Aniaya Pencuri hingga Tewas, Pelaku Akui Dapat Informasi dari Dukun, Ini Ceritanya

Kompas.com - 16/01/2022, 10:45 WIB

KOMPAS.com - Aniaya seorang pencuri hingga tewas, FP (25), warga Palembang, Sumatera Selatan, ditangkap polisi.

Di hadapan polisi, FP melakukan tindakan keji itu bersama kakaknya berinisial YJ. Sebelumnya, FP dan YJ mengaku menemui seorang dukun dan mendapat informasi bahwa pelaku berinisial R.   

Baca juga: Ini Alasan Rektor UIN Yogyakarta Ajak Warga Maafkan Penendang Sesajen di Gunung Semeru

“Saya dapat ciri-ciri pelaku ini dari dukun, setelah itu saya cari dan ternyata mirip dengan korban. Saat kami temui di rumahnya korban mengaku telah mencuri di warung ibu saya,” kata FP, Jumat (15/1/2022), Polda Sumsel.

Menurut FP, korban diduga telah mencuri uang Rp 2 juta dan rokok di warung milik ibunya.

Baca juga: Mabuk Miras, Pria di Kupang Ditangkap Polisi karena Aniaya Calon Istri

Dianiaya di kuburan

Ilustrasi penganiayaanKOMPAS.COM/HANDOUT Ilustrasi penganiayaan

Seperti diberitakan sebelumnya, FP dan kakaknya menganiaya korban di tempat pemakaman umum, pada Minggu (8/3/2015).

R diduga tewas setelah dianiaya dengan menggunakan senjata tajam oleh FP.

“Kakak saya (YJ) hanya memegangi parang, yang eksekusi saya,” ujar FP.

Menurut polisi, sebelum dibunuh di kuburan, para pelaku menganiaya di rumah korban. Lalu korban dibawa ke Kertapati Palembang untuk dieksekusi.

Baca juga: Komplotan Pencuri Sapi Ini Cari Sasaran lewat Google, lalu Survei Lokasi Pakai Google Maps

“Di sana korban dianiaya menggunakan senjata tajam dengan sadis oleh pelaku sampai akhirnya tewas di tempat,” kata Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Agus Prihdinika, Sabtu (15/1/2022).

Jenazah R baru ditemukan warga dua hari setelah kejadian. Sementara Kedua pelaku kabur dan menjadi buronan polisi.

Baca juga: Kesal Warung Ibunya Sering Kehilangan, Kakak Adik di Palembang Aniaya Pencuri hingga Tewas

 

Melawan saat ditangkap

Menurut Agus, FP terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena melawan saat ditangkap.

tersangka FP dan YJ, kata Agus, dikenal licin karena selalu berpindah tempat untuk menghindari kejaran polisi.

Namun, keberadaan FP akhirnya diketahui polisi di kawasan Lampung.
“Namun, ketika akan ditangkap, tersangka ini mencoba melawan, sehingga terpaksa kami lumpuhkan,” ujar dia.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman penjara selama 20 tahun.

(Penulis: Kontributor Palembang, Aji YK Putra | Editor: Robertus Belarminus)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Pria di Kendal Ditemukan Tewas dengan Luka Sabetan, Warga Dengar Teriakan Minta Tolong

Seorang Pria di Kendal Ditemukan Tewas dengan Luka Sabetan, Warga Dengar Teriakan Minta Tolong

Regional
Tak Konsentrasi, Pemotor di Sukabumi Tewas Tabrak Pikap, Sopir Mobil Kabur

Tak Konsentrasi, Pemotor di Sukabumi Tewas Tabrak Pikap, Sopir Mobil Kabur

Regional
4 Tingkatan Pramuka Berdasar Usia

4 Tingkatan Pramuka Berdasar Usia

Regional
Nakhoda 'Tugboat' Hilang di Laut Jawa, Tim SAR Lakukan Pencarian

Nakhoda "Tugboat" Hilang di Laut Jawa, Tim SAR Lakukan Pencarian

Regional
Pria ODGJ Berkeliaran di Pusat Kota Lhokseumawe, Kejar Warga Pakai Kayu

Pria ODGJ Berkeliaran di Pusat Kota Lhokseumawe, Kejar Warga Pakai Kayu

Regional
Lompat ke Laut Kejar Perahu yang Hanyut, Nelayan di Maluku Tengah Ditemukan Tewas

Lompat ke Laut Kejar Perahu yang Hanyut, Nelayan di Maluku Tengah Ditemukan Tewas

Regional
Sambut HUT RI, Warga Cilacap Gelar 'Kroya Fashion Week'

Sambut HUT RI, Warga Cilacap Gelar "Kroya Fashion Week"

Regional
Mengenal Serabi Ngampin, Makanan Ritual Syaban untuk Permudah Cari Jodoh

Mengenal Serabi Ngampin, Makanan Ritual Syaban untuk Permudah Cari Jodoh

Regional
Raih Medali Emas di World Pencak Silat Championship Malaysia, Serda Jeni: Terima Kasih

Raih Medali Emas di World Pencak Silat Championship Malaysia, Serda Jeni: Terima Kasih

Regional
Isi Dasa Dharma Pramuka dan Maknanya

Isi Dasa Dharma Pramuka dan Maknanya

Regional
Kisah Pilu Kakak Beradik Tewas Tenggelam di Sungai Aceh Timur

Kisah Pilu Kakak Beradik Tewas Tenggelam di Sungai Aceh Timur

Regional
157 Calon Jemaah Batal Haji Tahun Ini, Dirjen PHU Kemenag: Terkecil Sepanjang Sejarah

157 Calon Jemaah Batal Haji Tahun Ini, Dirjen PHU Kemenag: Terkecil Sepanjang Sejarah

Regional
Kinerja Pejabat Publik Dikhawatirkan Terganggu Jelang Pilpres 2024, Begini Menurut Pengamat Politik Unpad

Kinerja Pejabat Publik Dikhawatirkan Terganggu Jelang Pilpres 2024, Begini Menurut Pengamat Politik Unpad

Regional
Gaukang Tubajeng, Tradisi Perayaan HUT RI di Gowa, Pertemuan Fukushima dan Kerajaan Bajeng

Gaukang Tubajeng, Tradisi Perayaan HUT RI di Gowa, Pertemuan Fukushima dan Kerajaan Bajeng

Regional
Bos Miras Ilegal Tewaskan 6 Orang di Sorong Masuk DPO

Bos Miras Ilegal Tewaskan 6 Orang di Sorong Masuk DPO

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.