Tinggalkan Kodam XVIII Kasuari, Letjen TNI I Nyoman Cantiasa: Tanah Papua adalah Tanah Diberkati

Kompas.com - 02/02/2022, 19:53 WIB

PAPUA BARAT, KOMPAS.com- Letjen TNI I Nyoman Cantiasa meninggalkan Markas Kodam XVIII Kasuari di Arfai Manokwari, Papua Barat. Dia digantikan oleh Mayjen TNI Gabriel Lema.

Mantan Danjen Kopasus itu kini akan menduduki jabatan baru sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pangkogabwilhan III dengan menyandang pangkat Letnan Jenderal.

"Tanah Papua merupakan tanah yang diberkati, Terima kasih atas ketulusan dan kebaikan seluruh masyarakat di tanah ini," kata Letjen TNI I Nyoman Cantiasa, Rabu (2/2/2022) dalam acara pisah sambut Pangdam yang dihadiri Forkopimda Papua Barat.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 2 Februari 2022

Semasa menjabat Pangdam XVIII Kasuari, Letjen TNI I Nyoman Cantiasa berhasil membangun sejumlah infratruktur penting di Markas Kodam.

Misalnya lapangan tembak yang diberi nama Lodwijk Mandacan, sebagai bentuk penghargaan kepada orangtua dari Gubernur Papua Barat.

Selain itu dalam pengabdiannya, Cantiasa juga berhasil membuat tempat olahraga bagi prajurit Kodam, kemudian diresmikan oleh Panglima TNI Jendral Andika Perkasa awal Januari

Kodam VXIII Kasuari kini baru berusia lima tahun dengan empat kali masa kepemimpinan Pangdam.

Meski demikian pembangunan infrastruktur di masa Pangdam Cantiasa berlangsung dengan masif, seperti Barak Kowad TNI AD, rumah susun bagi prajurit Kodam dan perumahan bagi perwira.

Baca juga: Soal Bentrokan di Sorong yang Tewaskan 18 Orang, Ini Pesan Gubernur Papua Barat

Kemudian lapangan olahraga 4 in one yang diberi nama MS Rumagesan, salah satu pahlawan dari Papua Barat.

"Dengan usia Kodam yang baru lima tahun berdirii kami optimis membangun dari segala aspek dan Puji Tuhan kini telah dilanjutkan serta kami mohon dirawat oleh penerus kami," tutur Letjen TNI I Nyoman Cantiasa.

Baca juga: 7 Orang Masuk DPO Bentrok Sorong, Kapolda Papua Barat: Saya Minta Tak Ada yang Lindungi Pelaku

Sebagai penerus Mayjen TNI Gabriel Lema bertekad merawat dan melanjutkan apa yang telah diletakkan oleh pendahalunya

"Terus terang, saya melihat sederet prestasi yang telah ditorehkan Pak Letjen TNI I Nyoman Cantiasa, saya agak deg-degan apakah saya bisa seperti yang ia persembahkan," kata Pangdam XVIII Kasuari Mayjen TNI Gabriel Lema dalam acara pisah sambut Pangdam

Meski demikian, mantan Kasdam XVI Pattimura itu bertekad akan melanjutkan apa yang telah ditorehkan pendahulunya.

"Sebagai Prajurit saya harus bisa dan itu merupakan tekad kami," katanya.

Baca juga: Polda Papua Barat Buka Posko Antemortem untuk Keluarga Korban Terbakar Bentrokan di Sorong

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan menyampaikan selamat atas prestasi dari Letjen TNI I Nyoman Cantiasa.

"Terima kasih atas dedikasi di tanah kami, tanah ini diberkati semoga kelak pak mantan Pangdam mendapat keberkahan" kata Gubernur Dominggus Mandacan.

Dia juga mengucapkan selamat datang bagi Pangdam baru.

"Kami ucapkan selamat datang, ini daerah kami penuh damai dan semoga kita bersinergi membangun dari berbagai aspek" harapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Setelah Buron 4 Tahun, Pelaku Pencabulan Keponakan Akhirnya Ditangkap di Tangerang

Setelah Buron 4 Tahun, Pelaku Pencabulan Keponakan Akhirnya Ditangkap di Tangerang

Regional
191 Hektare Cagar Alam Wae Wuul Kawasan Perlindungan Komodo Terbakar

191 Hektare Cagar Alam Wae Wuul Kawasan Perlindungan Komodo Terbakar

Regional
Ayah Brigadir J: Dia kan Belum Menikah, Tidak Ada Tanggungan, Wajar Tabungannya Rp 200 Juta

Ayah Brigadir J: Dia kan Belum Menikah, Tidak Ada Tanggungan, Wajar Tabungannya Rp 200 Juta

Regional
Polda Jateng Ungkap Kondisi Jalan Saat Ayah Emil Dardak Meninggal di Tol Batang-Pemalang

Polda Jateng Ungkap Kondisi Jalan Saat Ayah Emil Dardak Meninggal di Tol Batang-Pemalang

Regional
Tata Cara dan Lokasi Penukaran Uang Kertas Baru di Bangka Belitung

Tata Cara dan Lokasi Penukaran Uang Kertas Baru di Bangka Belitung

Regional
Seorang Remaja Tenggelam Saat Berenang di Sungai Rokan Riau

Seorang Remaja Tenggelam Saat Berenang di Sungai Rokan Riau

Regional
Kronologi 2 Siswi SMP di Jambi Berkelahi hingga Seorang Tewas

Kronologi 2 Siswi SMP di Jambi Berkelahi hingga Seorang Tewas

Regional
Ayah Emil Dardak Meninggal di Tol Pemalang-Batang, Kecelakaan Diduga karena Sopir Mengantuk

Ayah Emil Dardak Meninggal di Tol Pemalang-Batang, Kecelakaan Diduga karena Sopir Mengantuk

Regional
Kisah Husein Mutahar Selamatkan Bendera Pusaka, Cabut Benang Jahitan dan Pisahkan Kain Merah Putih

Kisah Husein Mutahar Selamatkan Bendera Pusaka, Cabut Benang Jahitan dan Pisahkan Kain Merah Putih

Regional
Baru Ditandatangani Menteri LHK, Status Burung Maleo Senkawor dalam SK LHK Berbeda dengan Kondisi Terkini

Baru Ditandatangani Menteri LHK, Status Burung Maleo Senkawor dalam SK LHK Berbeda dengan Kondisi Terkini

Regional
Sosok Husein Mutahar, Ajudan Soekarno yang Juga Pencipta Lagu Hari Merdeka

Sosok Husein Mutahar, Ajudan Soekarno yang Juga Pencipta Lagu Hari Merdeka

Regional
Di Balik Viralnya 'Ojo Dibandingke' dan Fenomena Musik Kampung yang Naik Kelas

Di Balik Viralnya "Ojo Dibandingke" dan Fenomena Musik Kampung yang Naik Kelas

Regional
Elpiji Subsidi  3 Kg Langka dan Mahal, Warga Bima Pilih Kayu Bakar

Elpiji Subsidi 3 Kg Langka dan Mahal, Warga Bima Pilih Kayu Bakar

Regional
Setiap Bulan, Pengolahan Kelor di NTT Menghasilkan Rp 540 Juta

Setiap Bulan, Pengolahan Kelor di NTT Menghasilkan Rp 540 Juta

Regional
Kuyawage dan Daerah Otonom Baru

Kuyawage dan Daerah Otonom Baru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.