120 Pegawai PDAM Makassar Diangkat karena Menyogok, Ada yang Bayar Rp 85 Juta, Terancam Diberhentikan

Kompas.com - 12/01/2022, 13:19 WIB
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto alias Danny Pomanto. TRIBUN-TIMUR.com/AM IKHSANWali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto alias Danny Pomanto.

MAKASSAR, KOMPAS.com – Sebanyak 120 orang pegawai Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar terancam diberhentikan karena diduga menyogok saat pengangkatan kepada oknum pejabat. 

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto ketika dikonfirmasi, Rabu (12/1/2022).

Dia mengatakan, 120 orang pegawai PDAM tersebut terdetekti menyogok dan tidak memenuhi syarat sebagai pegawai.

“Jadi, terdeteksi pegawai yang tidak memenuhi syarat terdiri atas lewat umur masih diangkat, belum lewat masa tugas sudah di 100 persen kan dan masih banyak kategori aneh dalam pengangkatan pegawai PDAM,” ungkap dia.  

Baca juga: Merasa Jadi Obyek Pencitraan, Fajar Akan Kembalikan Bantuan Ganjar Pranowo

Danny Pomanto menegaskan, bahwa 120 orang pegawai PDAM yang dianggap bermasalah akan diberhentikan karena terindikasi menyogok atau membayar kepada oknum-oknum pejabat saat pengangkatan.  

“Itu akan dievaluasi untuk diberhentikan dan mereka terindikasi membayar saat pengangkatan. Jadi, kalau diberhentikan kan, mereka pasti bicara bahwa dibayar. Biarkan saja, suruh tunjuk dia bayar ke mana dan siapa,” kata dia.

Terkait pemberhentian 120 orang pegawai PDAM tersebut, Danny Pomanto menyerahkan sepenuhnya kewenangan kepada jajaran direksi untuk melakukan evaluasi.

“Saya serahkan ke direksi untuk mengavaluasi hal itu. Lagian juga kami kelebihan pegawai,” ujar dia.

Baca juga: Fajar Kembalikan Bantuan Ganjar Pranowo karena Merasa Mencoreng Nama PDI-P

Danny Pomanto juga membeberkan dugaan sogokan menjadi pegawai PDAM Kota Makassar mencapai Rp 85 juta.

“Ada katanya yang bayar sampai Rp 85 juta, katanya begitu. Di Makassar siapa yang bayar-bayar, kami usut bersama aparat penegak hukum (APH). Tidak apa-apa, biar siapa, kalau melanggar aturan,” tegas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Tersangka Kasus Kredit Macet Pembelian Kapal di Banten Segera Diadili

4 Tersangka Kasus Kredit Macet Pembelian Kapal di Banten Segera Diadili

Regional
Siswi MTs di Tasikmalaya Seminggu Hilang, Tinggalkan Surat Perpisahan Tulisan Tangan, Sempat Dikira Diculik

Siswi MTs di Tasikmalaya Seminggu Hilang, Tinggalkan Surat Perpisahan Tulisan Tangan, Sempat Dikira Diculik

Regional
Harumkan Nama Tanah Air, Tiga Mahasiswa Unnes Sumbang Medali dalam SEA Games di Vietnam

Harumkan Nama Tanah Air, Tiga Mahasiswa Unnes Sumbang Medali dalam SEA Games di Vietnam

Regional
8 SMA Terbaik di Denpasar Versi LTMPT untuk Referensi PPDB 2022

8 SMA Terbaik di Denpasar Versi LTMPT untuk Referensi PPDB 2022

Regional
Bocah 1,5 tahun Warga Pemalang yang Hilang Misterius Ditemukan Tewas

Bocah 1,5 tahun Warga Pemalang yang Hilang Misterius Ditemukan Tewas

Regional
KA Batara Kresna Relasi Wonogiri-Purwosari Tabrak Mobil di Sukoharjo, Pengemudi Selamat

KA Batara Kresna Relasi Wonogiri-Purwosari Tabrak Mobil di Sukoharjo, Pengemudi Selamat

Regional
Kronologi Pejabat Tepergok Bakar Dokumen Saat KPK Geledah Kantor Wali Kota Ambon, Saksi: Ada Asap di Kamar Mandi

Kronologi Pejabat Tepergok Bakar Dokumen Saat KPK Geledah Kantor Wali Kota Ambon, Saksi: Ada Asap di Kamar Mandi

Regional
Mulai Pekan Depan, Sapi di Sumsel Disuntik Vaksin PMK

Mulai Pekan Depan, Sapi di Sumsel Disuntik Vaksin PMK

Regional
Rumah Pimpinan Pondok Pesantren di Aceh Dilempar Bom Molotov, Polisi Selidiki Motifnya

Rumah Pimpinan Pondok Pesantren di Aceh Dilempar Bom Molotov, Polisi Selidiki Motifnya

Regional
Gunakan Bom untuk Tangkap Ikan, Seorang Nelayan Diringkus Polisi

Gunakan Bom untuk Tangkap Ikan, Seorang Nelayan Diringkus Polisi

Regional
Derita Karlianus, 11 Tahun Tak Bisa Jalan dan Bicara, Andalkan Ibu yang Kerja Serabutan

Derita Karlianus, 11 Tahun Tak Bisa Jalan dan Bicara, Andalkan Ibu yang Kerja Serabutan

Regional
Ibu Iriana Jokowi Mulai Kemas Barang di Istana Kepresidenan, Gibran: Sudah Dikirim Beberapa ke Solo

Ibu Iriana Jokowi Mulai Kemas Barang di Istana Kepresidenan, Gibran: Sudah Dikirim Beberapa ke Solo

Regional
12 Daerah di Jateng Tercatat Nol Kasus Covid-19, Rumah Sakit Diminta Tetap Sediakan Fasilitas Ruang Isolasi

12 Daerah di Jateng Tercatat Nol Kasus Covid-19, Rumah Sakit Diminta Tetap Sediakan Fasilitas Ruang Isolasi

Regional
Bantah Anak Buah Bakar Dokumen Saat KPK Geledah Kantor Wali Kota Ambon, Kadis: Itu Sampah

Bantah Anak Buah Bakar Dokumen Saat KPK Geledah Kantor Wali Kota Ambon, Kadis: Itu Sampah

Regional
KM Sirimau yang Kandas Belum Berhasil Dievakuasi, Ini Penyebabnya

KM Sirimau yang Kandas Belum Berhasil Dievakuasi, Ini Penyebabnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.