Kompas.com - 06/01/2022, 16:12 WIB

BATAM, KOMPAS.com – Puluhan pengungsi asal Afghanistan di Batam, Kepulauan Riau (Kepri), kembali menggelar aksi unjuk rasa guna menuntut pemindahan mereka ke negara ketiga, yakni Australia, Amerika Serikat, Kanada dan Selandia Baru.

Namun, unjuk rasa kali ini dilakukan dengan menutup akses masuk ke Perumahan Royal Grande, yang merupakan salah satu perumahan mewah di bilangan Batam Center, Kamis (6/1/2022).

Baca juga: Aksi Menginap Pengungsi Afghanistan di Medan Berujung Ricuh

Pantauan di lokasi, para pengungsi sempat bersitegang dengan petugas keamanan perumahan.

Bahkan, beberapa pengunjuk rasa sempat memblokade akses ke kawasan perumahan.

Para pengungsi yang menggunakan rompi bewarna biru itu akhirnya mau mengikuti aturan dan aksi unjuk rasa berakhir dengan damai.

"Kami ke sini karena kami tahu di dalam perumahan mewah ini ada kantor perwakilan International Organization for Migration (IOM). Kami ingin bertemu dengan mereka," kata Ali Akbar, salah satu perwakilan massa aksi saat ditemui di lokasi.

Baca juga: Pengungsi Perempuan Afghanistan Demo di Batam, Mengaku Semakin Depresi

Hingga saat ini, walaupun pengungsi sudah melakukan aksi unjuk rasa hingga berkali-kali, pihak IOM dan UNHCR di Kepulauan Riau tidak mau menemui para pengungsi.

"Karena awal janji mereka sangat manis dalam menyelamatkan kami dari negara kami yang tengah berperang. Namun, tiba di sini, kami malah merasa seperti disandera oleh mereka," kata Ali.

Baca juga: Seorang Warga Afghanistan Bakar Diri di Depan Kantor UNHCR Medan

Menurut Ali, para pengungsi sudah menderita dan merasa depresi karena tidak kunjung dipindahkan.

Sebelumnya, sudah ada pengungsi Afghanistan yang meninggal di Makassar, Sulawesi Selatan.

"Dua saudara kami di Makassar telah meninggal kemarin. Ini menjadi titik balik bagi kami di Batam, agar melakukan aksi dan ingin bertemu dengan perwakilan IOM," ujar Ali.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jenguk Korban, Pangdam Pastikan Oknum TNI Penendang Suporter Arema Diproses Internal

Jenguk Korban, Pangdam Pastikan Oknum TNI Penendang Suporter Arema Diproses Internal

Regional
Perjuangan Pasien Kritis di Mamuju, Ditandu Naik Perahu 7 Kilometer ke Puskesmas Terdekat

Perjuangan Pasien Kritis di Mamuju, Ditandu Naik Perahu 7 Kilometer ke Puskesmas Terdekat

Regional
UPDATE: 31 Polisi Diperiksa Terkait Dugaan Pelanggaran Kode Etik dalam Tragedi Kanjuruhan

UPDATE: 31 Polisi Diperiksa Terkait Dugaan Pelanggaran Kode Etik dalam Tragedi Kanjuruhan

Regional
27,7 Juta Penduduk Jateng Terdaftar sebagai Peserta Pemilu, Terbesar Ketiga di Indonesia

27,7 Juta Penduduk Jateng Terdaftar sebagai Peserta Pemilu, Terbesar Ketiga di Indonesia

Regional
Kecelakaan Beruntun di Lumajang Truk Gandeng Tabrak 3 Kendaraan, 2 Tewas

Kecelakaan Beruntun di Lumajang Truk Gandeng Tabrak 3 Kendaraan, 2 Tewas

Regional
Mayat Bayi Perempuan Membusuk Ditemukan Tersangkut di Batu Sungai Iting Lombok

Mayat Bayi Perempuan Membusuk Ditemukan Tersangkut di Batu Sungai Iting Lombok

Regional
Istri dan Anak Lukas Enembe Tak Penuhi Panggilan KPK, Ini Alasannya

Istri dan Anak Lukas Enembe Tak Penuhi Panggilan KPK, Ini Alasannya

Regional
Tersandung Kasus Asusila, Mahasiswa Alumni Liga Dangdut Ditangkap Polisi

Tersandung Kasus Asusila, Mahasiswa Alumni Liga Dangdut Ditangkap Polisi

Regional
Oknum TNI Penendang Suporter Arema FC Minta Maaf kepada Korban

Oknum TNI Penendang Suporter Arema FC Minta Maaf kepada Korban

Regional
Kedua Putrinya Tewas dalam Tragedi Kanjuruhan, Ayah Korban: Janji Presiden Saya Tunggu

Kedua Putrinya Tewas dalam Tragedi Kanjuruhan, Ayah Korban: Janji Presiden Saya Tunggu

Regional
Pernah Tembak Anak Kecil hingga Ledakkan Bom ke Rumah Warga, Pria di Riau Ditangkap Polisi

Pernah Tembak Anak Kecil hingga Ledakkan Bom ke Rumah Warga, Pria di Riau Ditangkap Polisi

Regional
Kendala Jaringan Internet, 1027 Tenaga Honorer di Perbatasan RI–Malaysia Belum Terinput

Kendala Jaringan Internet, 1027 Tenaga Honorer di Perbatasan RI–Malaysia Belum Terinput

Regional
Gibran Minta Spanduk 'Mataram Is Love' Dipasang di Stadion Manahan Solo, Sebagai Bentuk Perdamaian

Gibran Minta Spanduk "Mataram Is Love" Dipasang di Stadion Manahan Solo, Sebagai Bentuk Perdamaian

Regional
Catatan Jokowi usai Tinjau Lokasi Kerusuhan yang Menelan Ratusan Korban di Stadion Kanjuruhan

Catatan Jokowi usai Tinjau Lokasi Kerusuhan yang Menelan Ratusan Korban di Stadion Kanjuruhan

Regional
Pramugari Dipanggi Jadi Saksi, Pengacara Lukas Enembe: KPK Mengigau...

Pramugari Dipanggi Jadi Saksi, Pengacara Lukas Enembe: KPK Mengigau...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.