Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 02/02/2022, 12:31 WIB

KOMPAS.com - Provinsi Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) merupakan provinsi yang terletak paling barat di Indonesia. Aceh terletak di ujung pulau Sumatera.

Aceh memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang lalu lintas perniagaan dan kebudayaan yang menghubungkan timur dan barat sejak berabad-abad lalu.

Hal tersebut tidak lain karena, keberadaan Selat Malaka sebagai jalur perdagangan internasional yang ramai.

Aceh sering disebut-sebut sebagai tempat persinggahan para pedagang Cina, Eropa, India, dan Arab.

Aceh mendapat julukan Serambi Mekkah (Sueramo Mekkah). Julukan tersebut masih melekat hingga saat ini.

Baca juga: Mengapa Aceh Dijuluki Kota Serambi Mekkah?

Sejarah Julukan Aceh Sebagai Serambi Mekkah

Sebagai daerah persinggahan sejumlah negara, Aceh menjadi daerah pertama masuknya budaya dan agama di nusantara.

Pada abad ke-7, para pedagang India memperkenalkan agama Hindu dan Buddha. Namun, peran Aceh menonjol dengan masuk dan berkembangnya agama Islam di daerah ini. Agama yang diperkenalkan oleh pedagang Gujarat dari jajaran Arab menjelang abad ke-9.

Menurut catatan sejarah, Aceh merupakan tempat munculnya kerajaan Islam pertama di Indonesia, yaitu Peureulak dan Pasai.

Kerajaan dibangun oleh Sultan Ali Mughayatsyah dengan ibu kota di Bandar Aceh Darussalam (sekarang Banda Aceh).

Lambat laun, wilayah kerajaan bertambah luas meliputi sebagian besar pantai barat dan timur Sumatera hingga ke Semenanjung Malaka.

Kehadiran daerah ini semakin bertambah kokoh dan terbentuknya Kesultanan Aceh yang mempersatukan seluruh kerajaan-kerajaan kecil yang terdapat di daerah itu.

Baca juga: Ujung Batu Aceh Singkil, Wisata Pantai Tersembunyi di Serambi Mekkah

Kesultanan Aceh mencapai puncak kejayaan pada awal abad ke 17, pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda. Pada masa itu, pengaruh agama dan kebudayaan Islam sangat besar dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Aceh, sehingga daerah ini mendapat julukan "Seuramo Mekkah" (Serambi Mekah).

Selain itu, Aceh dikenal sebagai Serambi Mekkah karena wilayah ini merupakan awal umat muslim dari wilayah lain berangkat ke tanah suci Mekah untuk menunaikan ibadah haji. Pada saat itu, perjalanan ke Mekkah baru dilayani dengan transportasi laut.

Kemudian dari sejarah panjang, masyarakat Aceh menjadikan Islam sebagai pedoman hidupnya. Islam telah menjadi bagian dari kehidupan dengan setempat. Masyarakat Aceh tunduk dan taat kepada ajaran Islam serta memperhatikan fatwa ulama.

Aceh Menjadi Incaran Bangsa Barat

Kesultanan Aceh menjadi incaran bangsa barat yang ditandai dengan pendatanganan Traktat London dan Traktat Sumatera, antara Inggris dan Belanda. Trakat ini merupakan aturan kepentingan mereka di Sumatera.

Sikap bangsa barat untuk menguasai Aceh menjadi kenyataan pada tanggal 26 Maret 1873, yaitu ketika Belanda menyatakan perang dengan Sultan Aceh.

Baca juga: Serambi Mekkah Giat Membangun

Tantangan tersebut disebut Perang Sabi yang berlangsung selama 30 tahun dengan korban jiwa yang cukup besar.

Tantangan tersebut memaksa Sultan Aceh terakhir, Twk Muhd Daud untuk mengakui kedaulatan Belanda di Aceh. Dengan pengakuan tersebut, daerah Aceh resmi secara administratif ke dalam Hindia Timur Belanda (Nederlansch Oost-Indie).

Kemudian, peperangan beralih melawan Jepang yang datang pada 1942. Peperangan ini berakhir dengan menyerahnya Jepang kepada Sekutu pada 1945.

Saat zaman Kemerdekaan, sumbangan dan keikutsertaan rakyat Aceh dalam perjuangan sangatlah besar, sehingga Presiden Soekarno menjuluki Aceh sebagai 'Daerah Modal'.

Sejak, Indonesia memproklamirkan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, Aceh merupakan salah satu daerah atau bagian wilayah Republik Indonesia yang menyandang status karesidenan di Provinsi Sumatera.

Pada tanggal 5 April 1948 ditetapkan Undang-undang Nomor 10 Tahun 1948 yang membagi Sumatera menjadi 3 provinsi otonom, yaitu Sumatera Utara, Sumatera Tengah, dan Sumatera Selatan.

Baca juga: Awal 2023, Tol Pertama di Bumi Serambi Mekkah Tersambung Seluruhnya

Karesidenan Aceh merupakan bagian Provinsi Sumatera Utara bersama dengan Sumatera Timur dan Tapanuli Selatan.

Pada akhir 1949, karesidenan Aceh dikeluarkan dari Provinsi Sumatera Utara dan selanjutnya ditingkatkan statusnya menjadi Provinsi Aceh.

Sumber: https://www.acehprov.go.id, http://repository.maranatha.edu/

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ayah Perkosa Anak Tiri Usia 6 Tahun di Bengkulu, Beraksi 5 Hari Berturut-turut Disertai Kekerasan

Ayah Perkosa Anak Tiri Usia 6 Tahun di Bengkulu, Beraksi 5 Hari Berturut-turut Disertai Kekerasan

Regional
Tolak Buka Masker Saat Singgah Minta Minum, Pria Ini Disabet Parang oleh Tuan Rumah

Tolak Buka Masker Saat Singgah Minta Minum, Pria Ini Disabet Parang oleh Tuan Rumah

Regional
Kronologi Perempuan di Pandeglang Dibunuh Mantan Pacar karena Cemburu

Kronologi Perempuan di Pandeglang Dibunuh Mantan Pacar karena Cemburu

Regional
Viral Oknum Kepsek di Semarang Diduga Melakukan Perbuatan Asusila di Sekolah

Viral Oknum Kepsek di Semarang Diduga Melakukan Perbuatan Asusila di Sekolah

Regional
Siang Ini, Guguran Lava Gunung Karangetang Mengarah ke 6 Sungai

Siang Ini, Guguran Lava Gunung Karangetang Mengarah ke 6 Sungai

Regional
2 dari 4 Pencuri Kerbau di Karo Tewas Diamuk Massa, Ini Kronologinya

2 dari 4 Pencuri Kerbau di Karo Tewas Diamuk Massa, Ini Kronologinya

Regional
Detik-detik Siswa SMK Tusuk Teman Sekelasnya di Palembang, Pelaku Bawa Pisau hingga Berusaha Kabur

Detik-detik Siswa SMK Tusuk Teman Sekelasnya di Palembang, Pelaku Bawa Pisau hingga Berusaha Kabur

Regional
Wanita di Jambi Lecehkan 17 Anak, Psikolog: Soal Penyimpangan Seksual, Perlu Asesmen Mendalam

Wanita di Jambi Lecehkan 17 Anak, Psikolog: Soal Penyimpangan Seksual, Perlu Asesmen Mendalam

Regional
Jembatan Ambruk di Seram Bagian Barat akibat Banjir, Akses Transportasi Lumpuh

Jembatan Ambruk di Seram Bagian Barat akibat Banjir, Akses Transportasi Lumpuh

Regional
Ditinggal Makan, Mobil Dinas di Rote Ndao yang Diparkir Berjalan Mundur hingga Tabrak Kios

Ditinggal Makan, Mobil Dinas di Rote Ndao yang Diparkir Berjalan Mundur hingga Tabrak Kios

Regional
GP Mania Bubarkan Diri, Ketua Sahabat Ganjar Jateng Singgung soal Relawan Bunglon

GP Mania Bubarkan Diri, Ketua Sahabat Ganjar Jateng Singgung soal Relawan Bunglon

Regional
Labfor Polda Bali Olah TKP Pembakaran Hotel di Lombok Timur

Labfor Polda Bali Olah TKP Pembakaran Hotel di Lombok Timur

Regional
Oknum Polisi dan Prajurit TNI di Asahan Curi Rel Kereta Api, Libatkan Anak di Bawah Umur

Oknum Polisi dan Prajurit TNI di Asahan Curi Rel Kereta Api, Libatkan Anak di Bawah Umur

Regional
1 Warga Aceh Tengah Tewas Diamuk Gajah, 80 Orang Mengungsi

1 Warga Aceh Tengah Tewas Diamuk Gajah, 80 Orang Mengungsi

Regional
Kisah Pilu Kakak Beradik di NTT, Lumpuh dan Hanya Terbaring selama Bertahun-tahun

Kisah Pilu Kakak Beradik di NTT, Lumpuh dan Hanya Terbaring selama Bertahun-tahun

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.