ASN yang Marahi Bupati Lembata karena Tak Dilantik Jadi Kadis Minta Maaf, Memohon agar Tak Dipecat

Kompas.com - 12/01/2022, 20:59 WIB

LEMBATA, KOMPAS.com - Stanislaus Kebesa, aparatur sipil negara (ASN) yang memarahi Bupati Lembata Thomas Ola Langoday karena tak dilantik menjadi kepala dinas komunikasi dan informatika akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara resmi, Selasa (11/1/2022).

Stanislaus menyampaikan permohonan maaf karena terbukti mencaci Bupati dan Sekda Lembata pada Rabu (5/1/2022).

"Saya Stanislaus Kebesa Sekretaris Dinas Kominfo Lembata dari lubuk hati terdalam menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas tindakan saya berupa cacian, tulisan, dan rekaman suara dalam bentuk penolakan, bantahan, cacian terhadap pemerintah daerah serta terhadap pribadi bapak Bupati Lembata dan bapak Sekda Lembata. Sekali lagi saya memohon maaf," kata Stanislaus di ruangan Sekda Lembata, Rabu (12/1/2022) siang.

Stanislaus siap menerima sanksi sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin ASN.

Meski begitu, ia memohon agar Bupati Lembata Thomas Ola Langoday tak memecatnya sebagai pegawai negeri sipil.

Baca juga: Saat ASN Marahi Bupati Lembata karena Tak Dipilih Jadi Kepala Dinas…

"Keputusan seperti apa pun itu dari Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) untuk memberikan hukuman atau sanksi tetap saya terima dan hargai. Tetapi, saya memohon kepada Bapak Bupati agar NIP (nomor identitas pegawai) saya jangan ditarik," ujarnya.

Stanislaus mengingatkan para ASN di Lembata tak meniru perbuatannya. ASN, kata dia, harus mendukung pemerintah dengan menjalankan tugas dan fungsi secara benar.

Sanksi di tangan Bupati Lembata

Sementara itu, Sekda Lembata Paskalis Ola Tapo Bali membenarkan Sekretaris Dinas Kominfo itu terbukti bersalah.

Hal itu, kata dia, tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dilakukan oleh tim pemeriksa pada (7/1/2022).

"Jenis hukuman nanti diputuskan oleh PPK. Tim pemeriksa hanya mengambil berita acaranya, memotret semua yang telah terjadi kemudian menyampaikan kepada Bupati," terang Paskalis di ruang kerjanya, Rabu siang.

Pemkab Lembata, kata dia, menyayangkan sikap Sekretaris Dinas Kominfo tersebut.

Oleh karena itu, Paskalis meminta semua ASN di Lembata tak mengikuti perbuatan itu. Para ASN harus menjadikan peristiwa itu sebagai pelajaran.

"Sebagai PNS taat pada UU nomor 5 tahun 2014, harus taat kepada nilai dasar, pada kode etik dan kode perilaku serta taat pada kewajiban dan larangan," katanya.

Baca juga: Stok Vaksin di Lembata Kosong, Pelayanan Vaksinasi Tidak Berjalan

Paskalis juga mengingatkan Stanislaus agar tidak mengulangi perbuatannya itu.

"Bayangkan kalau seandainya hukuman ringan sedang itu mungkin masih baik, berat dengan kategori satu dua masih baik, tetapi kalau pemberhentian tidak dengan hormat tidak atas permintaan sendiri, kan kasihan," jelas Paskalis.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Meriahkan HUT ke-77 RI, Bupati Luwu Utara Ikut Kibarkan Bendera Merah Putih di Laut

Meriahkan HUT ke-77 RI, Bupati Luwu Utara Ikut Kibarkan Bendera Merah Putih di Laut

Regional
[POPULER NUSANTARA] Gibran Copot Paksa Masker Anggota Paspampres yang Pukul Sopir | Kecelakaan Maut di Cianjur

[POPULER NUSANTARA] Gibran Copot Paksa Masker Anggota Paspampres yang Pukul Sopir | Kecelakaan Maut di Cianjur

Regional
Update Korban Kecelakaan Maut Cianjur yang Tewaskan 6 Orang

Update Korban Kecelakaan Maut Cianjur yang Tewaskan 6 Orang

Regional
Perjalanan Maksum, Lulusan Pesantren Berdayakan Puluhan Pemuda Melalui Game Online

Perjalanan Maksum, Lulusan Pesantren Berdayakan Puluhan Pemuda Melalui Game Online

Regional
Prakiraan Cuaca di Medan Hari Ini, 15 Agustus 2022: Hujan Ringan Sore hingga Malam

Prakiraan Cuaca di Medan Hari Ini, 15 Agustus 2022: Hujan Ringan Sore hingga Malam

Regional
Prakiraan Cuaca di Palembang Hari Ini, 15 Agustus 2022: Hujan Ringan di Sore Hari

Prakiraan Cuaca di Palembang Hari Ini, 15 Agustus 2022: Hujan Ringan di Sore Hari

Regional
Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 15 Agustus 2022: Pagi Cerah dan Sore Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 15 Agustus 2022: Pagi Cerah dan Sore Hujan Ringan

Regional
Kesaksian Ayah dan Anak Selamat dari Kecelakaan Maut di Cianjur: Orang-orang Histeris

Kesaksian Ayah dan Anak Selamat dari Kecelakaan Maut di Cianjur: Orang-orang Histeris

Regional
Garut Berstatus Merah, Daerah dengan Angka Stunting Tertinggi di Jabar

Garut Berstatus Merah, Daerah dengan Angka Stunting Tertinggi di Jabar

Regional
6 Lokasi Api Abadi di Indonesia, dari Pulau Jawa hingga Kalimantan

6 Lokasi Api Abadi di Indonesia, dari Pulau Jawa hingga Kalimantan

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 14 Agustus 2022

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 14 Agustus 2022

Regional
Detik-detik Angin Kencang Porak-poranda 40 Rumah Warga di Bangkalan dalam Waktu 10 Menit

Detik-detik Angin Kencang Porak-poranda 40 Rumah Warga di Bangkalan dalam Waktu 10 Menit

Regional
Kecelakaan Truk di Tol Semarang-Solo, Dua Korban Dinyatakan Tewas

Kecelakaan Truk di Tol Semarang-Solo, Dua Korban Dinyatakan Tewas

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 14 Agustus 2022

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 14 Agustus 2022

Regional
Dokter di Surabaya Dapat Tagihan Rp 80 Juta dari PLN, Ini Penyebabnya

Dokter di Surabaya Dapat Tagihan Rp 80 Juta dari PLN, Ini Penyebabnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.