Ayah Pemerkosa Anak Tiri di Palopo Menyerahkan Diri, Sempat Kabur karena Takut Dihajar Warga

Kompas.com - 06/01/2022, 05:16 WIB
Setelah sempat melarikan diri F (29) pelaku pemerkosa anak tirinya IT (14) yang masih berstatus pelajar di Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo, Sulawesi Selatan berhasil diamankan, Rabu (05/1/2022) MUH. AMRAN AMIRSetelah sempat melarikan diri F (29) pelaku pemerkosa anak tirinya IT (14) yang masih berstatus pelajar di Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo, Sulawesi Selatan berhasil diamankan, Rabu (05/1/2022)

PALOPO, KOMPAS.com – Setelah sempat melarikan diri, F (29), pelaku pemerkosa anak tirinya IT (14) yang masih berstatus pelajar di Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, akhirnya dapat diamankan.

Kapolsek Telluwanua, AKP Edy Sulistyono mengatakan, pelaku diamankan setelah menyerahkan diri di Polres Toraja Utara.

“Pelaku sempat melarikan diri dan menyerahkan diri di Polres Toraja Utara pada Selasa (4/1/2022) pukul 23.30 Wita, kemudian dilakukan penjemputan oleh personel Reskrim Polsek Telluwanua yang di-backup personel Reskrim Polres Palopo,” kata Edy, saat dikonfirmasi, Rabu (5/1/2022).

Edy menuturkan, alasan pelaku melarikan diri setelah korban melapor ke tetangganya karena takut akan dihajar warga sekitar.

Baca juga: Ayah Perkosa Anak Tirinya, Terbongkar saat Korban Lapor ke Tetangga

“Pelaku mengaku takut dihajar warga, sehingga melarikan diri, namun karena menyesali perbuatannya, akhirnya memilih menyerahkan diri,” ucap Edy.

Pelaku diamankan berdasarkan laporan dari ibu korban RS (47) atas tindak pemerkosaan terhadap IT yang masih di bawah umur.

“Adapun kronologis peristiwa kejadiannya yaitu pada Minggu (2/1/2022) pukul 05.45 Wita Kecamatan Telluwanua, korban tidur di dalam kamarnya kemudian pelaku yang tak lain adalah ayah tirinya masuk ke dalam kamar korban lalu memperkosanya,” ujar Edy.

Sebelumnya diberitakan, kejadian dugaan pemerkosaan IT oleh ayah tirinya terjadi pada Minggu (2/1/2022) sekitar pukul 07.00 Wita.

Baca juga: Alhamdulillah Dapat Bantuan dari Pak Jokowi Bisa untuk Menambah Modal, Besarin Usaha

“Perbuatan bejat tersebut dilakukan pagi hari oleh pelaku di kediamannya sendiri saat korban masih tertidur di dalam kamarnya,” tutur Edy.

Edy menuturkan, saat pelaku akan melakukan perbuatan bejatnya terhadap korban yang merupakan anak tirinya, korban sempat melakukan perlawanan dan berteriak.

“Akan tetapi karena rumah tempat kejadian yang jauh dari pemukiman warga lainnya atau berada di pinggiran gunung sehingga tidak ada satupun orang yang mendengar teriakan korban yang saat itu hanya berdua di rumah,” ujar Edy.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wilayah Pegunungan Papua Minim Infrastruktur, Biaya Mobilisasi Personel Kepolisian Capai Puluhan Miliar

Wilayah Pegunungan Papua Minim Infrastruktur, Biaya Mobilisasi Personel Kepolisian Capai Puluhan Miliar

Regional
Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 20 Mei 2022, Pagi Cerah Berawan, Sore Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 20 Mei 2022, Pagi Cerah Berawan, Sore Hujan Ringan

Regional
Pasok Ganja ke Mahasiswa USU, Mahasiswi Asal Aceh Ini Divonis 11 Tahun Penjara

Pasok Ganja ke Mahasiswa USU, Mahasiswi Asal Aceh Ini Divonis 11 Tahun Penjara

Regional
Muncul Semburan Lumpur Campur Gas Setinggi 6 Meter di Seram Timur, Warga Diimbau Tak Mendekat

Muncul Semburan Lumpur Campur Gas Setinggi 6 Meter di Seram Timur, Warga Diimbau Tak Mendekat

Regional
Lagu Bubuy Bulan Asal Jawa Barat, Lirik dan Chord

Lagu Bubuy Bulan Asal Jawa Barat, Lirik dan Chord

Regional
Orangtua Jadi Pekerja Migran di Malaysia, Siswi SD di Kupang Diperkosa Paman hingga Hamil

Orangtua Jadi Pekerja Migran di Malaysia, Siswi SD di Kupang Diperkosa Paman hingga Hamil

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 19 Mei 2022

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 19 Mei 2022

Regional
4 Polisi dan 2 Satpam Diperiksa Terkait Tewasnya Kakek di Kompleks Smelter Nikel Bantaeng

4 Polisi dan 2 Satpam Diperiksa Terkait Tewasnya Kakek di Kompleks Smelter Nikel Bantaeng

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 19 Mei 2022

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 19 Mei 2022

Regional
Insentif Jaspel Kesehatan Rp 900 Juta Diduga Bermasalah, Direktur RSUD dan Kadinkes Bengkayang Diperiksa

Insentif Jaspel Kesehatan Rp 900 Juta Diduga Bermasalah, Direktur RSUD dan Kadinkes Bengkayang Diperiksa

Regional
Ladang Ganja di Perbatasan Keerom Papua Diduga Sengaja Ditanam Warga

Ladang Ganja di Perbatasan Keerom Papua Diduga Sengaja Ditanam Warga

Regional
Gara-gara Saling Olok, 4 Pemuda di Prabumulih Berkelahi, 1 Orang Tewas

Gara-gara Saling Olok, 4 Pemuda di Prabumulih Berkelahi, 1 Orang Tewas

Regional
Catatan IDI soal Relaksasi Penggunaan Masker: Tetap Waspada

Catatan IDI soal Relaksasi Penggunaan Masker: Tetap Waspada

Regional
Pembatalan Konser 'Tegal Bahari' Tak Jelas, Penonton Harap Uang Kembali, EO Tak Bisa Dihubungi

Pembatalan Konser "Tegal Bahari" Tak Jelas, Penonton Harap Uang Kembali, EO Tak Bisa Dihubungi

Regional
35 Kilogram Mi Formalin di Magelang Diamankan, Penjual Jadi Tersangka

35 Kilogram Mi Formalin di Magelang Diamankan, Penjual Jadi Tersangka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.