Biografi Pierre Tendean, Sang Pahlawan Revolusi, dan Kisah Cintanya dengan Rukmini

Kompas.com - 30/01/2022, 18:22 WIB

KOMPAS.com - Kapten Pierre Tendean adalah salah satu Pahlawan Revolusi yang gugur dalam peristiwa Gerakan 30 September/PKI (G30S/PKI) pada tahun 1965.

Saat itu Kapten Pierre Tendean baru berusia 26 tahun dan menjabat sebagai ajudan Jenderal AH Nasution yang saat itu merupakan Menteri Koordinator Pertahanan dan Keamanan sekaligus Kepala Staf Angkatan Bersenjata.

Baca juga: Pierre Tendean Sang Ajudan, Setia sampai Mati Lindungi Jenderal AH Nasution

Namun peristiwa naas dini hari tersebut membuatnya menjadi korban keganasan pasukan Cakrabirawa.

Baca juga: Pierre Tendean, Ajudan Termuda Jenderal AH Nasution

Biografi Singkat Kapten Pierre Tendean

Masykuri dalam buku Pierre Tendean (1983) menggambarkan sosok pahlawan berparas tampan ini.

Kapten Pierre Tendean dilahirkan di rumah sakit CBZ (R.S. Cipto Mangunkusumo) Jakarta, pada tanggal 21 Februari 1939.

Baca juga: Museum Dharma Bhakti Kostrad, Museum Sejarah Penumpasan G30S PKI

Ia merupakan anak kedua dari tiga bersaudara sekaligus putera laki-laki satu-satunya dari keluarga Dr. A.L. Tendean, seorang dokter jiwa asal Minahasa.

Sang ibu berdarah Belanda-Perancis yang memberinya nama lengkap Pierre Andries Tendean.

Sementara kakak Pierre Tendean bernama Mitze Farre dan adiknya bernama Rooswidiati.

Semasa kecil hidupnya berpindah-pindah mengikuti pekerjaan sang ayah.

Pada masa perang gerilya, keluarga mereka membantu para pemuda dengan memberi obat-obatan secara sembunyi-sembunyi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Petir Sambar 5 orang di Gubuk Sawah di Pemalang, 3 Orang Tewas, 1 Kritis

Petir Sambar 5 orang di Gubuk Sawah di Pemalang, 3 Orang Tewas, 1 Kritis

Regional
Seorang PNS di NTB Ditangkap atas Kasus Penipuan

Seorang PNS di NTB Ditangkap atas Kasus Penipuan

Regional
ACT Bogor Tak Berizin, Dinsos Monitoring Aktivitas Pengumpulan Donasi Cegah Timbulnya Korban

ACT Bogor Tak Berizin, Dinsos Monitoring Aktivitas Pengumpulan Donasi Cegah Timbulnya Korban

Regional
HPI NTT: Rencana Kenaikan Harga Tiket TN Komodo Mengacaukan Strategi Pemulihan Pariwisata

HPI NTT: Rencana Kenaikan Harga Tiket TN Komodo Mengacaukan Strategi Pemulihan Pariwisata

Regional
Ditabrak Mobil Pikap, Atlet Menembak di Palembang Tewas

Ditabrak Mobil Pikap, Atlet Menembak di Palembang Tewas

Regional
10 Air Terjun di Yogyakarta: Daya Tarik, Jam Buka, dan Harga Tiket

10 Air Terjun di Yogyakarta: Daya Tarik, Jam Buka, dan Harga Tiket

Regional
Gereja di Maluku Sumbang Hewan Kurban untuk Warga Muslim Ambon

Gereja di Maluku Sumbang Hewan Kurban untuk Warga Muslim Ambon

Regional
Curhat Doni Salmanan saat Berkasnya Dilimpahkan ke Pengadilan, Berharap Divonis Ringan

Curhat Doni Salmanan saat Berkasnya Dilimpahkan ke Pengadilan, Berharap Divonis Ringan

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 6 Juli 2022

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 6 Juli 2022

Regional
Menengok Jejak Peternakan Kambing Milik ACT di Blora

Menengok Jejak Peternakan Kambing Milik ACT di Blora

Regional
UPDATE Covid-19 di Kaltim, Kalteng, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 6 Juli 2022

UPDATE Covid-19 di Kaltim, Kalteng, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 6 Juli 2022

Regional
Dalam 6 Bulan, BP2MI NTB Catat 637 Kasus PMI Bermasalah

Dalam 6 Bulan, BP2MI NTB Catat 637 Kasus PMI Bermasalah

Regional
Tak Ingin Hubungan Gelapnya Terungkap, Perempuan di Polewali Mandar Bunuh dan Buang Bayinya ke Kebun

Tak Ingin Hubungan Gelapnya Terungkap, Perempuan di Polewali Mandar Bunuh dan Buang Bayinya ke Kebun

Regional
Karena Wasiat Istri, Rusmidi Gratiskan dan Beri Makanan ke Penumpang Angkot Setiap Jumat

Karena Wasiat Istri, Rusmidi Gratiskan dan Beri Makanan ke Penumpang Angkot Setiap Jumat

Regional
Detik-detik Kerbau Mengamuk di Luwu, Warga Pakai Baju Merah Terpental

Detik-detik Kerbau Mengamuk di Luwu, Warga Pakai Baju Merah Terpental

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.