Diduga Berselingkuh, Oknum Pastor di Kalbar Dilaporkan ke Polisi

Kompas.com - 11/01/2022, 10:59 WIB

PONTIANAK, KOMPAS.com – Seorang pria berinisial VN, asal Kabupaten Landak, Kalimantan Barat (Kalbar), melaporkan oknum pastor di Provinsial Kapusin Pontianak ke polisi terkait dugaan menjalin hubungan terlarang dengan istrinya.

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Dirmanto mengaku belum mendapat informasi pelaporan tersebut. “Nanti saya cek ya,” kata Dirmanto saat dihubungi, Selasa (11/1/2022).

Baca juga: Istri Polisi di Lubuklinggau Gerebek Suami yang Diduga Selingkuh

Sementara itu, VN mengatakan, selain melaporkan ke polisi, dia bersama pihak keluarga juga telah mendatangi Provinsial Kapusin Pontianak untuk mempertanyakan status oknum pastor tersebut yang sebelumnya telah dikeluarkan, tetapi kembali aktif.

Pastor yang bermasalah dengan kami, informasinya ditarik lagi menjadi Imam Kapusin. Terkait informasi itu benar atau tidak, maka kami mendatangi Ordo Kapusin untuk menanyakan itu. Tapi, dari pihak Ordo Kapusin tidak memberikan jawaban yang memuaskan,” kata VN kepada wartawan.

VN menerangkan, oknum pastor tersebut sebenarnya telah mengundurkan diri sebagai biarawan dan Imam Kapusin pada tahun 2019 saat kasus tersebut diketahui oleh pihak Ordo.

Saat itu, kasus tersebut diselesaikan dengan beragam kesepakatan dan perjanjian yang telah disepakati bersama. Bahkan, menurut VN, oknum pastor dan istrinya telah mengakui perbuatannya sehingga dihukum adat.

“Anehnya, pastor itu ditarik kembali sebagai Imam Kapusin dan Saudara Kapusin Provinsi Pontianak oleh Pastor Faustus Bagara selaku Minister Provinsial Ordo Kapusin yang baru,” ungkap VN.

Sementara itu, Vikaris Provinsial Kapusin Pontianak, Pastor Stephanus Gathot Purtomo, enggan memberikan penjelasannya saat diwawancarai. “Saya no comment saja, daripada nanti keliru. Lebih baik no comment,” ucap Stephanus. 

Baca juga: Kepergok Selingkuhi Istri Sepupu, Pria Ini Kabur Lewat Jendela Tanpa Busana

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Juni 2022

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Juni 2022

Regional
WN China Dideportasi Imigrasi Batam, Ini Penyebabnya

WN China Dideportasi Imigrasi Batam, Ini Penyebabnya

Regional
Terdeteksi di Bandara, 1 Kg Ganja di Jayapura Dimusnahkan

Terdeteksi di Bandara, 1 Kg Ganja di Jayapura Dimusnahkan

Regional
Rombongan Ambulans Pembawa Korban Bus Maut Tasikmalaya Tiba di Sumedang, Bupati: Saya Sampaikan Dukacita Mendalam

Rombongan Ambulans Pembawa Korban Bus Maut Tasikmalaya Tiba di Sumedang, Bupati: Saya Sampaikan Dukacita Mendalam

Regional
Korban Bus Masuk Jurang di Tasikmalaya Sebut Laju Kendaraan Tak Normal sejak Berangkat

Korban Bus Masuk Jurang di Tasikmalaya Sebut Laju Kendaraan Tak Normal sejak Berangkat

Regional
18 PTN di Sumatera yang Buka Jalur Mandiri Pakai Nilai UTBK SBMPTN 2022 dan Ujian Tulis

18 PTN di Sumatera yang Buka Jalur Mandiri Pakai Nilai UTBK SBMPTN 2022 dan Ujian Tulis

Regional
Dua Tersangka SPBU di Serang yang Kurangi Takaran dengan 'Remote Control' Tidak Ditahan, Ini Kata Pengamat

Dua Tersangka SPBU di Serang yang Kurangi Takaran dengan "Remote Control" Tidak Ditahan, Ini Kata Pengamat

Regional
'Saat Ditemukan, Anak-anak yang Diduga Disekap Itu Menangis di Atas Tempat Tidur'

"Saat Ditemukan, Anak-anak yang Diduga Disekap Itu Menangis di Atas Tempat Tidur"

Regional
Diduga Rem Blong, Bus Pariwisata asal Ngajuk Tabrak Warung di Karanganyar

Diduga Rem Blong, Bus Pariwisata asal Ngajuk Tabrak Warung di Karanganyar

Regional
Cerita Sumaryadi, Guru yang Batal Ikut Rombongan Bus Maut di Tasikmalaya karena Istri Mendadak Sakit

Cerita Sumaryadi, Guru yang Batal Ikut Rombongan Bus Maut di Tasikmalaya karena Istri Mendadak Sakit

Regional
Kisah Bidan Bertugas di Daerah Terpencil di Riau: Warga Lebih Percaya Dukun Beranak

Kisah Bidan Bertugas di Daerah Terpencil di Riau: Warga Lebih Percaya Dukun Beranak

Regional
Sopir Tertidur Beberapa Detik, Bus Oleng dan Terjun ke Jurang di Tasikmalaya, Kondektur dan 2 Penumpang Tewas

Sopir Tertidur Beberapa Detik, Bus Oleng dan Terjun ke Jurang di Tasikmalaya, Kondektur dan 2 Penumpang Tewas

Regional
Pemerintah Kuningan Mulai Vaksinasi PMK, Targetkan 1.000 Sapi Per Hari

Pemerintah Kuningan Mulai Vaksinasi PMK, Targetkan 1.000 Sapi Per Hari

Regional
Curi Tas di Mobil yang Sedang Mogok, Pria Ini Ditangkap

Curi Tas di Mobil yang Sedang Mogok, Pria Ini Ditangkap

Regional
SPBU di Serang Kurangi Takaran dengan 'Remote Control', Pengamat: Bisa Dikenakan Sanksi Pidana dan Administratif

SPBU di Serang Kurangi Takaran dengan "Remote Control", Pengamat: Bisa Dikenakan Sanksi Pidana dan Administratif

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.