LOMBOK BARAT, Kompas.com - Banjir menerjang wilayah Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat, pada Selasa (11/1/2021).
Peristiwa ini berlangsung setelah hujan dengan intensitas ringan hingga lebat pada pukul 23.30 waktu setempat atau Wita.
Kejadian ini menyebabkan banjir dan potensi tanah longsor.
Akibatnya 65 KK warga Desa Sengigi, Kecamatan Batu Layar, terdampak.
Baca juga: Selamatkan Teman yang Tergelincir di Bendungan, Siswa SD di Lombok Tengah Tewas Tenggelam
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengungkapkan, BPBD Kabupaten Lombok Barat juga melaporkan saat hujan lebat terjadi sebanyak 5 KK mengungsi sementara waktu.
Mereka menghindari potensi longsoran di sekitar rumah. BPBD juga membantu warga yang melakukan evakuasi sementara.
Pihaknya memastikan tidak ada korban jiwa atau pun luka akibat peristiwa ini. Sedangkan kerugian material, tercatat ruas jalan pada 7 titik dengan total panjang 200 meter.
Berdasarkan prakiraan cuaca, pada hari ini dan esok (14/1/2022), Kecamatan Batu Layar masih berpeluang hujan dengan intensitas ringan.
Namun secara umum pada hari ini, Kamis (13/1/2022), Provinsi NTB berpeluang hujan lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang.
Baca juga: Banjir Rendam Ratusan Rumah di Banjar Kalsel, Tinggi Air Capai 1 Meter
Kecamatan Batu Layar termasuk salah satu dari 10 kecamatan di Kabupaten Lombok Barat yang berpotensi bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi.
Melihat potensi gerakan tanah, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengidentifikasi wilayah Kecamatan Batu Layar pada Januari 2022 ini memiliki potensi menengah hingga tinggi.
Pada kecamatan lain, seperti Gunungsari dan Kediri, wilayah ini berpotensi gerakan tanah menengah hingga tinggi serta berpotensi banjir bandang.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk selalu waspada dan siap siaga terhadap potensi bahaya hidrometeorologi basah, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang.
Berbagai upaya pencegahan atau langkah penanganan dini dapat dilakukan di tingkat desa, misalnya identifikasi apabila ada retakan tanah, kerja sama antar desa di bagian hulu dan hilir, terkait dengan curah hujan yang terjadi, atau pun penentuan tempat evakuasi sementara.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.