5 Daftar Kota Tertua di Indonesia. Ada yang Berusia 1337 Tahun

Kompas.com - 14/01/2022, 23:43 WIB
Suasana di atas Jembatan Ampera Palembang, Sumatera Selatan, yang diselimuti kabut tebal, Selasa (28/9/2021). Berdasarkan laporan dari BMKG Sumatera Selatan, kabut ini disebabkan karena adanya perbuahan cuaca atau yang disebut dengan kabut adveksi. KOMPAS.com/AJI YK PUTRASuasana di atas Jembatan Ampera Palembang, Sumatera Selatan, yang diselimuti kabut tebal, Selasa (28/9/2021). Berdasarkan laporan dari BMKG Sumatera Selatan, kabut ini disebabkan karena adanya perbuahan cuaca atau yang disebut dengan kabut adveksi.

KOMPAS.com - Indonesia memiliki 415 kabupaten dan 93 kota. Dari jumlah keseluruhan kota dan kabupaten tersebut, ada wilayah yang termasuk kota tertua.

Bahkan, ada kota yang telah berdiri ribuan tahun yang lalu.

Berikut kota-kota tertua di Indonesia:

1. Palembang

Kota palembang merupakan kota tertua di Indonesia. Kota yang terkenal dengan empek-empek ini setidaknya telah berusia 1337 tahun berdaasarkan prasasti Sriwijaya yang terkenal sebagai prasati Kedukan Bukit.

Menurut prasasti yang berangka 16 Juni 682, pada saat itu penguasa Sriwijaya didirikan Wanua di daerah yang sekarang dikenal sebagai kota Palembang.

Menurut tipografinya, kota ini dikelilingi oleh air, bahkan terendam oleh air. Air tersebut bersumber dari sungai, rawa, dan air hujan.

Bahkan saat ini di kota Pelembang, sebanyak 52,24 % tanahnya masih tergenang air.

Diperkirakan karena kondisi inilah nenek moyang kota ini menamakan Pa-lembang. Dalam bahasa Melayu, Pa atau Pe sebagai kata tunjuk suatu keadaan atau tempat, sedangkan lembang atau lembeng berarti genangan air. Jadi, Palembang adalah suatu tempat yang digenangi air.

Baca juga: 10 Makanan Khas Palembang, Tak Hanya Pempek dan Kerupuk Kemplang

2. Kota Salatiga

Pedagang  berjualan di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, Jawa Tengah, pada hari pertama  penataan Pasar Pagi Salatiga, Senin (27/4/2020). Penataan dengan penerapan jarak satu meter antar pedagang tersebut berlangsung mulai pukul 01.00 hingga pukul 06.30. Sebanyak 853 pedagang pasar itu mengikuti upaya penataan yang dilakukan untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19 tersebut. KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Pedagang berjualan di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, Jawa Tengah, pada hari pertama penataan Pasar Pagi Salatiga, Senin (27/4/2020). Penataan dengan penerapan jarak satu meter antar pedagang tersebut berlangsung mulai pukul 01.00 hingga pukul 06.30. Sebanyak 853 pedagang pasar itu mengikuti upaya penataan yang dilakukan untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19 tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diguyur Hujan Intensitas Tinggi, 7 Kecamatan di Pidie Jaya Aceh Dilanda Banjir

Diguyur Hujan Intensitas Tinggi, 7 Kecamatan di Pidie Jaya Aceh Dilanda Banjir

Regional
Tahan Sopir Ekspedisi Tanpa Status, Mantan Kapolsek di Lampung Diperiksa Propam

Tahan Sopir Ekspedisi Tanpa Status, Mantan Kapolsek di Lampung Diperiksa Propam

Regional
Aktivis Perempuan Kecam Pembebasan 2 Pemerkosa Gadis Keterbelakangan Mental: Proses Hukum Harus Lanjut

Aktivis Perempuan Kecam Pembebasan 2 Pemerkosa Gadis Keterbelakangan Mental: Proses Hukum Harus Lanjut

Regional
Polisi: Kakek SA Ambil Pedang Saat Penangkapan dan Bergumul dengan Petugas

Polisi: Kakek SA Ambil Pedang Saat Penangkapan dan Bergumul dengan Petugas

Regional
Mirip Klitih di Yogya, Gerombolan ABG di Jambi Serang Acak Orang di Jalanan

Mirip Klitih di Yogya, Gerombolan ABG di Jambi Serang Acak Orang di Jalanan

Regional
Siswa SD Meninggal Usai Divaksin, Pemkot Tasikmalaya Wajibkan Orangtua Dampingi Anak Saat Vaksinasi

Siswa SD Meninggal Usai Divaksin, Pemkot Tasikmalaya Wajibkan Orangtua Dampingi Anak Saat Vaksinasi

Regional
Apa yang Dimaksud Gempa Megathrust yang Menghantui Wilayah Selatan Jawa?

Apa yang Dimaksud Gempa Megathrust yang Menghantui Wilayah Selatan Jawa?

Regional
Investasi Bodong 'Invest Yukk' Lamongan, Pelaku Mahasiswi 21 Tahun, Kerugian Anggota Capai Rp 6 Miliar

Investasi Bodong "Invest Yukk" Lamongan, Pelaku Mahasiswi 21 Tahun, Kerugian Anggota Capai Rp 6 Miliar

Regional
Kesepakatan Keluarga, Pelaku Pencabulan Nikahi Korban di Mapolres Mukomuko

Kesepakatan Keluarga, Pelaku Pencabulan Nikahi Korban di Mapolres Mukomuko

Regional
Kecelakan Tunggal di Tol Pekanbaru-Dumai, Seorang Pengemudi Tewas

Kecelakan Tunggal di Tol Pekanbaru-Dumai, Seorang Pengemudi Tewas

Regional
Sejumlah Daerah Ini Sudah Terapkan Konsep 'Smart City', Mana Saja?

Sejumlah Daerah Ini Sudah Terapkan Konsep "Smart City", Mana Saja?

Regional
3 Daerah yang Pernah Jadi Ibu Kota Indonesia, Ternyata Pernah 2 Kali di Pulau Sumatera

3 Daerah yang Pernah Jadi Ibu Kota Indonesia, Ternyata Pernah 2 Kali di Pulau Sumatera

Regional
6 Makanan Ini Dulu Favorit Raja-raja, Sekarang Siapa Pun Bisa Menikmatinya

6 Makanan Ini Dulu Favorit Raja-raja, Sekarang Siapa Pun Bisa Menikmatinya

Regional
Suaminya Meninggal karena Diduga Dianiaya Oknum Polisi Saat Penyergapan, Istri Korban: Suami Saya Dipukuli di Hadapan Anak Saya

Suaminya Meninggal karena Diduga Dianiaya Oknum Polisi Saat Penyergapan, Istri Korban: Suami Saya Dipukuli di Hadapan Anak Saya

Regional
Pak Ogah Sakit, Ini Sejarah Perjalanan Boneka Si Unyil, Ada sejak Tahun 1981

Pak Ogah Sakit, Ini Sejarah Perjalanan Boneka Si Unyil, Ada sejak Tahun 1981

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.