Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terekam CCTV, Ini Sederet Kasus Kecelakaan Beruntun di Sejumlah Daerah

Kompas.com - 31/01/2022, 08:33 WIB
Michael Hangga Wismabrata

Editor

KOMPAS.com - Kecelakaan beruntun di Jalan Bypass Lampung terekam kamera pengawas atau closed-camera television (CCTV).

Kasat Lantas Polresta Bandar Lampung AKP Rohmawan mengatakan, ada empat kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan beruntun itu, yakni truk tangki BE 8388 DS, Daihatsu Ayla AD 8832 JN, Nisan Grand Livina BE 1277 AMV, dan Toyota Harrier B 1955 TJJ, serta Honda Beat BE 6536 OK.

Baca juga: Menegangkan, Polisi Tembak Mati Perampok BRI Link di Lampung Timur, Rumah Dikepung dan Tembaki Polisi

Rohmawan memastikan, tak ada korban jiwa meninggal dunia akibat tabrakan beruntun tersebut.

"Tidak ada korban jiwa. Namun kerusakan ditaksir mencapai puluhan juta," kata Rohmawan.

Kronologi

Menurut Rohmawan, kecelakaan itu berawal saat truk tango melaju dari arah Rajabasa menuju arah Panjang di Jalan Soekarno-Hatta itu.

Sementara itu, sejumlah kendaraan berhenti karena lampu traffic light menyala merah.

Sopir truk telat menginjak rem dan menabrak tiga mobil yang sedang berhenti di depannya.

"Diduga karena sopir truk tidak konsentrasi saat berkendara, dia tidak menyadari lampu traffic light merah," kata Rohmawan.

Setelah itu sejumlah warga di sekitar lokasi segera menolong para korban.

Baca juga: Ungkap Fakta Baru Kecelakaan Maut di Rapak Balikpapan, Polda Kaltim: Kemungkinan Ada Tersangka Baru

Kecelakaan maut di Balikpapan

Tangkapan layar rekaman CCTV saat kecelakaan beruntun di turunan simpang Muara Rapak, Balikpapan, Jumat (21/1/2022) pagi sekitar pukul 06.15 Wita. Kecelakaan yang diduga karena truk mengalami rem blong itu mengakibatkan sedikitnya 4 orang tewas, 1 orang kritis, 3 orang mengalami operasi tulang patah, dan 5 orang luka ringan.HO/TANGKAPAN LAYAR CCTV DISHUB B Tangkapan layar rekaman CCTV saat kecelakaan beruntun di turunan simpang Muara Rapak, Balikpapan, Jumat (21/1/2022) pagi sekitar pukul 06.15 Wita. Kecelakaan yang diduga karena truk mengalami rem blong itu mengakibatkan sedikitnya 4 orang tewas, 1 orang kritis, 3 orang mengalami operasi tulang patah, dan 5 orang luka ringan.

Kecelakaan beruntun yang juga sempat terekam kamera adalah di lampu lalu lintas Simpang Muara Rapak, Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (21/1/2022).

Kecelakaan itu melibatkan truk tronton dengan belasan mobil dan sepeda motor yang sedang berhenti di lampu lalu lintas.

Menurut Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Yusuf Sutejo, sopir truk yang menabrak sejumlah pengendara hingga tewas telah melanggar aturan.

Seharusnya, kata Yusuf, truk berat dilarang melintasi lokasi pukul 06.00 hingga 21.00 Wita.

Namun, truk itu malah melintas melewati jam yang sudah ditentukan yaitu pukul 06.15 Wita.

"Tapi ini memang kejadian pelanggaran yang dilakukan pengemudi truk untuk sampai ke tempat tujuan. Dia harusnya memutar, tak boleh lewat situ," ujar Yusuf, dikutip dari Kompas TV.

Baca juga: Kecelakaan Bus di Flyover Padang Panjang, Sopir Tak Lihat 2 Rambu Larangan yang Terpasang

Korban jiwa dan luka

Warga mengamati sebuah mobil yang rusak akibat ditabrak truk tronton di turunan simpang Muara Rapak, Balikpapan, Kalimantan TImur, Jumat (21/1/2022). Kecelakaan yang diduga karena truk mengalami rem blong itu mengakibatkan sedikitnya 4 orang tewas, 1 orang kritis, 3 orang mengalami operasi tulang patah, dan 5 orang luka ringan.ANTARA FOTO/HO/NOVI ABDI Warga mengamati sebuah mobil yang rusak akibat ditabrak truk tronton di turunan simpang Muara Rapak, Balikpapan, Kalimantan TImur, Jumat (21/1/2022). Kecelakaan yang diduga karena truk mengalami rem blong itu mengakibatkan sedikitnya 4 orang tewas, 1 orang kritis, 3 orang mengalami operasi tulang patah, dan 5 orang luka ringan.

Akibat kecelakaan itu, 17 orang menjadi korban dan empat di antaranya tewas.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanujoso Djatiwibowo Kota Balikpapan menjelaskan, selain empat orang tewas, ada satu orang kritis, tiga orang mengalami operasi tulang patah, dan lima orang luka ringan.
Untuk empat korban lainnya mendapat perawatan di ruang biasa.

“Yang lima orang yang luka ringan sudah dipulangkan rawat jalan saja,” ungkap Edy saat dihubungi Kompas.com.

Baca juga: Warga Ceritakan Detik-detik Kecelakaan Balikpapan, Awalnya Dengar Benturan Keras, lalu Lihat Kendaraan Berserakan

Sopir ditangkap

Polisi segera mengamankan sopir truk yang berinisial MA (48). MA disangkakan melanggar Pasal 310 UU Nomor 22/2019 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan dengan ancaman hukuman enam tahun juncto Pasal 359 KUHP dengan ancaman lima tahun penjara.

Selain itu, kasus kecelakaan itu juga menyita perhatian Mabes Polri yang segera menurunkan tim Traffic Accident Analysis (TAA).

"Di Mabes Polri, Tim TAA Korlantas akan diturunkan ke tempat kejadian perkara," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo, kepada Antara, Jumat.

Keterlibatan Tim TAA Korlantas Polri untuk membantu proses pembuktian secara ilmiah penyebab kecelakaan lalu lintas tersebut.

Baca juga: Kecelakaan Beruntun di Blora, Bayi Berusia 4 Bulan Tewas

Kecelakaan di Blora, balita tewas

Selain itu, video detik-detik kecelakaan lalu lintas di Kelurahan Karangjati, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora pada Senin (24/1/2022), juga sempat viral.

Menurut Kepala satuan lalu lintas (Kasatlantas) Polres Blora, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Edi Sukamto, kecelakaan itu berawal saat mobil yang dikemudikan seorang warga bernama Murtiani melaju dari arah utara ke selatan di Jalan Ahmad Yani.

Lalu, mobil tersebut tiba-tiba hilang kendali dan melambung ke kanan. Pada saat yang bersamaan melaju sejumlah sepeda motor dari arah yang berlawanan.

Akibatnya, karena jarak yang sudah dekat, kecelakaan tidak dapat dihindarkan.

Usai kecelakaan, para korban yang terlibat akhirnya mendapatkan pertolongan dan dibawa ke rumah sakit.

"Untuk anak balita perkembangan kemarin sore akhirnya meninggal di rumah sakit," ucap Edi Sukamto, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (25/1/2022).

Halaman Berikutnya
Halaman:


Terkini Lainnya

Pelaku Pembunuhan Mantan Istri di Kubu Raya Menyerahkan Diri

Pelaku Pembunuhan Mantan Istri di Kubu Raya Menyerahkan Diri

Regional
Kronologi Hilangnya Gadis Asal Karanganyar di Malam Takbiran hingga Ditemukan Tewas Tertutup Plastik

Kronologi Hilangnya Gadis Asal Karanganyar di Malam Takbiran hingga Ditemukan Tewas Tertutup Plastik

Regional
Ketua DPD Golkar Kalbar Dipastikan Tak Maju Jadi Calon Gubernur

Ketua DPD Golkar Kalbar Dipastikan Tak Maju Jadi Calon Gubernur

Regional
Pria di Kubu Raya Diduga Bunuh Mantan Istri, Pelaku Belum Tertangkap

Pria di Kubu Raya Diduga Bunuh Mantan Istri, Pelaku Belum Tertangkap

Regional
Bumi Perkemahan Sukamantri di Bogor: Daya Tarik, Fasilitas, dan Rute

Bumi Perkemahan Sukamantri di Bogor: Daya Tarik, Fasilitas, dan Rute

Regional
Aduan Tarif Parkir 'Ngepruk' di Solo Selama Lebaran Minim, Dishub: Tim Saber Pungli Kita Turunkan Semua

Aduan Tarif Parkir "Ngepruk" di Solo Selama Lebaran Minim, Dishub: Tim Saber Pungli Kita Turunkan Semua

Regional
Detik-detik Kecelakaan ALS, Bus Melambat, Oleng, Lalu Terbalik

Detik-detik Kecelakaan ALS, Bus Melambat, Oleng, Lalu Terbalik

Regional
Pemkot Ambon Tak Berlakukan WFH bagi ASN Usai Libur Lebaran

Pemkot Ambon Tak Berlakukan WFH bagi ASN Usai Libur Lebaran

Regional
5 Unit Rumah Semipermanen di Ende Ludes Terbakar, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

5 Unit Rumah Semipermanen di Ende Ludes Terbakar, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

Regional
Sungai Meluap, 4 Desa di Sikka Terdampak Banjir

Sungai Meluap, 4 Desa di Sikka Terdampak Banjir

Regional
Daftar 20 Korban Tewas Tragedi Bencana Longsor di Tana Toraja

Daftar 20 Korban Tewas Tragedi Bencana Longsor di Tana Toraja

Regional
Toko Emas di Blora Dirampok, Pelaku Sempat Todongkan Senjata Api saat Beraksi

Toko Emas di Blora Dirampok, Pelaku Sempat Todongkan Senjata Api saat Beraksi

Regional
Pendangkalan Muara Pelabuhan Nelayan di Bangka, Pemprov Gandeng Swasta

Pendangkalan Muara Pelabuhan Nelayan di Bangka, Pemprov Gandeng Swasta

Regional
2 Perahu Tabrakan di Perairan Nunukan, Dishub: Tak Ada Sanksi untuk Agen Pelayaran

2 Perahu Tabrakan di Perairan Nunukan, Dishub: Tak Ada Sanksi untuk Agen Pelayaran

Regional
Jadi Saksi Kunci, Bocah 7 Tahun di Palembang Lihat Pelaku yang Bunuh Ibu dan Kakak Perempuannya

Jadi Saksi Kunci, Bocah 7 Tahun di Palembang Lihat Pelaku yang Bunuh Ibu dan Kakak Perempuannya

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com