolda Riau Ingatkan Anak Buah Jangan Main-main dengan Barang Bukti

Regional
Ribuan Warga Papua Terdampak Limbah Tailing Freeport, Dedi Mulyadi: Ini Persoalan Serius

Ribuan Warga Papua Terdampak Limbah Tailing Freeport, Dedi Mulyadi: Ini Persoalan Serius

Regional
Mobil Kijang Pecah Ban dan Terbalik di Jalan Tol Semarang-Solo, 3 Orang Tewas

Mobil Kijang Pecah Ban dan Terbalik di Jalan Tol Semarang-Solo, 3 Orang Tewas

Regional
Peredaran 276 Kg Sabu di Riau Digagalkan, 1 Pelaku Tewas Ditembak Polisi

Peredaran 276 Kg Sabu di Riau Digagalkan, 1 Pelaku Tewas Ditembak Polisi

Regional
Didampingi Atikoh Ganjar, Iriana Jokowi Kunjungi Pelaku UMKM Batik dalam Kunjungan Pameran Dekranasda di Kawasan Borobudur

Didampingi Atikoh Ganjar, Iriana Jokowi Kunjungi Pelaku UMKM Batik dalam Kunjungan Pameran Dekranasda di Kawasan Borobudur

Regional
Disebut Penculit dan Dikerumuni Warga, Pria Paruh Baya di Cilacap Ternyata ODGJ

Disebut Penculit dan Dikerumuni Warga, Pria Paruh Baya di Cilacap Ternyata ODGJ

Regional
3 Polisi di Bima Dipecat, Kapolres: Mereka Tidak Pernah Masuk Kantor

3 Polisi di Bima Dipecat, Kapolres: Mereka Tidak Pernah Masuk Kantor

Regional
Pantai Maron di Semarang: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Pantai Maron di Semarang: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Regional
Pelaku Pelecehan Payudara di Bukittingi yang Buat Korbannya Terluka Ditangkap

Pelaku Pelecehan Payudara di Bukittingi yang Buat Korbannya Terluka Ditangkap

Regional
Pelecehan Pantat Terjadi di Salatiga, Korban Alami Trauma

Pelecehan Pantat Terjadi di Salatiga, Korban Alami Trauma

Regional
Antisipasi Penculikan Anak, Sekolah di Padang Wajib Punya Satpam

Antisipasi Penculikan Anak, Sekolah di Padang Wajib Punya Satpam

Regional
Bentrokan di Tual, Polda Maluku Minta Warga Tahan Diri dan Junjung Tinggi Nilai Adat

Bentrokan di Tual, Polda Maluku Minta Warga Tahan Diri dan Junjung Tinggi Nilai Adat

Regional
Bunuh Ibu dan 2 Anaknya, Pemuda di Tanah Bumbu Kalsel Divonis Hukuman Mati

Bunuh Ibu dan 2 Anaknya, Pemuda di Tanah Bumbu Kalsel Divonis Hukuman Mati

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.