Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Masjid Menara Kudus: Sejarah, Keunikan Ornamen, Mitos, dan Info Ziarah

Kompas.com - 15/01/2022, 20:46 WIB
William Ciputra

Penulis

KOMPAS.com - Masjid Menara Kudus menjadi salah satu bangunan masjid tua di Indonesia. Masjid ini dibangun oleh salah satu Wali Songo, yaitu Sunan kudus.

Lokasi Masjid Menara Kudus berada di Jalan Menara, Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Nama resmi Masjid Menara Kudus adalah Masjid Al-Aqsa Menarat Qudus. Menara masjid ini cukup ikonik karena menyerupai bangunan candi dan melambangkan akulturasi budaya masa lalu.

Hingga saat ini, Masjid Menara Kudus masih aktif digunakan untuk beribadah umat Islam. Selain itu masjid juga dibuka untuk peziarah ke makam Sunan Kudus.

Baca juga: Sejarah Masjid Menara Kudus, Potret Akulturasi Islam-Hindu, dan Mitos Rajah Kalacakra

Sejarah Masjid Menara Kudus

Masjid Menara Kudus dibangun oleh Ja’far Shadiq, atau yang lebih dikenal dengan nama Sunan Kudus.

Usia masjid ini disinyalir sudah hampir 500 tahun. Prasasti yang ada di atas mihrab masjid ini sendiri berangka tahun 956 Hijriah, atau 1549 Masehi.

Nama asli masjid ini adalah Masjid Al-Quds. Kata ini merujuk kota suci di Palestina yang bernama Al-Quds, atau juga dikenal Yerusalem.

Nama Al-Quds yang kemudian diucapkan sebagai Kudus ini dipilih Sunan Kudus untuk mengobati kerinduannya terhadap tanah kelahirannya tersebut.

Pasalnya, Sunan Kudus atau Ja’far Shadiq dilahirkan di Al-Quds, Palestina sekitar tahun 1500-an.

Baca juga: Masjid Menara Kudus, Bentuk Akulturasi Budaya

Keunikan Ornamen Masjid Menara Kudus

Bagian dalam Masjid Menara KudusNiza Kauzar/Shutterstock.com Bagian dalam Masjid Menara Kudus
Masjid Menara Kudus tergolong berbeda dengan masjid pada umumnya, terutama pada desain arsitektur menara.

Pada masjid kebanyakan, menara dibuat layaknya tugu seperti biasa. Namun, menara masjid peninggalan Sunan Kudus ini didesain seperti bangunan candi.

Gaya arsitektur Masjid Menara Kudus secara keseluruhan bergaya tradisi seni Hindu. Hal ini dapat dilihat pada struktur dan bentuk atap berupa tumpang bersusun tiga.

Sementara bangunan menara masjid menyerupai candi Jago, yang merupakan peninggalan Raja Singasari Wishnuwardhana.

Rupanya menara masjid bukan satu-satunya yang menyerupai bangunan candi.

Pintu gerbang Masjid Menara Kudus juga didesain menyerupai candi belah atau Candi Bentar.

Sementara dua daun pintu dibuat kembar sebagai totalitas tradisi seni kori agung atau paduraksa.

Baca juga: Masjid Agung Sang Cipta Rasa: Sejarah, Arsitektur, dan Keunikannya

Meski secara umum bangunan Masjid Menara Kudus kental aroma Hindu, namun secara ornamen masjid sangat kental dengan unsur-unsur Arab dan Islam.

Ornamen berunsur Arab dan Islam salah satunya dapat ditemukan di padasan atau bak air, yang letaknya di samping bangunan masjid.

Padasan itu terbuat dari susunan bata merah tanpa pelester. Di bagian bawah terdapat ornamen pola anyaman simpul (Arabesque) dengan bahan batu putih.

Ornamen tersebut mengisi panil-panil pada bagian dinding padasan dengan jumlah 18 buah.

Pola ornamen simpul ini juga dapat ditemukan di sejumlah tempat, seperti Masjid Agung Demak dan Masjid Mantingan di Jepara.

Mitos Masjid Menara Kudus

Pintu Masuk Masjid Menara Kudus yang dipercaya terdapat Rajah KalacakraChristina Desitriviantie/Shutterstock Pintu Masuk Masjid Menara Kudus yang dipercaya terdapat Rajah Kalacakra
Meski merupakan bangunan masjid, rupanya tetap ada mitos yang berhembus dan diyakini hingga saat ini.

Mitos Masjid Menara Kudus berkaitan dengan ajian berupa rajah milik Sunan Kudus, yang disebut dengan nama Rajah Kalacakra.

Konon, Rajah Kalacakra ini ditanam Sunan Kudus di bagian pintu gerbang menuju kompleks masjid.

Adapun tujuan dari penanaman Rajah Kalacakra oleh Sunan Kudus itu untuk melemahkan kekuatan orang-orang yang berniat jahat.

Hingga kini, mitos tersebut masih diyakini oleh masyarakat. Bahkan, akibat dari mitos itu sangat jarang pejabat yang berkunjung ke masjid ini.

Pasalnya, ada keyakinan bahwa pejabat yang datang berkunjung, shalat, dan berziarah ke makam Sunan Kudus, mereka akan kehilangan kekuasaan.

Sehingga, para pejabat yang memang akan berkunjung akan meminta pengelola masjid untuk dapat masuk dari pintu lain, tanpa melewati pintu gerbang yang dirajah Kalacakra.

Baca juga: Sejarah Masjid Agung Demak: Tahun Berdiri, Ciri Khas, dan Foto

Informasi Ziarah Masjid Menara Kudus

Selain sebagai masjid dan tempat ibadah, Masjid Menara Kudus juga sering dijadikan tempat untuk berziarah ke makam Sunan Kudus.

Selain Sunan Kudus, di pemakaman yang terletak di bagian belakang kompleks masjid juga terdapat makam beberapa orang yang merupakan keluarga sang sunan.

Adapun ziarah makam Sunan Kudus bisa dilakukan setiap hari, mulai pukul 05.00 sampai 22.00 WIB.

Dikarenakan situasi pandemi, para peziarah diharuskan tetap menjaga protokol kesehatan selama di dalam kompleks.

Sumber:

Kompas.com
Kebudayaan.kemdikbud.go.id
Journal.unnes.ac.id
Menara-kudus.com

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Viral di Medsos, Pengunjung Masjid Al Jabbar Jadi Korban 'Getok' Harga Parkir, Ini Respons Pemprov

Viral di Medsos, Pengunjung Masjid Al Jabbar Jadi Korban 'Getok' Harga Parkir, Ini Respons Pemprov

Regional
Longsor Hantam Permukiman Warga di Tana Toraja, 1 Orang Tewas

Longsor Hantam Permukiman Warga di Tana Toraja, 1 Orang Tewas

Regional
Menyoal Tren Kecelakaan Bus Saat Mudik dan Cerita Pengemudi Bus di Perjalanan

Menyoal Tren Kecelakaan Bus Saat Mudik dan Cerita Pengemudi Bus di Perjalanan

Regional
Prakiraan Cuaca Manado Hari Ini Minggu 14 April 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah

Prakiraan Cuaca Manado Hari Ini Minggu 14 April 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah

Regional
[POPULER NUSANTARA] Balon Udara Berisi Petasan Meledak di Magelang | Komentar Hasto Soal Pilkada di Sumutz

[POPULER NUSANTARA] Balon Udara Berisi Petasan Meledak di Magelang | Komentar Hasto Soal Pilkada di Sumutz

Regional
Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Minggu 14 April 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Minggu 14 April 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Regional
Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini Minggu 14 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini Minggu 14 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Regional
Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini Minggu 14 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Petir

Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini Minggu 14 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Petir

Regional
Hendak Silaturahmi, Kakek dan Cucu Tewas Usai Pikap yang Dinaiki Kecelakaan

Hendak Silaturahmi, Kakek dan Cucu Tewas Usai Pikap yang Dinaiki Kecelakaan

Regional
Ingat, One Way dari Tol Kalikangkung-Cikampek Mulai Diterapkan 13 hingga 16 April

Ingat, One Way dari Tol Kalikangkung-Cikampek Mulai Diterapkan 13 hingga 16 April

Regional
Lambaian Tangan, Hiburan bagi Pemudik yang Terjebak Macet di Tol

Lambaian Tangan, Hiburan bagi Pemudik yang Terjebak Macet di Tol

Regional
Suasana Malam di Pelabuhan Bakauheni, Kantong Parkir Dermaga Penuh

Suasana Malam di Pelabuhan Bakauheni, Kantong Parkir Dermaga Penuh

Regional
Sistem One Way Diterapkan selama Arus Balik, PJ Gubernur Jateng: Terus Kami Pantau

Sistem One Way Diterapkan selama Arus Balik, PJ Gubernur Jateng: Terus Kami Pantau

Regional
Kembang Langit Park di Batang: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Kembang Langit Park di Batang: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Regional
Jenazah Danramil Aradide yang Ditembak OPM Sudah di Nabire, Besok Dimakamkan

Jenazah Danramil Aradide yang Ditembak OPM Sudah di Nabire, Besok Dimakamkan

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com