Kasus Investasi Bodong di Tuban, 2 “Reseller” Jadi Tersangka, Kerugian Rp 4 Miliar

Kompas.com - 31/01/2022, 05:40 WIB

KOMPAS.com - Dua reseller investasi bodong di Tuban ditangkap polisi.

Mereka berinisial F (21) dan IR (22). Keduanya merupakan warga Tuban, Jawa Timur (Jatim).

F lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka, menyusul kemudian IR.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Tuban AKP M Adhi Makayasa mengatakan, kedua perempuan itu merupakan reseller investasi yang dikelola SZB (21).

Mahasiswa asal Lamongan, Jatim, itu menjadi yang pertama diringkus polisi.

Baca juga: Polres Tuban Kembali Tetapkan 1 Tersangka Investasi Bodong, Kerugian Rp 4 Miliar

Dalam menjalankan investasi bodongnya, modus F dan IR sama, yaitu mengiming-imingi korban dengan profit.

Adhi menjelaskan, ada 3 jenis slot untuk investasi ini.

Slot pertama sebesar Rp 500.000 mendapatkan profit sebesar Rp 200.000, slot kedua Rp 800.000 mendapatkan profit sebesar Rp 400.000. Sedangkan slot ketiga sebesar Rp 1.000.000 mendapatkan keuntungan Rp 500.000.

Hingga saat ini, terang Adhi, Polres Tuban sudah memeriksa sebanyak 60 saksi atau korban.

Adapun nilai kerugian akibat investasi bodong ini kurang lebih sebesar Rp 4.036.775.000.

Baca juga: Jadi Reseller Investasi Bodong, Warga Tuban Jadi Tersangka, Terancam 4 Tahun Penjara

 

Kronologi

Ilustrasi investasi bodong, ilustrasi penipuan investasiSHUTTERSTOCK Ilustrasi investasi bodong, ilustrasi penipuan investasi

Adhi menerangkan, tersangka kedua tersangka dilaporkan oleh korbannya.

Salah satu korban awalnya diberitahu temannya, E dan D, mengenai titip investasi yang dikelola IR.

Merasa tertarik, korban menghubungi IR lewat WhatsApp untuk bertanya-tanya.

"Tersangka IR menjelaskan terkait investasi tersebut berupa saham yang akan dikelola oleh IR sendiri," ujarnya, Minggu (30/1/2022).

Dalam komunikasi itu, IR mengiming-imingi korban dengan sejumlah keuntungan yang mencapai 50 persen.

Baca juga: 30 Warga Tuban Korban Investasi Bodong Mahasiswi Lamongan Lapor ke Polisi

Agar korban semakin percaya, IR memberitahukan akun Instagram-nya. Akun tersebut berisi perolehan profit yang sudah dikirim ke para membernya.

Korban pun tertarik. Ia akhirnya mengikuti 108 slot secara bertahap, dimulai tanggal 2 Januari hingga 5 Januari 2022.

Namun, setelah 10 hari, pelapor belum mendapatkan pengembalian modal beserta profitnya.

"Setelah diklarifikasi, tersangka beralasan uang pengembalian investasi tersebut menunggu pencairan dari SZB yang ada di wilayah Lamongan," ucap Adhi.

Baca juga: Kasus Investasi Bodong di Lamongan, Polisi Tetapkan 2 Tersangka Baru

Korban yang mengetahui bahwa SZB sudah ditangkap polisi karena penipuan, akhirnya melaporkan kasus yang dialaminya ke polisi.

"Karena merasa tidak ada kejelasan dan merasa ditipu oleh IR sehingga melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tuban," ungkapnya.

Kini, tersangka telah ditahan di tahanan Mapolres Tuban.

Tersangka dijerat dengan pasal 372 dan 378 KUHP juncto 55 KUHP juncto 64 Ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun penjara.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Tuban, Hamim | Editor: Dheri Agriesta, Khairina)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Demi Antarkan Ceweknya ke Balikpapan, Pria di Samarinda Nekat Curi Motor Seharga Ratusan Juta

Demi Antarkan Ceweknya ke Balikpapan, Pria di Samarinda Nekat Curi Motor Seharga Ratusan Juta

Regional
Dana Pemprov Jateng Sebesar Rp 2,062 Triliun Mengendap di Bank, Ganjar Ungkap Penyebabnya

Dana Pemprov Jateng Sebesar Rp 2,062 Triliun Mengendap di Bank, Ganjar Ungkap Penyebabnya

Regional
7 Gunung Api Bawah Laut di Indonesia dan Lokasinya, Salah Satunya Disebut Tertinggi di Dunia

7 Gunung Api Bawah Laut di Indonesia dan Lokasinya, Salah Satunya Disebut Tertinggi di Dunia

Regional
Polisi di Kalteng Tewas Dikeroyok, Pelaku Diduga Berjumlah Belasan Orang

Polisi di Kalteng Tewas Dikeroyok, Pelaku Diduga Berjumlah Belasan Orang

Regional
Anggota Polres Lampung Tengah Dikeroyok Massa Saat Gerebek Bandar Narkoba

Anggota Polres Lampung Tengah Dikeroyok Massa Saat Gerebek Bandar Narkoba

Regional
Profil Provinsi Maluku

Profil Provinsi Maluku

Regional
Pohon Tumbang di Jalan Raya Senggigi Lombok Barat, Lalu Lintas Sempat Macet

Pohon Tumbang di Jalan Raya Senggigi Lombok Barat, Lalu Lintas Sempat Macet

Regional
Ada Pengecer Jual Minyak Tanah Melebihi HET, Pemkab Sikka: Kita Tidak Bisa OTT

Ada Pengecer Jual Minyak Tanah Melebihi HET, Pemkab Sikka: Kita Tidak Bisa OTT

Regional
Sapi Milik Warga di Pelalawan Riau Diduga Dimangsa Harimau Sumatera

Sapi Milik Warga di Pelalawan Riau Diduga Dimangsa Harimau Sumatera

Regional
UMK Salatiga Diusulkan Naik 6,8 Persen, Buruh Mengaku Harus Hidup Irit

UMK Salatiga Diusulkan Naik 6,8 Persen, Buruh Mengaku Harus Hidup Irit

Regional
6 Pakaian Adat Papua, Tidak Hanya Koteka dan Rok Rumbai

6 Pakaian Adat Papua, Tidak Hanya Koteka dan Rok Rumbai

Regional
Diduga Perkosa Anak Kandung hingga Hamil, Seorang Pria di Ende Ditangkap

Diduga Perkosa Anak Kandung hingga Hamil, Seorang Pria di Ende Ditangkap

Regional
Anjing Pelacak Turut Dikerahkan Tangkap Pelaku Penyelundup Ganja 25 Kg dari Aceh ke Pekanbaru

Anjing Pelacak Turut Dikerahkan Tangkap Pelaku Penyelundup Ganja 25 Kg dari Aceh ke Pekanbaru

Regional
Presiden Jokowi Akan Kenakan Surjan Saat Upacara Adat Panggih Pernikahan Kaesang-Erina

Presiden Jokowi Akan Kenakan Surjan Saat Upacara Adat Panggih Pernikahan Kaesang-Erina

Regional
Minta Maaf, Anggota DPRD Maluku Tengah yang Ditangkap Saat Pesta Sabu-sabu: Saya Hanya Manusia Biasa

Minta Maaf, Anggota DPRD Maluku Tengah yang Ditangkap Saat Pesta Sabu-sabu: Saya Hanya Manusia Biasa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.