Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sosok Ghozali Everyday, Penjual NFT Foto Selfie yang Raup Miliaran Rupiah

Kompas.com - 13/01/2022, 18:27 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Ghozali (22) tak menyangka foto selfie-nya yang dijual lewat bisnis Non Fungible Token (NFT) di akun OpenSea bisa meraup uang miliaran rupiah.

Namanya yang dikenal dengan Ghozali Everyday ini pun mendadak viral dan menjadi perbincangan warganet di berbagai platform media sosial.

Saat ditemui di kampusnya Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang pada Kamis (13/2022) siang, raut muka Ghozali terlihat semringah.

Baca juga: Ghozali Everyday Jual NFT Foto Selfie, Harga Tertinggi Tembus Rp 3 Triliun

Meski agak sedikit canggung, namun mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer ini berusaha menceritakan ihwal mendapat ide berfoto selfie hingga dijual sebagai produk NFT.

"Kenal NFT dari kampus dan dari referensi internet. Awal saya meng-upload di NFT aslinya saya bayangin kayak NFT itu isinya 2D 3D atau gambar-gambar karya yang bagus. Tapi aku mikirnya kayak lucu juga kalau salah satu kolektor ada yang punya muka saya," katanya sambil tertawa riang.

Sultan Gustaf Al Ghozali ditemui di Udinus Semarang, Kamis (13/1/2022)KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA Sultan Gustaf Al Ghozali ditemui di Udinus Semarang, Kamis (13/1/2022)

Mahasiswa semester 7 Program Studi Animasi D-4 ini mengaku baru memberanikan diri mengupload koleksi foto selfie-nya pada akhir Desember 2021 dari akun OpenSea Ghozali Everyday.

Kemudian, foto selfie yang sudah berjumlah 932 NFT ini pun akhirnya mulai dijual pada 10 Januari 2022.

"Aku nyangkanya sih engga ada yang beli makanya harganya saya patok awal di 3 dollar. Emang sengaja biar enggak ada yang beli. Awal upload di akhir-akhir Desember cuma baru berani promosi empat hari yang lalu," jelasnya sembari tersipu malu.

Baca juga: Viral Ghozali Jadi Miliarder berkat Jualan Foto Selfie di NFT, Apa Itu?

Pemuda bernama lengkap Sultan Gustaf Al Ghozali ini berujar awal mengumpulkan foto selfie-nya karena hendak digunakan untuk video timelapse.

Ia pun berswafoto setiap hari selama lima tahun, sejak lulus dari SMK 5 Semarang pada 2017 hingga 2021.

"Setelah lima tahun jadi video gitu. Tujuannya itu. Sudah dibuat kemudian sekalian upload di NFT kali saja lucu," ucap Putra kedua dari tiga bersaudara pasangan Erna Setyawati dan Heru Kamdani.

Sultan Gustaf Al Ghozali ditemui di Udinus Semarang, Kamis (13/1/2022)KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA Sultan Gustaf Al Ghozali ditemui di Udinus Semarang, Kamis (13/1/2022)
Selain konsisten berfoto selfie, Ghozali juga getol mengikuti ajang kompetisi membuat desain logo.

"Prestasi pas awal-awal semester saya suka design logo. Itu sempet di '99designs.com' isinya lomba semua, saya ikut 100 lebih tapi yang menang cuma beberapa saja 1 atau 2 tahun 2020," tuturnya.

Berkat dukungan dari komunitas NFT Indonesia, perjuangan Ghozali itu pun tak sia-sia.

Baca juga: Ramai Digandrungi Selebritas, Apa Itu Sebenarnya NFT?

Bahkan, sosoknya mencuri perhatian banyak orang hingga Chef Arnold juga ikut membeli sejumlah NFT-nya dan mengungkap rasa kagum atas konsistensi Ghozali.

"Awal-awal itu dipromosiin oleh komunitas NFT Indonesia. Terus orang luar negeri jadi ikutan beli bahkan chef Arnold juga beli. Belinya bahkan sampe 25 gitu, foto wajah saya, haha," kata Ghozali.

Dekan Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Udinus, Guruh Fajar Shidik mengatakan Ghozali dikenal sebagai anak muda yang keratif.

Baca juga: Aset NFT Wajib Dilaporkan di SPT Pajak, Apa Kata Investor?

Bahkan, Ghozali menjadi salah satu mahasiswa di Udinus yang mendapat beasiswa sejak semester 3.

"Mas Sultan ini juga mahasiswa yang keratif ya, mendapat beasiswa sejak semester 3," kata Fajar.

"Dia itu punya jiwa petarung, beberapa kali ikut kompetisi tingkat internasional, menang dua kali," tambah Kaprodi Animasi Udinus, Khafiizh Hastuti.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Airlangga Akui Gibran Berpotensi Nyaleg: Tapi Perlu Pembahasan Lanjutan

Airlangga Akui Gibran Berpotensi Nyaleg: Tapi Perlu Pembahasan Lanjutan

Regional
Berkenalan Lewat Medsos, Gadis 14 Tahun Diajari 'Video Call Sex' Sampai Diperkosa Pengepul Rumput Laut

Berkenalan Lewat Medsos, Gadis 14 Tahun Diajari "Video Call Sex" Sampai Diperkosa Pengepul Rumput Laut

Regional
Polisi Gali Keterangan Saksi soal Pria Cabuli Ponakan hingga Hamil di Bima

Polisi Gali Keterangan Saksi soal Pria Cabuli Ponakan hingga Hamil di Bima

Regional
Kronologi Ayah Culik dan Perkosa Anak Tiri di Lampung, Swafoto Cabuli Korban Dikirim ke Istri

Kronologi Ayah Culik dan Perkosa Anak Tiri di Lampung, Swafoto Cabuli Korban Dikirim ke Istri

Regional
Bertemu Menhub, Pj Bupati Aceh Utara Minta Citilink Kembali Terbang ke Bandara Sultan Malikussaleh

Bertemu Menhub, Pj Bupati Aceh Utara Minta Citilink Kembali Terbang ke Bandara Sultan Malikussaleh

Regional
Aniaya Suami Istri hingga Salah Satunya Tewas, Jaelani Jengkel karena Dibilang Gila

Aniaya Suami Istri hingga Salah Satunya Tewas, Jaelani Jengkel karena Dibilang Gila

Regional
Wanita Tersangka Pencabulan 17 Anak Laporkan Balik 8 Korbannya, Mengaku Diperkosa

Wanita Tersangka Pencabulan 17 Anak Laporkan Balik 8 Korbannya, Mengaku Diperkosa

Regional
Limbah Medis Berserakan di Pulau Merah, DLH Banyuwangi Temukan 83 Jarum Suntik

Limbah Medis Berserakan di Pulau Merah, DLH Banyuwangi Temukan 83 Jarum Suntik

Regional
Gibran soal Kenaikan NJOP PBB: Kami Evaluasi, Tunggunen Wae

Gibran soal Kenaikan NJOP PBB: Kami Evaluasi, Tunggunen Wae

Regional
Airlangga dan Gibran Bertemu Empat Mata di Loji Gandrung, Ini Pembahasannya

Airlangga dan Gibran Bertemu Empat Mata di Loji Gandrung, Ini Pembahasannya

Regional
Kasus HIV/AIDS di Sikka Bertambah Jadi 1.034 Orang, Didominasi Pria

Kasus HIV/AIDS di Sikka Bertambah Jadi 1.034 Orang, Didominasi Pria

Regional
6 Pelaku Pemerkosaan Siswi SMP di Konawe Ditangkap Polisi, Satu Pelaku Buron

6 Pelaku Pemerkosaan Siswi SMP di Konawe Ditangkap Polisi, Satu Pelaku Buron

Regional
Hadapi Potensi Gempa M 6,5 dari Sesar Cimandiri, Bupati Sukabumi Contoh Mitigasi Jepang

Hadapi Potensi Gempa M 6,5 dari Sesar Cimandiri, Bupati Sukabumi Contoh Mitigasi Jepang

Regional
Bandar Sabu di Lampung Gunakan Instagram, Bermodus Jual Permen secara COD

Bandar Sabu di Lampung Gunakan Instagram, Bermodus Jual Permen secara COD

Regional
Usai Olah TKP, Korban Pelecehan Seksual Wanita di Jambi Bertambah Jadi 17 Anak

Usai Olah TKP, Korban Pelecehan Seksual Wanita di Jambi Bertambah Jadi 17 Anak

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.