Heboh Dugaan Penyelundupan Nibung ke Malaysia, Ini Langkah Nelayan Bagan Sebatik

Kompas.com - 01/02/2022, 18:13 WIB

NUNUKAN, KOMPAS.com – Dugaan penyelundupan kayu nibung ke Indera Sabah, Malaysia, menimbulkan gejolak di kalangan nelayan bagan di Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara.

Bagaimana tidak, kelangkaan kayu nibung, memiliki imbas langsung bagi perekonomian dan eksistensi teri ambalat yang selama ini menjadi komoditi ekspor andalan sektor perikanan dari Pulau perbatasan RI–Malaysia ini.

Dampaknya bahkan langsung dirasakan para nelayan bagan.

Awal 2022, harga teri ambalat anjlok di harga Rp 73.500 per kilogram atau RM 21, dari harga normal Rp 105.000 per kilogram atau RM 30.

Baca juga: Mengenal Kelenteng San Sen Kong Nunukan, Dibangun Setahun, Penuh dengan Ornamen Campuran Jawa-China

Kayu nibung kian sulit didapat sehingga nelayan kesulitan untuk melakukan perbaikan bagian bagan yang rusak.

Mencegah dan meminimalisir aktifitas penyelundupan illegal kayu nibung ke Malaysia, para nelayan bersama penjual nibung serta instansi keamanan di Pulau Sebatik, melakukan rapat dan sepakat untuk menghentikan sama sekali aktivitas penjualan ilegal ke Malaysia.

"Para nelayan bagan bersama penjual kayu nibung, aparatur desa dan aparat keamanan di tapal batas negeri sepakat bahwa kayu nibung hanya boleh dijual secara lokal dalam negeri," ujar Kades Tanjung Karang Sebatik, Faisal, saat dihubungi, Selasa (1/2/2022).

Rapat digelar di Balai Desa Tanjung Karang, Sebatik, dengan pertimbangan mayoritas nelayan Bagan berdomisili di wilayah ini.

Sejumlah solusi disepakati, antara lain, pengambilan kayu nibung dilakukan sesuai dengan kebutuhan.

Karena begitu kayu nibung ditebang, dia akan butuh waktu tumbuh sampai puluhan tahun kemudian.

Dalam beberapa bulan terakhir, harga kayu nibung yang mengacu pada Ringgit Malaysia, juga harus kembali ke harga awal dan bisa ditawar sesuai harga yang disepakati saat pembelian.

"Diperbolehkan ada perjanjian/kontrak kerja sesuai dengan negosiasi kedua belah pihak. Permintaan kayu nibung dan penawaran harga, harus seimbang dan sesuai kualitas. Semua juga telah sepakat, jika perjanjian tersebut dilanggar, maka membawanya ke ranah hukum sangat dianjurkan," tegas Faisal.

Selama ini, para penjual kayu nibung selalu beralasan akan membawa kayu tersebut untuk nelayan bagan lokal ketika mereka berpapasan dengan aparat kemanan di tengah laut.

Begitu aparat berlalu dan mereka sampai di perairan perbatasan RI–Malaysia, mereka langsung menyimpan kayu kayu nibung yang ternyata pesanan warga Malaysia tersebut di pinggiran sungai.

Mereka meninggalkan kayu yang telah diikat sesuai jumlah pesanan begitu saja, setelah memberi tahukan koordinat lokasi penyimpanan.

Para penjual kayu nibung menebang pohon di wilayah Sebaung dan dijual dengan harga sekitar 15.000 ringgit Malaysia per pasang, atau sekitar Rp 52.500.000 dalam kurs Rp 3.500 per RM 1.

Harga ini jauh lebih tinggi dibanding pasaran lokal yang biasanya hanya dibanderol Rp 21 juta atau RM 6.000.

Baca juga: Detik-detik Toyota Land Cruiser Seruduk Motor, Gerobak, Pejalan Kaki dan Berhenti Setelah Tabrak Mobil di Sumedang

Satuan jumlah kayu nibung dihitung per pasang, sepasangnya ada 100 batang pohon.

Jumlah tersebut adalah batang yang diperlukan untuk membangun 1 pondok bagan.

Butuh keseriusan pemerintah dan aparat

Sejumlah anggota DPRD Nunukan juga sudah menyuarakan agar pengiriman ilegal kayu nibung ke Malaysia disikapi serius.

Wakil Ketua DPRD Nunukan Burhanuddin mengatakan, pemerintah dan aparat keamanan di perbatasan RI–Malaysia wajib memandang dugaan penyelundupan ini sebagai perkara penting karena berpotensi ancaman nelayan lokal kehilangan sumber mata pencaharian dan anjloknya ekonomi di perbatasan.

"Kami harus memahami nibung adalah salah satu Sumber Daya Alam (SDA) yang diperbaharui. Artinya, ketika kami ambil terus, akan ada kelangkaan, itu catatan penting," ujar dia.

Burhan mengatakan, semua menginginkan keberadaan SDA seperti kayu nibung ini, dimanfaatkan dan digunakan sebesar besarnya untuk kemakmuran masyarakat.

"Yang jadi permasalahan, adalah ketika kemudian nibung dibawa keluar secara ilegal, memang butuh ada tindakan tegas dari pemerintah, kemudian memblok semua nibung yang mau keluar ke Malaysia," ujar dia.

Burhan juga mengaku sudah turun ke kalangan nelayan bagan di Sebatik. Mereka mengeluhkan saat ini keberadaan kayu nibung cukup sulit didapat.

Kalau biasanya mereka bisa menebang yang di pinggiran sungai, kini mereka harus menuju lokasi sangat jauh untuk mendapatkan kayu nibung.

Belum lagi, standar harga kayu nibung, saat ini dibanderol dengan patokan harga Ringgit Malaysia akibat dugaan masifnya penyelundupan kayu nibung ke Malaysia.

"Perlu ditindak tegas. Perlu perhatian khusus juga, apalagi kondisi pengambilan nibung sudah sangat jauh," ujar Burhan.

Senada dengan Burhanuddin, anggota DPRD Nunukan Andre Pratama bahkan mempertanyakan sikap aparat keamanan yang seakan melakukan pembiaran atas masalah ini.

Baca juga: Balita Ikut Bekerja Membantu Orangtua Mengikat Rumput Laut Sambil Menjaga Adiknya, Ini Sikap Pemda Nunukan

Andre mengatakan, Zona Maritim Tawau Malaysia mengamankan kayu nibung asal Kabupaten Nunukan sebanyak 100 pasang di 0.17 mil laut timur muara Sungai Indera Sabah pada 18 Januari 2022.

Kayu senilai RM 15.000 atau setara dengan Rp 52.500.000 tersebut ditemukan Zona Maritim, di pinggir sungai.

"Maksud kami, penyelundupan kayu nibung ini nyata dan buktinya diamankan aparat Malaysia. Kenapa aparat kita tidak menangkap juga," sesal dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendak Melapor, IRT di Lombok Timur Pingsan di Kantor Polisi, Kapolsek: Dugaannya Korban KDRT

Hendak Melapor, IRT di Lombok Timur Pingsan di Kantor Polisi, Kapolsek: Dugaannya Korban KDRT

Regional
Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 03 Desember 2022: Pagi dan Sore Berawan

Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 03 Desember 2022: Pagi dan Sore Berawan

Regional
Wapres Tegaskan 4 DOB di Papua Bakal Dievaluasi

Wapres Tegaskan 4 DOB di Papua Bakal Dievaluasi

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 2 Desember 2022

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 2 Desember 2022

Regional
Tak Miliki Dewan Pengupahan, UMK Kota Sabang 2023 Ikuti UMP Aceh Rp 3,4 Juta

Tak Miliki Dewan Pengupahan, UMK Kota Sabang 2023 Ikuti UMP Aceh Rp 3,4 Juta

Regional
Makam di Sulbar Dibongkar, Jenazah Diotopsi, Diduga Korban Pembunuhan Bukan Bunuh Diri

Makam di Sulbar Dibongkar, Jenazah Diotopsi, Diduga Korban Pembunuhan Bukan Bunuh Diri

Regional
Cegah PMK, Produk Turunan Sapi, Babi, dan Kambing Dilarang Masuk NTT

Cegah PMK, Produk Turunan Sapi, Babi, dan Kambing Dilarang Masuk NTT

Regional
Serahkan DIPA 2023, Pj Gubernur Papua Barat Ingatkan Bupati/Wali Kota Monitor Inflasi

Serahkan DIPA 2023, Pj Gubernur Papua Barat Ingatkan Bupati/Wali Kota Monitor Inflasi

Regional
Geram Dokter Tolak Pasien, Bupati Bengkulu Selatan Akan Hapus Insentif Dokter

Geram Dokter Tolak Pasien, Bupati Bengkulu Selatan Akan Hapus Insentif Dokter

Regional
Ada Belasan Tempat Karaoke di Purworejo, Hanya 1 yang Punya Izin

Ada Belasan Tempat Karaoke di Purworejo, Hanya 1 yang Punya Izin

Regional
Sejarah Batik Solo: Ciri Khas dan Motif

Sejarah Batik Solo: Ciri Khas dan Motif

Regional
Banjir Rob Diprediksi Melanda Pesisir Semarang Selama Desember, Begini Penjelasan BMKG

Banjir Rob Diprediksi Melanda Pesisir Semarang Selama Desember, Begini Penjelasan BMKG

Regional
2 Pelajar Terluka Kena Sabetan Senjata Tajam Diserang Setelah Pulang Sekolah

2 Pelajar Terluka Kena Sabetan Senjata Tajam Diserang Setelah Pulang Sekolah

Regional
Tabrak Pikap Berlogo PLN, Mantan Pebalap asal Ngawi Meninggal

Tabrak Pikap Berlogo PLN, Mantan Pebalap asal Ngawi Meninggal

Regional
Pastikan Distribusi Minyak Tanah Aman, Pj Bupati Flores Timur: Kita Akan Sidak Pangkalan

Pastikan Distribusi Minyak Tanah Aman, Pj Bupati Flores Timur: Kita Akan Sidak Pangkalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.