Pengungsi Rohingya Dapat Fasilitas Telepon untuk Melepas Kangen

Kompas.com - 26/01/2022, 16:49 WIB

LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Lhokseumawe, Aceh, memberikan layanan restoring family link (RFL) kepada pengungsi Rohingya yang berada di lokasi penampungan sementara Desa Meunsah Mee, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

Layanan ini berupa pemberian akses telepon untuk warga Rohingya di penampungan, sehingga mereka bisa berbicara dengan keluarga yang ada di Bangladesh dan Malaysia.

Ketua PMI Kota Lhokseumawe Junaidi Yahya menyebutkan, layanan RFL tersebut merupakan upaya pemulihan hubungan pengungsi dengan keluarga.

Baca juga: 2 Orang Ditangkap karena Membawa Kabur 8 Warga Rohingya di Aceh

Dengan demikian, para pencari suaka tersebut bisa berkomunikasi dan melepas kangen dengan keluarganya menggunakan telepon seluler.

“Warga Rohingya tersebut ada membawa nomor telepon keluarganya, kemudian kita memfasilitasi agar bisa berkomunikasi dengan telepon seluler. Tapi dengan waktu yang ditentukan, juga didampingi oleh penerjemah dari UNHCR,” ujar Junaidi Yahya kepada Kompas.com, Rabu (26/1/2022).

Baca juga: Setelah 10 Hari Karantina, 95 Pengungsi Rohingya di Aceh Divaksin Covid-19

Menurut Junaidi, pengungsi Rohingya tersebut lebih banyak menghubungi keluarganya di Bangladesh, dan kemudian menghubungi suaminya yang sedang berada di Malaysia.

Selain melakukan RFL, PMI Lhokseumawe juga memberikan pelayanan pemulihan trauma untuk warga Rohingya.

“Agar anak-anak Rohingya itu ceria kembali, apalagi mereka berpuluh hari di laut lepas,” kata dia.

Baca juga: Perahu Pengungsi Rohingya Berisi 120 Orang Ditarik ke Aceh, Ada yang Meninggal, Anak Sakit dan Kelaparan

Saat ini tercatat ada 105 warga Rohingnya yang berada di penampungan sementara di Kota Lhokseumawe.

Sebanyak 8 orang di antaranya telah melarikan diri.

Mereka menunggu dipindahkan ke lokasi penampungan permanen oleh UNHCR di Medan, Sumatera Utara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bentrok Perguruan Silat Kerap Terjadi, Apa yang Perlu Dilakukan untuk Menghentikannya?

Bentrok Perguruan Silat Kerap Terjadi, Apa yang Perlu Dilakukan untuk Menghentikannya?

Regional
Jelang Idul Adha, Ketersediaan Daging di Sumut Aman, Cukup untuk 3 Bulan

Jelang Idul Adha, Ketersediaan Daging di Sumut Aman, Cukup untuk 3 Bulan

Regional
Jepara Ourland Park: Harga Tiket, Jam Buka, dan Daya Tarik

Jepara Ourland Park: Harga Tiket, Jam Buka, dan Daya Tarik

Regional
Cerita Gibran Dimarahi Ibu-ibu Saat Punguti Sampah di CFD: Dikira Petugas DLH

Cerita Gibran Dimarahi Ibu-ibu Saat Punguti Sampah di CFD: Dikira Petugas DLH

Regional
Konflik di Antara Perguruan Silat Kerap Terjadi, Sosiolog Sebut Pentingnya Penanaman Nilai Luhur dan Pendidikan Kedewasaan

Konflik di Antara Perguruan Silat Kerap Terjadi, Sosiolog Sebut Pentingnya Penanaman Nilai Luhur dan Pendidikan Kedewasaan

Regional
Progres Bendungan Sepaku Semoi 40 Persen, Bisa Sediakan Air 2.500 Liter Per Detik

Progres Bendungan Sepaku Semoi 40 Persen, Bisa Sediakan Air 2.500 Liter Per Detik

Regional
Kampoeng Kopi Banaran: Harga Tiket, Jam Buka, dan Daya Tarik

Kampoeng Kopi Banaran: Harga Tiket, Jam Buka, dan Daya Tarik

Regional
Kisah Tamuddin, Pembudidaya Rumput Laut Pertama di Nunukan yang Sempat Dituding Gila

Kisah Tamuddin, Pembudidaya Rumput Laut Pertama di Nunukan yang Sempat Dituding Gila

Regional
3 Bendera Milik Terduga Simpatisan ISIS di Malang Diamankan, Pengamat: Menunjukkan Eksistensi Kelompok

3 Bendera Milik Terduga Simpatisan ISIS di Malang Diamankan, Pengamat: Menunjukkan Eksistensi Kelompok

Regional
Tak Hanya di Banjarmasin, Banjir Rob Juga Rendam 20 Desa di Banjar Kalsel

Tak Hanya di Banjarmasin, Banjir Rob Juga Rendam 20 Desa di Banjar Kalsel

Regional
Bisnis Merkuri Ilegal di Maluku, Tersangka Kirim 19 Ton Selama 2 Tahun, Ditangkap Saat Distribusikan Barang

Bisnis Merkuri Ilegal di Maluku, Tersangka Kirim 19 Ton Selama 2 Tahun, Ditangkap Saat Distribusikan Barang

Regional
Kisah Jenazah Guru Honorer Ditandu Selama 13 Jam, Menembus Gelapnya Hutan hingga Basah Kehujanan

Kisah Jenazah Guru Honorer Ditandu Selama 13 Jam, Menembus Gelapnya Hutan hingga Basah Kehujanan

Regional
Gempa M 4,4 Guncang Lombok, Terasa hingga Denpasar

Gempa M 4,4 Guncang Lombok, Terasa hingga Denpasar

Regional
Oknum ASN Lombok Barat yang Edarkan Sabu Diusulkan Diberhentikan Sementara

Oknum ASN Lombok Barat yang Edarkan Sabu Diusulkan Diberhentikan Sementara

Regional
Cerita Banjir Rob di Kendal, Warga Lebaran Tanpa Alas Kaki dan Berharap Ada Solusi

Cerita Banjir Rob di Kendal, Warga Lebaran Tanpa Alas Kaki dan Berharap Ada Solusi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.